Womanindonesia.co.id – Halo, Ladies! Gimana kabar timbangan setelah seminggu “pesta” ketupat dan rendang? Duh, jangan-jangan daftar undangan bukber yang panjangnya ngalahin antrean sembako kemarin sukses bikin angka timbangan geser ke kanan ya?
Belum lagi gorengan yang jadi primadona saat takjil – siapa sih yang bisa nolak? Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) gorengan ini emang nyata banget. Kalau nggak makan satu aja, rasanya ada yang kurang. Padahal, kebiasaan “balas dendam” saat Lebaran plus pola tidur yang acak-acakan selama Ramadhan bisa jadi bom waktu buat kesehatan kita, lho.
Nah, biar tidak kebablasan, yuk simak tips Reset, Rebalance, dan Restart bareng dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, Spesialis Gizi Klinik dari RS Pondok Indah (RSPI).
3 Cara Jitu Balikin Tubuh Ideal Pasca Lebaran
1. Reset: Balik ke “Setelan Pabrik”
Langkah pertama adalah menyadari bahwa masa liburan sudah usai. Saatnya mengembalikan pola makan ke jadwal normal: tiga kali sehari. dr. Juwalita mengingatkan kita untuk mulai peka lagi dengan sinyal tubuh melalui konsep mindful eating.
“Saya mau kita lebih aware dengan sinyal tubuh. Ada skala lapar satu sampai sepuluh. Jangan nunggu sampai level satu atau dua yang udah pusing dan lemas baru makan, karena itu bikin kita kalap. Makanlah di level tiga atau empat saat perut mulai bunyi, dan berhentilah di level enam atau tujuh saat sudah cukup kenyang, bukan kenyang bego yang sampai mual,” jelas dr. Juwalita di acara Halalbihalal “Better Tomorrow Start Today Feel Good, Stay Healthy, Be Protected yang diselenggarakan Sequis Life di Jakarta, Selasa (31/3).
Ingat ya, Ladies, bedakan antara lapar beneran (tanda fisik) dengan craving alias cuma pengen ngunyah yang manis-manis atau gurih!
2. Rebalance: Seimbangkan Piring dan Hormon
Setelah “overload” lemak, gula, dan santan, saatnya menyeimbangkan isi piring. Pastikan ada karbohidrat, protein sebagai sumber kenyang lebih lama, serta sayur dan buah untuk serat.
Tapi, yang nggak kalah penting buat di-rebalance adalah jam tidur. Ternyata, kurang tidur itu musuh besar diet!
“Orang yang kurang tidur bikin hormon ghrelin (hormon lapar) naik. Jadi kalau kurang tidur, besokannya kita bakal merasa lebih lapar dibanding biasanya. Kurang tidur juga bikin hormon kortisol atau stres naik, efeknya lemak jadi lebih gampang numpuk dan susah dibakar,” tambah dr. Juwalita.
Tips Sleeping Hygiene:
- Matikan gadget (stop scrolling Shopee atau Instagram!) 30-60 menit sebelum tidur.
- Stop kafein (kopi/matcha) 6-8 jam sebelum tidur.
- Usahakan tidur minimal 7-9 jam setiap malam.
3. Restart: Mulai Olahraga secara Konsisten
Banyak dari kita yang absen olahraga selama sebulan penuh karena alasan lemas. Sekarang saatnya restart, tapi jangan langsung yang berat-berat ya. Konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas yang meledak-ledak di awal lalu berhenti karena capek.
Buat kamu yang merasa kolesterol atau asam uratnya mulai “protes”, dr. Juwalita punya pesan khusus:
“Hati-hati dengan fruktosa di sirup atau susu kental manis, itu bisa bikin asam urat naik. Jangan lupa cek angka kesehatan (Know Your Numbers). Kalau kolesterol total sudah di atas 200 atau gula darah tinggi, segera konfirmasi ke laboratorium. Jangan cuma screening, tapi lakukan pemeriksaan diagnostik yang lebih akurat,” katanya.
Lebaran memang identik dengan kebahagiaan menyantap hidangan spesial, tapi dr. Juwalita mengingatkan bahwa makan enak itu cukup dua hari saja, bukan lanjut sampai dua minggu!
Jadi, yuk kita Reset kebiasaan lama, Rebalance nutrisi dan istirahat, lalu Restart versi terbaik diri kita. Jangan sampai liburan satu minggu mengacaukan kesehatan kita sepanjang tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







