Womanindonesia.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat strategi pembangunan berbasis riset untuk meningkatkan daya saing global. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, pemerintah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Georgetown Asia Pacific guna mendorong perumusan kebijakan publik berbasis data dan penelitian.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah penting dalam mendukung ambisi Jakarta untuk masuk dalam Top 50 Global Cities pada tahun 2030.
Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani oleh Atika Nur Rahmania, Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta, dan Prof. Yuhki Tajima, Founding Rector Georgetown SFS Asia Pacific sekaligus Ketua Pengurus Yayasan Georgetown Asia Pacific.
Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini, kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi dalam berbagai bidang, termasuk pelaksanaan riset kebijakan pembangunan, pemanfaatan data penelitian, hingga publikasi serta diseminasi hasil riset kepada pemangku kepentingan.
Kepala Bappeda DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, menegaskan bahwa kolaborasi ini penting untuk meningkatkan kualitas kebijakan pembangunan kota yang semakin kompleks.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat proses perumusan kebijakan pembangunan Jakarta yang lebih berbasis data dan penelitian, sehingga mampu menjawab tantangan perkotaan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Atika Nur Rahmania dalam keterangan terutama, Rabu (11/3).
Dalam implementasinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyediakan data yang relevan, memfasilitasi koordinasi serta perizinan penelitian, sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan riset.
Sementara itu, Georgetown SFS Asia Pacific (GSAP) akan berperan dalam menjalankan kegiatan penelitian, menyusun laporan serta rekomendasi kebijakan, sekaligus memberikan kontribusi keahlian akademik untuk memperkuat riset pembangunan di Jakarta.
Menurut Prof. Yuhki Tajima, kolaborasi antara pemerintah dan institusi akademik merupakan kunci untuk menghasilkan kebijakan publik yang lebih kuat dan berbasis bukti.
“Kemitraan ini membuka ruang bagi pengembangan kebijakan berbasis riset melalui pendekatan ilmiah dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” jelas Yuhki Tajima.
Kerja sama ini juga menegaskan komitmen kedua pihak untuk menjaga independensi akademik dalam setiap proses penelitian, guna memastikan integritas metode, analisis, serta hasil riset yang dihasilkan.
Kemitraan strategis antara Bappeda DKI Jakarta dan Yayasan Georgetown Asia Pacific ini akan berlangsung selama lima tahun, dengan harapan mampu memperkuat ekosistem kebijakan publik berbasis bukti sekaligus mendorong inovasi dalam tata kelola pembangunan perkotaan di Jakarta.
Sebagai unsur perencanaan pembangunan daerah, Bappeda Provinsi DKI Jakarta memiliki tugas menyelenggarakan fungsi penunjang pemerintahan di bidang perencanaan, penelitian, serta pengembangan.
Pelaksanaan fungsi penelitian dan pengembangan tersebut dijalankan melalui Pusat Riset dan Inovasi Daerah (PRID) yang berperan mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi di Jakarta. Melalui kegiatan penelitian, pengkajian, dan penerapan inovasi daerah, PRID menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) untuk mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.
Dengan kolaborasi ini, Jakarta diharapkan semakin siap menghadapi tantangan perkotaan global sekaligus mempercepat transformasi menuju kota yang lebih inovatif, berbasis data, dan berdaya saing internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







