Indeks
Cerita Kita
Saturday, August 30, 2025
No Result
View All Result
  • News
    • Economics & Culture
    • Entertaintment
    • Technology & Otomotive
  • Beauty
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Financial
  • Healthy
    • Activity
    • Food
    • Mood
  • Relationship
    • Dating
    • Married
    • Parenting
    • Sex
  • Review
    • Books
    • Hotel & Resto
    • Movie
    • Travelling
  • Inspirations
    • Profile
    • Story
  • K-POP
  • Event
#Quotes
Home Healthy Food

Bayi Prematur dan BBLR Berisiko Stunting

Ditulis oleh Andi Mardana
25 July 2022 wi
in Food, Healthy, Parenting
Bayi Prematur dan BBLR Tingkatkan Risiko Stunting pada Bayi_womanindonesia.co.id

Ilustrasi bayi lahir prematur/huffingtonpost.com

76
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Bayi prematur dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masuk ke dalam bayi yang berisiko tinggi mengalami stunting.

Womanindonesia.co.id – Di Indonesia, stunting masih menjadi perhatian karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Indonesia menargetkan penurunan angka prevalensi stunting menjadi 14% di tahun 2024.

Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita dipicu oleh banyak hal, salah satunya adalah kurangnya kecukupan gizi anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Intervensi gizi terhadap anak yang memiliki risiko stunting, seperti bayi prematur dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) menjadi penting dilakukan.

Umumnya stunting terjadi di 1000 HPK yaitu, 20% stunting terjadi sejak saat kelahiran, 20% terjadi pada 6 bulan pertama, 50% terjadi pada 6-24 bulan, 10% terjadi pada tahun ketiga . 20% stunting yang terjadi sejak saat kelahiran dialami oleh bayi prematur dan BBLR.

Pemberian gizi pada ibu hamil dan perawatan khusus pada bayi baru lahir dengan gejala stunting sangat krusial karena kekurangan gizi pada periode tersebut berdampak permanen dan sulit diperbaiki.

Bayi Prematur dan BBLR Tingkatkan Risiko Stunting pada Bayi_womanindonesia.co.id
Webinar Bayi Prematur dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Tingkatkan Risiko Stunting pada Bayi oleh Fresenius Kabi, Senin (25/7)/Istimewa

Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI, dr. Erna Mulati, M.Sc, CMFM mengatakan, tahun 2021, berdasarkan Survey Status Gizi Balita Indonesia angka prevalensi stunting turun menjadi 24,4% artinya hampir 1 dari 4 balita Indonesia mengalami stunting.

“Meskipun terjadi penurunan tapi angka tersebut masih jauh dari target pemerintah yaitu 14% ditahun 2024 sehingga perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan stunting,” kata dr. Erna dalam webinar hari ini.

Lebih lanjut dr. Erna Mulati, M.Sc, CMFM menjelaskan, penurunan stunting merupakan satu dari sembilan program kesehatan prioritas nasional. Upaya mencegah stunting dilakukan melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

“Intervensi spesifik utamanya pada 1000 Hari Pertama Kehidupan bahkan jauh sebelum ibu hamil. Sedangkan intervensi sensitif dilakukan melalui berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan yang mendukung penurunan stunting dan dikoordinasikan oleh BKKBN,” terangnya.

Terdapat beberapa intervensi spesifik untuk mencegah stunting,antara lain:

  1. Tablet tambah darah bagi remaja putri (rematri) 12-17 tahun.
  2. Pemeriksaan Hb bagi rematri kelas 7 dan 10.
  3. Pemeriksaan kehamilan sesuai standar menjadi 6 kali.
  4. Tablet tambah darah bagi ibu hamil minimal 90 tablet selama kehamilan.
  5. Pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan kurang energi kronis.
  6. ASI eksklusif.
  7. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. (8) Pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang.
  8. Tatalaksana balita gizi buruk. (10) Imunisasi dasar lengkap bagi seluruh balita.

Bayi Prematur dan BBLR Tingkatkan Risiko Stunting pada Bayi

Bayi Prematur dan BBLR Tingkatkan Risiko Stunting pada Bayi_womanindonesia.co.id
Presentesi bayi lahir prematur dan BBLR/Istimewa

Dokter Anak Konsultan Neonatologi, Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp. A(K) menjelaskan, bayi dengan kelahiran prematur dan BBLR masuk ke dalam bayi yang berisiko tinggi mengalami stunting.

Indonesia menempati peringkat ke-5 tertinggi angka kelahiran prematur dan BBLR. Dari 100 bayi yang lahir, terdapat 10 bayi lahir secara prematur dan tujuh bayi dengan kondisi BBLR.

Berdasarkan penelitian di 137 negara berkembang, 35% kasus stunting disebabkan oleh kelahiran prematur dan 20% kasus stunting di Indonesia disebabkan oleh Bayi Berat Lahir Rendah.

“Bayi lahir prematur berisiko untuk mengalami developmental delay, gangguan kognitif, kesulitan belajar dan gangguan perilaku. Oleh karena itu penting untuk melakukan skrining perkembangan pada usia 9,18, dan 30 bulan,” kata Prof Rina.

Cara Mencegah Kelahiran Prematur dan BBLR

Lebih lanjut Prof. Rina memaparkan, cara mencegah kelahiran prematur dan BBLR bisa dengan mempersiapkan kehamilan yang sehat dengan melakukan pemeriksaan antenatal rutin dan persiapan pra-nikah. Nutrisi dan kesehatan ibu selama hamil penting untuk mencegah kelahiran prematur.

Namun, jika bayi sudah terlahir prematur tenaga medis maupun fasilitas kesehatan harus dapat memberikan pertolongan awal dan selanjutnya melakukan perawatan bayi prematur secara baik. Pemberian ASI eksklusif juga sangat penting.

“Jika bayi sudah stunting maka perlu dilakukan tata laksana gizi di rumah sakit dengan pemberian PKMK (Pangan Olahan untuk Kondisi Medis Khusus) makanan khusus atau dengan pemberian nutrisi parenteral,” katanya.

Direktur PT Fresenius Kabi Indonesia, Herlina Harjono menyatakan, Fresenius Kabi terus berkomitmen untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat Indonesia, dalam hal ini mendukung pemerintah untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Indonesia dengan menyediakan solusi nutrisi parenteral agar nutrisi bayi prematur atau BBLR tercukupi.

“Melalui kegiatan edukasi ini, kami berharap masyarakat Indonesia dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi pada bayi di 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) dan dapat melakukan pencegahan dan penanganan stunting dengan baik,” pungkasnya.

Recommended By Editor

Tipe HPV 52 dan 58 Dominan di Indonesia, Revaksinasi Jadi Kunci Perlindungan Optimal

Kesehatan Jadi Perekat Kebersamaan di Bakti Indonesia 2025

Pemeriksaan Gratis Hingga Konsultasi Daring, bodrex Bawa Layanan Kesehatan ke Daerah

Zetrix Miss Universe Indonesia 2025 Umumkan TOP 16, Selangkah Lagi Raih Mahkota


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Share30Tweet19Pin7

RELATED ARTICLES

Tipe HPV 52 dan 58 Dominan di Indonesia, Revaksinasi Jadi Kunci Perlindungan Optimal_womanindonesia.co.id
Activity

Tipe HPV 52 dan 58 Dominan di Indonesia, Revaksinasi Jadi Kunci Perlindungan Optimal

2 days ago
Kesehatan Jadi Perekat Kebersamaan di Bakti Indonesia 2025_womanindonesia.co.id
Activity

Kesehatan Jadi Perekat Kebersamaan di Bakti Indonesia 2025

5 days ago
Pemeriksaan Gratis Hingga Konsultasi Daring, bodrex Bawa Layanan Kesehatan ke Daerah_Womanindonesia.co.id
Activity

Pemeriksaan Gratis Hingga Konsultasi Daring, bodrex Bawa Layanan Kesehatan ke Daerah

1 week ago
Kelly Tandiono Diantara 16 Finalist Dalam Press Conference Top 16 Miss Universe Indonesia 2025
Event

Zetrix Miss Universe Indonesia 2025 Umumkan TOP 16, Selangkah Lagi Raih Mahkota

1 week ago
Opening Ceremony IBTE 2025 (Jakarta, 20/08/2025)
Event

IBTE 2025: Hadirkan Lebih Dari 1000 Booth Dari Berbagai Negara

1 week ago
Menstruasi dan Tantangan Remaja: Unicharm Dorong Edukasi untuk Percaya Diri Meraih Mimpi_Womanindonesia.co.id
Activity

Menstruasi dan Tantangan Remaja: Unicharm Dorong Edukasi untuk Percaya Diri Meraih Mimpi

2 weeks ago
Next Post
4 Solusi Healing dengan Me Time_womanindonesia.co.id

4 Ide Me Time Sebagai Solusi Healing

WOMANINDONESIA

Informasi Terkini Untuk Perempuan Indonesia, Mulai Dari Kesehatan, Lifestyle, Keuangan, Fashion, Relationship, Food Review, Hot Issue Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Topik Pilihan

usus makan uang bahan nasi run kerja anak iu kai sehat kesehatan ibu aman erha bar Indonesia os Me sel ikan alam

Informasi

  • About Us
  • Career
  • Media Kit
  • Contact Us
  • Sitemap

Alamat Redaksi

PT. Komunikasi Perkasa Indonesia. Epicentrum Walk Lt. 3 Unit A306-A307 Kawasan Rasuna Epicentrum Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta 12960.

: halo@womanindonesia.co.id
: 0812 8877 7317
: +62 812 8877 7317
: +62 812 8877 7317

BLOGROLL

  • Womenpedia
  • Trend.co.id
  • CaraLengkap.com
  • Create.web.id
  • DapurLetters.com
  • JasaSaya.com
  • KataSandi.com
  • zonanusantara.com
  • Desa.or.id
  • RedJasa.com
  • School.sch.id
  • SEO.sch.id
  • SLI.sch.id
  • Social.or.id
  • Whuzzz.com
  • TukuDong.com
  • Urbanoir.net
  • YPI.ac.id
  • idkoe.com
  • bukupandu.com
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions
  • Indeks

© 2021 womanindonesia.co.id - All rights reserved. | DMCA.com Protection Status

No Result
View All Result
  • News
    • Entertaintment
    • Politics
    • Economics & Culture
    • Technology & Otomotive
  • Lifestyle
    • Beauty
    • Fashion
    • Financial
  • Healthy
    • Activity
    • Food
    • Mood
  • Relationship
    • Dating
    • Parenting
    • Married
    • Sex
  • Review
    • Hotel & Resto
    • Books
    • Movie
    • Music
  • Inspirations
    • Profile
    • Story
  • K-POP
  • Motivasi
    • Jiwa Bahagia
  • Quotes
  • Event

© 2021 womanindonesia.co.id - All rights reserved. | DMCA.com Protection Status

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist