Womanindonesia.co.id – Cedera engkel atau ankle sprain menjadi salah satu masalah yang paling sering dialami, terutama bagi Anda yang aktif berolahraga. Meski kerap dianggap ringan, kondisi ini tetap membutuhkan perhatian serius agar tidak berkembang menjadi cedera berulang atau bahkan kronis.
“Cedera engkel sering dianggap sepele, padahal jika tidak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan ketidakstabilan sendi dalam jangka panjang,” ujar dr. Chikih, Sp.KO, MKK(DMA).
Cedera Engkel: Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Cedera engkel terjadi ketika ligamen di sekitar pergelangan kaki mengalami peregangan berlebihan atau robekan. Kondisi ini umumnya dipicu oleh gerakan yang tidak terkontrol, seperti salah pijak atau pendaratan yang kurang tepat.
Beberapa faktor yang sering menjadi penyebab antara lain:
- Permukaan lapangan yang tidak rata
- Penggunaan sepatu olahraga yang kurang mendukung
- Kelemahan otot di sekitar pergelangan kaki
- Riwayat cedera engkel sebelumnya
“Faktor risiko terbesar justru pada mereka yang pernah mengalami cedera serupa, karena stabilitas sendi sudah menurun,” jelas dr. Chikih.
Gejala Cedera Engkel yang Sering Muncul
Gejala cedera engkel bisa berbeda-beda, tergantung tingkat keparahannya. Namun, secara umum Anda perlu waspada jika mengalami:
- Nyeri saat menapak atau menggerakkan kaki
- Pembengkakan dan memar di area pergelangan
- Keterbatasan gerak
- Rasa tidak stabil saat berdiri atau berjalan
- Bunyi “krek” saat cedera terjadi
“Jika muncul pembengkakan disertai nyeri hebat, sebaiknya tidak dipaksakan untuk berjalan karena bisa memperparah kondisi ligamen,” tambahnya.
Tingkatan Cedera Engkel
Cedera ini terbagi dalam tiga derajat, yaitu:
- Derajat 1: Peregangan ringan tanpa robekan ligamen
- Derajat 2: Robekan sebagian ligamen dengan nyeri dan bengkak sedang
- Derajat 3: Robekan total ligamen yang menyebabkan ketidakstabilan signifikan
Diagnosis biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik, dan jika diperlukan, dilanjutkan dengan USG atau MRI.
Penanganan Cedera Engkel yang Tepat
Penanganan awal cedera engkel umumnya mengikuti metode RICE:
- Rest: Istirahatkan kaki dari aktivitas berat
- Ice: Kompres dingin selama 15–20 menit
- Compression: Gunakan perban elastis
- Elevation: Posisikan kaki lebih tinggi saat beristirahat
“Penanganan awal yang tepat sangat menentukan proses pemulihan. Jangan langsung kembali beraktivitas sebelum kondisi benar-benar stabil,” kata dr. Chikih.
Pentingnya Rehabilitasi untuk Cedera Engkel
Pemulihan tidak berhenti pada hilangnya rasa nyeri. Rehabilitasi menjadi langkah penting untuk mengembalikan fungsi sendi secara optimal.
Program rehabilitasi biasanya meliputi:
- Latihan penguatan otot
- Latihan keseimbangan
- Edukasi teknik gerakan yang benar
“Rehabilitasi bertujuan mencegah chronic ankle instability, yaitu kondisi di mana engkel mudah terkilir berulang,” jelas dr. Chikih.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan jika Anda mengalami:
- Nyeri dan bengkak tidak membaik dalam 3 hari
- Engkel terasa tidak stabil
- Kesulitan menapak atau berjalan
“Penanganan yang cepat akan mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi jangka panjang,” tutup dr. Chikih.
Untuk penanganan yang lebih komprehensif, Orthosports Wellness Center di RS Premier Bintaro menyediakan layanan diagnosis, terapi, hingga program pencegahan cedera ulang. Didukung oleh tim dokter spesialis kedokteran olahraga, ortopedi, dan fisioterapis, pasien dapat menjalani pemulihan secara optimal dan terarah.
Dengan pemahaman yang tepat, cedera engkel tidak hanya bisa diatasi, tetapi juga dicegah agar tidak mengganggu aktivitas harian Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







