Womanindonesia.co.id – Niat menenangkan diri ke alam justru berubah jadi mimpi terburuk. Premis inilah yang diangkat Dusun Mayit, horor terbaru produksi Hitmaker Studios yang siap mengguncang bioskop akhir tahun.
Studio yang didirikan Rocky Soraya pada 2012 itu kembali membuktikan konsistensinya sebagai mesin pencetak horor laris. Nama Hitmaker Studios sudah lama identik dengan film-film yang memadukan teror modern dan kearifan lokal—formula yang membuat karya-karyanya tak hanya box office, tapi juga kerap mencuri perhatian festival hingga memecahkan rekor MURI.
“Kami selalu ingin menghadirkan cerita yang dekat dengan budaya, tapi tetap relevan buat penonton sekarang,” ujar Rocky di Jakarta, Selasa (23/12).
Pernyataan itu terasa nyata lewat pilihan cerita Dusun Mayit. Film ini diangkat dari thread horor viral karya JeroPoint, yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Ceritanya terasa akrab bagi generasi muda: empat mahasiswa memilih mendaki gunung sebagai pelarian dari penat, tanpa menyadari bahwa “healing” mereka justru membuka pintu ke dunia lain.
Sejak awal berdiri, Hitmaker Studios memang dikenal piawai mengolah horor berbasis folklore. Deretan judul seperti Rumah Kentang, Mall Klender, 308, Tarot, Rumah Gurita, hingga rilisan terbaru Panggonan Wingit 2: Miss K, Rego Nyowo, dan Getih Ireng menjadi bukti konsistensi atmosfer mencekam yang mereka tawarkan. Setiap film hadir dengan ciri khas: cerita lokal, mitos yang membumi, dan teror yang perlahan merayap.
Kali ini, ketegangan Dusun Mayit semakin diperkuat oleh kehadiran sutradara kawakan Rizal Mantovani, yang dikenal piawai meracik visual horor dengan nuansa psikologis. Kolaborasi Rizal Mantovani dan Rocky Soraya kembali menjadi jaminan bahwa film ini tak sekadar mengandalkan jump scare, tapi juga atmosfer yang menghantui lama setelah lampu bioskop menyala.
Film Dusun Mayit dijadwalkan tayang mulai 31 Desember 2025, tepat saat liburan akhir tahun – momen ketika penonton biasanya mencari hiburan, namun justru akan diajak masuk ke teror desa gaib yang menuntut tumbal.
###Sinopsis Singkat
Aryo, Yuni, Nita, dan Raka adalah empat mahasiswa yang mendaki Gunung Welirang untuk mengisi liburan. Namun segalanya berubah ketika Nita menemukan sesajen dan terjatuh ke sebuah telaga. Sejak saat itu, Nita bukan lagi dirinya sendiri. Senyumannya menyeramkan, ucapannya asing, berbahasa Jawa:
“Siji, loro, telu…
Sing podo teko, lali dalan mulih.”
Berniat turun gunung, mereka justru tersesat. Jalan pulang seperti berputar di tempat yang sama. Pasar gaib, pagelaran wayang janggal, sosok-sosok tak kasatmata, hingga ilalang tak berujung menjerat langkah mereka. Dengan bantuan seorang kakek misterius bernama Mbah Surop, mereka mengetahui kebenaran mengerikan: mereka terjebak di Dusun Mayit, desa gaib yang menuntut tumbal dan Nita telah ditandai.
Pertanyaannya kini bukan sekadar apakah mereka bisa menyelamatkan Nita, melainkan apakah ada jalan pulang bagi mereka yang sudah terlanjur “diterima” oleh desa tersebut.
Dengan premis dekat keseharian anak muda, akar budaya yang kuat, dan reputasi besar di balik layar, Dusun Mayit berpotensi menjadi horor penutup tahun yang bukan hanya menakutkan, tapi juga membekas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








