Indeks
Cerita Kita
Sunday, March 8, 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Economics & Culture
    • Entertaintment
    • Technology & Otomotive
  • Beauty
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Financial
  • Healthy
    • Activity
    • Food
    • Mood
  • Relationship
    • Dating
    • Married
    • Parenting
    • Sex
  • Review
    • Books
    • Hotel & Resto
    • Movie
    • Travelling
  • Inspirations
    • Profile
    • Story
  • K-POP
  • Event
#Quotes
Home Healthy Activity

Kasus Turun 8 Kali Lipat, Begini Cara India Kendalikan Covid-19

Ditulis oleh Andi Mardana
24 June 2021 wi
in Activity, Healthy
Kasus Turun 8 Kali Lipat, Begini Cara India Kendalikan Covid-19
91
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

WomanIndonesia.co.id – Tak kunjung surut, Covid-19 justru meningkat tajam di India sekira 2 bulan lalu. Waktu kasus di India meningkat tajam maka sudah banyak bahasan yang dilakukan, tapi kita perlu tahu juga bahwa India juga berhasil dengan amat cepat menurunkan kasusnya.

Prof Tjandra Yoga Aditama, Mantan Direktur WHO Asia Tenggara 2018-2020 yang waktu itu berkantor di New Delhi mejelaskan, kasus COVID-19 baru di India naik 40 kali dari 9.121 orang pada 15 Februari 2021 menjadi tertinggi  414.188 kasus sehari pada 6 Mei 2021.

India lalu melakukan berbagai upaya maksimal sehingga angka kasus baru terus turun dengan tajam, data 22 Juni 2021 menunjukkan 50.848 kasus baru dalam seharinya, jadi turun delapan kali lipat dalam waktu sebulan saja.

“Mungkin baik kita lihat apa yang India lakukan, yang pada dasarnya merupakan kaidah umum mengendalikan peningkatan kasus yang tinggi,” ungkap Prof Tjandra dalam keterangan tertulisnya yang diterima WomanIndonesia.co.id Kamis (24/6).

Langkah Pertama
Ketika kasus meningkat tajam di India maka beberapa daerah / negara bagian di negara itu melakukan berbagai tingkat pembatasan sosial:

  • Ada yang dengan amat memperketat 3M (yang di India disebut dengan 3 W, “wear a mask, wash your hand, watch the distance”);
  • ada yang membatasi kegiatan dengan pemberlakuan jam malam;
  • dan ada juga yang lockdown sebagian/parsial dan ada juga yang total penuh sampai beberapa waktu.

“Lalu, dianalisa dengan menghubungkan pola pergerakan penduduk pada saat pembatasan kegiatan (bahkan sampai lock down) dengan penurunan jumlah kasus dari hari ke hari, dalam bentuk ‘Movement Restriction and Mobility Change’,” jelas Prof Tjandra.

Tentu, kata ia pembatasan kegiatan sosial tidaklah berkepanjangan. New Delhi misalnya, mulai menerapkan ‘lockdown’ total pada 17 April 2021 dan lalu ketika kasus mulai terkendali maka pada 31 Mei 2021 mulai dilakukan pelonggararan dalam bentuk ‘unlocking process’ secara bertahap. 
 
Langkah Kedua
Hal ke dua yang dilakukan di India adalah meningkatkan jumlah test secara amat bermakna. Pada bulan Februari 2021 sebelum ada peningkatan kasus maka jumlah tes yang dilakukan perhari pernah berkisar antara 700 dan 800 ribu.

Begitu ada peningkatan kasus maka jumlah tes dinaikkkan secara amat besar-besaran dan mencapai lebih dari 2 juta tes seharinya pada bulan Mei 2021. Kita tahu bahwa tes punya tiga manfaat amat penting.

Pertama, mereka yang positif dapat ditangani dari aspek kesehatannya, kedua mereka dapat diisolasi atau dikarantina mandiri atau dirawat sesuai kebutuhan, dan ke tiga dapat diputus rantai penularan dari yang positif ke masyarakat sekitarnya. Tentu saja sesudah tes maka harus diikuti dengan kegiatan telusur (tracing) yang massif pula.

Langkah Ketiga
Hal ke tiga yang juga amat ditingkatkan di India adalah vaksinasi. Begitu kasus meningkat maka India juga melakukan vaksinasi secara amat besar-besaran, dan jumlahnya meningkat amat tajam hampir 15 kali lipat dalam 4 bulan. Sehari dapat sampai 3 juta orang yang divaksin.

Tentu saja selain ke tiga upaya besar ini maka pelayanan kesehatan juga amat diperkuat di India pada bulan-bulan kasusnya amat tinggi.
 
“

Selain tiga hal itu, lanjut Prof Tjandra bagi kita anggota masyarakat maka mari terus memperketat 3M dan juga 5M.

Kalau toh amat terpaksa keluar rumah maka lakukanlah tiga hal:

  • Pertama, tetaplah patuh untuk jaga jarak, WHO menyebutnya sebagai ‘farther away from others safer than close together’.
  • Kedua, kalau toh harus berkumpul maka memang akan jauh lebih baik kalau dilakukan di udara terbuka, “open air spaces safer than enclosed spaces”. Kalau betul-betul terpaksa harus di dalam ruangan maka anjurannya adalah jendela dibuka agar ada ventilasi terbuka dengan udara luar atau diterapkan desain ruangan dengan menerapkan tehnologi sirkulasi udara dengan tepat.
  • Ketiga adalah mengurangi lamanya waktu kalau harus berada di luar rumah, yang disebut “shorter time periods with others are safer”.

Recommended By Editor

Berat Badan Anak Susah Naik, Ini Pemicu dan Cara Mengatasinya

Kulit Bayi Lebih Sensitif, Dexbaby Hadir sebagai Solusi Perawatan yang Aman

Kiat Cermat Memilih Pangan Olahan untuk Mencegah Obesitas

Tips Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa yang Tepat untuk Lansia


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Share45Tweet19Pin7

RELATED ARTICLES

Berat Badan Anak Susah Naik, Ini Pemicu dan Cara Mengatasinya_Womanindonesia.co.id
Food

Berat Badan Anak Susah Naik, Ini Pemicu dan Cara Mengatasinya

18 hours ago
Kulit Bayi Lebih Sensitif, Dexbaby Hadir sebagai Solusi Perawatan yang Aman_Womanindonesia.co.id
Parenting

Kulit Bayi Lebih Sensitif, Dexbaby Hadir sebagai Solusi Perawatan yang Aman

22 hours ago
Kiat Cermat Memilih Pangan Olahan untuk Mencegah Obesitas_Womanindonesia.co.id
Food

Kiat Cermat Memilih Pangan Olahan untuk Mencegah Obesitas

4 days ago
Tips Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa yang Tepat untuk Lansia_Womanindonesia.co.id
Activity

Tips Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa yang Tepat untuk Lansia

1 week ago
Formula Rayakan 40 Tahun Inovasi untuk Kesehatan Gigi Indonesia_Womanindonesia.co.id
Activity

Formula Rayakan 40 Tahun Inovasi untuk Kesehatan Gigi Indonesia

2 weeks ago
Mie Nyemek ala Banglahdes’e dan Jogja, Inovasi Indomie yang Merayakan Kreativitas Lokal_womanindonesia.co.id
Hotel & Resto

Mie Nyemek ala Banglahdes’e dan Jogja, Inovasi Indomie yang Merayakan Kreativitas Lokal

3 weeks ago
Next Post
Chef Renatta dan Raffi Ahmad Kolaborasi Majuka Industri Kuliner Indonesia

Chef Renatta dan Raffi Ahmad Kolaborasi Majuka Industri Kuliner Indonesia

WOMANINDONESIA

Informasi Terkini Untuk Perempuan Indonesia, Mulai Dari Kesehatan, Lifestyle, Keuangan, Fashion, Relationship, Food Review, Hot Issue Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Topik Pilihan

usus makan uang bahan nasi run kerja anak iu kai sehat kesehatan ibu aman erha bar Indonesia os Me sel ikan alam

Informasi

  • About Us
  • Career
  • Media Kit
  • Contact Us
  • Sitemap

Alamat Redaksi

PT. Komunikasi Perkasa Indonesia. Epicentrum Walk Lt. 3 Unit A306-A307 Kawasan Rasuna Epicentrum Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta 12960.

: halo@womanindonesia.co.id
: 0812 8877 7317
: +62 812 8877 7317
: +62 812 8877 7317

BLOGROLL

  • Womenpedia
  • Trend.co.id
  • Create.web.id
  • zonanusantara.com
  • Desa.or.id
  • RedJasa.com
  • School.sch.id
  • SEO.sch.id
  • SLI.sch.id
  • Urbanoir.net
  • YPI.ac.id
  • idkoe.com
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions
  • Indeks

© 2021 womanindonesia.co.id - All rights reserved. | DMCA.com Protection Status

No Result
View All Result
  • News
    • Entertaintment
    • Politics
    • Economics & Culture
    • Technology & Otomotive
  • Lifestyle
    • Beauty
    • Fashion
    • Financial
  • Healthy
    • Activity
    • Food
    • Mood
  • Relationship
    • Dating
    • Parenting
    • Married
    • Sex
  • Review
    • Hotel & Resto
    • Books
    • Movie
    • Music
  • Inspirations
    • Profile
    • Story
  • K-POP
  • Motivasi
    • Jiwa Bahagia
  • Quotes
  • Event

© 2021 womanindonesia.co.id - All rights reserved. | DMCA.com Protection Status

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist