Womanindonesia.co.id – Istilah Alopecia saat ini tengah ramai diperbincangkan warganet di media sosial.
Alopecia Areata tersebut membuat rambut rontok hingga menyebabkan kebotakan. Hal tersebut diketahui terjadi karena penyakit autoimun.
Alopecia disebut penyakit autoimun karena kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat pada tubuh sendiri. Penyakit ini menyerang folikel rambut.
Folikel rambut merupakan struktur tempat rambut akan tumbuh. Penyakit Alopecia ini menyebabkan folikel rambut akan menjadi semakin kecil dan berhenti memproduksi rambut, awalnya menimbulkan rambut rontok hingga mengakibatkan kebotakan jika dibiarkan.

Kondisi Alopecia ini bisa terjadi secara bertahap atau tiba-tiba. Selain menyebabkan terbentuknya botak pitak pada kulit kepala, alopecia areata juga dapat menyebabkan kebotakan pada satu area secara menyeluruh.
Alopecia areata jenis ini disebut alopecia areata totalis. Selain itu, ada juga alopecia areata yang terjadi di semua area tubuh yang berambut, atau disebut alopecia areata universalis.
Alopecia areata bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Meski demikian, alopecia areata umumnya terjadi sebelum penderitanya berusia 30 tahun. Kondisi ini juga paling sering memengaruhi rambut yang ada di kulit kepala.

Sampai saat ini, pengobatan yang cocok untuk menyembuhkan penyakit alopecia areata masih belum ditemukan. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk merangsang pertumbuhan rambut agar kembali tumbuh lebih cepat. Obat-obatan yang diberikan dokter, antara lain:
- Obat untuk merangsang pertumbuhan rambut kembali.
- Obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh.
- Obat untuk memengaruhi sistem imun pada kulit.
- Obat untuk mengalihkan sistem pertahanan tubuh.
- Krim tabir surya dan rambut palsu atau topi untuk melindungi kulit kepala dari sinar matahari.
- Bulu mata palsu dan kacamata yang berguna untuk melindungi mata pengidap alopecia areata dari debu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News