Womanindonesia.co.id – Rezky Aditya tak lagi hanya dikenal sebagai aktor dengan deretan judul sinetron populer. Di luar sorotan kamera, ia perlahan membangun babak baru dalam hidupnya dengan menekuni dunia bisnis olahraga. Pilihannya jatuh pada padel olahraga raket yang tengah naik daun di kalangan urban yang kini ia kembangkan secara serius melalui Monarch Padel.
Langkah ini bukan keputusan instan. Bagi Rezky Aditya, bisnis padel adalah bentuk keberanian keluar dari zona nyaman sekaligus investasi jangka panjang yang sejalan dengan gaya hidup sehat. “Saya melihat padel bukan sekadar tren, tapi olahraga yang punya potensi besar untuk tumbuh bersama komunitas,” ujarnya saat pembukaan Monarch Padel Club Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (14/2).
Perjalanan Monarch Padel memasuki fase penting pada Februari 2026. Setelah lebih dulu membangun fondasi lewat Monarch Padel Academy di Bintaro, kini Monarch resmi membuka cabang keduanya, Monarch Padel Club Pejaten, Jakarta Selatan. Kehadiran cabang baru ini menandai keseriusan Rezky Aditya dalam membangun ekosistem padel yang berkelanjutan.
Berbeda dengan Academy yang fokus pada pembelajaran dasar dan teknik, Monarch Padel Club Pejaten dirancang sebagai ruang lanjutan bagi para pemain yang ingin naik level. Mengusung konsep “Built for Competitive Play, Beyond the Court”, klub ini tak hanya menitikberatkan aspek kompetisi, tetapi juga pengalaman bermain secara menyeluruh.
Enam lapangan padel panoramic berstandar profesional menjadi jantung dari Monarch Padel Club Pejaten. Desain lapangan dengan visibilitas optimal memungkinkan pemain tetap fokus dan nyaman, baik untuk latihan intensif maupun turnamen berskala besar. Tata ruangnya pun dibuat lebih serius dan profesional, menghadirkan atmosfer kompetitif yang tetap inklusif.
Namun, bagi Rezky Aditya, olahraga tidak berdiri sendiri. Ia memahami bahwa padel tumbuh seiring komunitas dan gaya hidup. Karena itu, Monarch Padel Club Pejaten dilengkapi area F&B yang luas sebagai ruang berkumpul. Setelah pertandingan, pemain bisa berdiskusi, memperluas jejaring, hingga mempererat relasi sosial—sebuah pengalaman yang melampaui aktivitas di lapangan.
“Kami melihat padel bukan hanya sebagai olahraga, tetapi sebagai platform untuk membangun komunitas. Monarch Club Pejaten dirancang untuk menjembatani kebutuhan kompetisi sekaligus ruang sosial, sehingga pemain bisa tumbuh bersama, baik di dalam maupun di luar lapangan,” kata Rezky.
Kenyamanan pengunjung juga menjadi perhatian utama. Area parkir yang luas disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan pemain dan tamu, terutama saat turnamen atau event komunitas berlangsung. Fasilitas mushola yang representatif turut dihadirkan sebagai bentuk komitmen Monarch dalam menciptakan ruang yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Berlokasi strategis di Pejaten, Jakarta Selatan, Monarch Padel Club Pejaten diharapkan menjadi titik temu baru bagi pecinta olahraga, komunitas padel, hingga profesional urban yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup aktif. Lebih jauh, Rezky Aditya menargetkan pengembangan Monarch Padel hingga lima cabang sebagai langkah membangun jaringan padel yang kuat di Jakarta.
Lewat Monarch Padel, Rezky Aditya menunjukkan bahwa popularitas bukan satu-satunya tujuan. Ia memilih membangun sesuatu yang bernilai, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi masyarakat. Dari sinetron ke lapangan padel, langkahnya mungkin sunyi, namun visinya jelas: menghadirkan olahraga sebagai ruang tumbuh bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







