Womanindonesia.co.id – Sejak berdiri pada 2019, Kacamatamoo membawa visi untuk menghadirkan perubahan dalam industri optik di Indonesia. Sejak awal brand ini tidak hanya berfokus pada fungsi optik dan kesehatan mata, tetapi juga menempatkan kacamata sebagai bagian dari fashion dan gaya hidup.
Perubahan generasi dari baby boomer menuju milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha menjadi dasar Kacamatamoo dalam merancang pendekatan bisnis yang lebih segar, modern, dan relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini. Hal tersebut tercermin dari desain produk, komunikasi brand, hingga pengalaman berbelanja yang ingin dihadirkan berbeda dari optik tradisional yang cenderung kaku dan berkesan old school.
Cindy Oktavian, Co-Founder Kacamatamoo, menjelaskan Kacamatamoo memulai bisnis secara penuh melalui kanal online selama dua tahun pertama. Momentum pandemi COVID-19 dimanfaatkan untuk membangun basis pelanggan yang kuat, seiring pergeseran perilaku konsumen ke kanal digital. Setelah pandemi mereda, Kacamatamoo melihat adanya kebutuhan baru dari konsumen akan pengalaman langsung di toko fisik. Pada 2022, Kacamatamoo membuka gerai offline pertamanya dan mendapatkan respons positif dari pelanggan yang sebelumnya telah terbangun loyalitasnya melalui kanal online.
“Hingga akhir 2025, Kacamatamoo telah mengoperasikan lebih dari 70 toko dengan total pelanggan yang telah dilayani mencapai lebih dari 300 ribu orang, serta mencatatkan transaksi lebih dari 1,3 juta pasang kacamata,” ungkap Cindy dalam keterangan tertulisnya Senin (29/12).
Kepuasan konsumen menjadi fokus utama Kacamatamoo dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Cindy menegaskan bahwa kacamata bukanlah produk yang bisa dibeli secara sembarangan, karena berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan mata. Oleh karena itu, Kacamatamoo memastikan setiap pelanggan mendapatkan customer journey yang praktis, cepat, namun tetap akurat.
Mulai dari pengecekan mata, pemilihan lensa, hingga pelayanan di dalam toko, seluruh proses dirancang agar tidak bertele-tele dan sesuai dengan kebiasaan konsumen modern yang mengutamakan efisiensi. Pengalaman di dalam toko pun diperhatikan secara detail, mulai dari visualisasi ruang, aroma, hingga standar komunikasi staf yang terus dipantau dan ditingkatkan sebagai bagian dari touch point brand.
Selain pengalaman di toko, Kacamatamoo juga menaruh perhatian besar pada kualitas pelayanan secara menyeluruh. Harga yang terjangkau disesuaikan dengan kualitas produk dan layanan, termasuk kecepatan pemrosesan pesanan serta layanan purna jual. Cindy menyebutkan bahwa Kacamatamoo berupaya memberikan pelayanan setara “bintang lima” dengan harga yang tetap dapat diakses oleh masyarakat luas.
Pendekatan ini sejalan dengan tujuan awal Kacamatamoo untuk menjadikan kacamata lebih mudah diakses, tidak eksklusif, dan tidak terbatas pada lokasi tertentu seperti pusat perbelanjaan besar, karena sebagian besar toko Kacamatamoo hadir dalam format standalone di ruko dan jalan utama.
Faktor edukasi juga menjadi penentu penting dalam menjaga kepuasan konsumen. Kacamatamoo aktif membangun engagement tidak hanya dengan pelanggan, tetapi juga dengan masyarakat luas melalui media sosial dan berbagai kegiatan offline. Edukasi mengenai pentingnya kesehatan mata, klarifikasi mitos seputar penggunaan kacamata, hingga sosialisasi ke sekolah, kampus, dan perkantoran dilakukan secara konsisten.
“Meningkatnya kesadaran konsumen akan kesehatan mata akan berdampak langsung pada kepuasan dan kepercayaan terhadap brand,” ujar Cindy.
Dalam konteks ekspansi, Kacamatamoo menjadikan kepuasan pelanggan sebagai sumber riset pasar utama. Basis pelanggan yang telah terbangun digunakan untuk memahami lokasi dengan permintaan tinggi dan kebutuhan konsumen di tiap wilayah. Selain ekspansi organik, Kacamatamoo juga membuka program kemitraan yang berkontribusi signifikan terhadap percepatan pertumbuhan jumlah toko.
Strategi ini memungkinkan ekspansi yang lebih cepat tanpa mengorbankan standar layanan, karena seluruh mitra tetap mengikuti SOP yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Untuk 2026, Kacamatamoo menargetkan total 120 outlet sebagai bagian dari rencana pengembangan jangka menengah.
Melalui fokus pada pengalaman pelanggan, pelayanan yang terstandarisasi, edukasi berkelanjutan, serta pemanfaatan data konsumen sebagai dasar ekspansi, Kacamatamoo menunjukkan bahwa kepuasan konsumen bukan hanya hasil akhir, melainkan fondasi utama dalam membangun pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan di industri kacamata Indonesia.
Berkat strategi yang dijalankan, Kacamatamoo berhasil menyabet Top Customer Satisfaction Award 2025, penghargaan bergengsi dari INFOBRAND.ID dan TRAS N CO Indonesia, yang diberikan kepada brand-brand yang telah berhasil mencapai tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi melalui channel marketplace di Indonesia.
Tingginya kepuasan pelanggan tercermin dari 167 ribu lebih ulasan positif konsumen melalui official store resminya di marketplace yang mendapatkan rating rata-rata 4,9. Aktif diberbagai sosial media dengan lebih dari 1,6 juta pengikut, tayangan konten TikToknya disukai hingga 39 juta kali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








