Womanindonesia.co.id – Lebaran memang selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu. Selain jadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga, momen ini juga identik dengan berbagai pengeluaran mulai dari mudik, belanja baju baru, sampai berbagi tunjangan hari raya (THR). Tidak heran jika setelah Lebaran, banyak orang mulai merasa kondisi keuangannya “agak goyang”.
Nah, daripada panik, justru ini saat yang tepat buat mulai berbenah. Sequis Life juga mengingatkan pentingnya melakukan reset finansial dan gaya hidup setelah melewati periode konsumtif selama Ramadan dan libur Lebaran.
Ajakan ini disampaikan oleh Agustina Samara selaku Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life dalam acara Halalbihalal bertema “Better Tomorrow Starts Today: Feel Good, Stay Healthy, Be Protected”. Menurutnya, fase pasca-Lebaran bukan sekadar kembali ke rutinitas, tapi juga momen refleksi untuk menata ulang prioritas hidup.
“Feel Good bukan sekadar suasana hati, tetapi rasa tenang karena kondisi keuangan terkendali dan kesehatan terjaga. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap keluarga sebagai #YangPalingBerarti dalam hidup,” ujar Tina di Jakarta, Selasa (31/3).
Tips Mengatur Keuangan Pasca Lebaran
1. Mulai dari Evaluasi: Uang Lari ke Mana?
Salah satu langkah paling sederhana tapi sering diabaikan adalah evaluasi pengeluaran. Setelah Lebaran, coba deh jujur ke diri sendiri: berapa banyak uang yang keluar? Apakah ada pengeluaran yang sebenarnya bisa ditekan?
Menurut perencanaan keuangan dan kesehatan bersama Faculty Head Sequis Quality Empowerment (STAE) Sequis Life Yan Ardhianto Handoyo, AWP®, RFP, kondisi finansial yang sehat itu bukan soal gaji besar, tapi soal disiplin.
“Pasca-Lebaran merupakan momen yang tepat untuk melakukan reset finansial. Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain disiplin mengelola arus kas, mengendalikan utang, menyiapkan dana darurat, serta lengkapi dengan proteksi guna menjaga kondisi keuangan dari risiko tidak terduga,” jelas Yan.
Jadi, bukan cuma soal “hemat”, tapi juga soal strategi.
2. Atur Ulang Pos Keuangan Biar Tidak Boncos
Biar nggak bingung, kamu bisa mulai dengan membagi keuangan ke dalam beberapa pos. Yan menyarankan pembagian yang cukup realistis:
- 50–60% untuk kebutuhan rutin (makan, transport, tagihan)
- 10–20% untuk tabungan dan dana darurat
- Sisanya untuk investasi dan proteksi
Kalau setelah Lebaran kamu punya utang (misalnya dari kartu kredit atau paylater), ini saatnya buat mulai mengontrol. Prioritaskan pelunasan utang berbunga tinggi dulu supaya nggak makin berat ke depannya.
Yan juga mengingatkan bahwa proteksi itu penting, bukan cuma tambahan.
“Asuransi jiwa dan kesehatan merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan finansial keluarga. Asuransi bukan sekadar biaya, melainkan instrumen perlindungan untuk meminimalkan dampak finansial dari risiko yang tidak terduga,” tegasnya.
3. Jangan Lupa: Kesehatan Juga “Aset”
Sering kali orang fokus beresin keuangan, tapi lupa kalau kesehatan juga bisa berdampak besar ke kondisi finansial. Padahal, setelah Lebaran, pola makan biasanya masih “berantakan” opor, rendang, kue kering masih jadi menu harian.
Dokter Spesialis Gizi Klinik RSPI – Pondok Indah, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp. G.K mengingatkan pentingnya lebih peka terhadap kondisi tubuh.
“Seseorang dapat saja merasa sehat secara fisik. Namun, indikator kesehatannya belum tentu optimal. Bahkan, dapat mengalami gangguan metabolik. Deteksi dini melalui pemeriksaan berkala merupakan langkah preventif yang lebih cerdas dibandingkan pengobatan jangka panjang,” jelas dr. Juwalita.
Ia juga menyarankan untuk menerapkan prinsip “Know Your Numbers”, seperti rutin cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan berat badan. Kedengarannya simpel, tapi dampaknya besar.
Apalagi sekarang, tren penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas justru meningkat di usia muda. Gaya hidup digital yang minim gerak jadi salah satu penyebab utamanya.
4. Hidup Seimbang Itu Kunci
Diskusi ini juga semakin relatable ketika Donna Agnesia ikut berbagi perspektif. Sebagai figur publik yang sibuk, ia tetap menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup.
“Olahraga yang konsisten akan menjadi kebutuhan tubuh secara alami. Kesibukan seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan,” ujarnya.
Donna juga mengingatkan bahwa proteksi seperti asuransi adalah bentuk cinta untuk keluarga. Karena pada akhirnya, semua yang kita lakukan baik kerja keras maupun perencanaan keuangan tujuannya untuk melindungi orang-orang terdekat.
5. Pelan-Pelan, yang Penting Konsisten
Mengatur keuangan pasca Lebaran nggak harus langsung drastis. Nggak perlu langsung jadi “super hemat” atau langsung investasi besar-besaran. Yang penting adalah mulai dulu, dari langkah kecil.
Misalnya:
- Mulai catat pengeluaran harian
- Kurangi jajan impulsif
- Sisihkan uang di awal, bukan di akhir bulan
- Mulai olahraga ringan lagi
Karena pada akhirnya, seperti yang disampaikan dalam acara ini, hari esok yang lebih baik itu nggak datang tiba-tiba. Semua berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Jadi, setelah Lebaran ini, yuk bukan cuma kembali ke rutinitas, tapi juga naik level lebih sehat, lebih rapi keuangan, dan tentu saja lebih siap menghadapi masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








