Cacar Api adalah infeksi virus yang rentan menyerang orang dewasa dengan imunitas menurun. Kenali risiko, komplikasi, dan pentingnya pencegahan melalui vaksinasi.
Womanindonesia.co.id – Di balik kesibukan perempuan dewasa menjalani peran sebagai pekerja, ibu, pasangan, sekaligus penjaga kesehatan keluarga, ada satu ancaman kesehatan yang kerap luput dari perhatian: Cacar Api. Penyakit ini bukan sekadar ruam kulit biasa, melainkan infeksi serius yang dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan, terutama pada usia dewasa dan lanjut usia.
Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia secara alami mengalami penurunan imunitas atau age-related immunity decline (ARDI). Kondisi ini membuat orang dewasa semakin rentan terhadap berbagai infeksi, salah satunya Herpes Zoster atau yang lebih dikenal sebagai Cacar Api. Penyakit ini disebabkan oleh reaktivasi Virus Varicella Zoster, virus yang sama dengan penyebab cacar air.
Cacar Api Lebih Rentan Menyerang Orang Dewasa
Herpes Zoster sering terjadi pada lansia karena daya tahan tubuh yang melemah. Padahal, penyakit infeksi dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada orang dewasa sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.
Melihat urgensi tersebut, GSK Indonesia bersama Rumah Sakit Siloam Lippo Village menggelar health talk sebagai bagian dari kampanye edukasi “Kenali Cacar Api”. Acara ini turut dihadiri oleh Maia Estianty sebagai Duta Kampanye Kesehatan, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan terhadap infeksi virus ini, khususnya pada individu dengan penyakit penyerta.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Siloam Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, menyoroti tingginya kasus komplikasi yang ditangani akibat Herpes Zoster.
“Kami di Rumah Sakit Siloam Lippo Village juga menangani banyak pasien Herpes Zoster. Dengan komplikasi yang paling banyak kami tangani yaitu Nyeri Pascaherpes (NPH). Berdasarkan cerita dari para penyintas, nyeri ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan berkurangnya kualitas hidup. Beberapa individu menyatakan bahwa nyeri ini menyebabkan berkurangnya produktivitas kerja, kualitas tidur, waktu dengan keluarga, dan kemampuan untuk menikmati aktivitas sehari-hari,” katanya di Tangerang, Sabtu (17/1).
Nyeri Pascaherpes atau NPH merupakan nyeri saraf yang muncul setelah ruam Cacar Api sembuh. Rasa nyerinya bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, dan sering kali sulit ditangani.
Banyak yang Berisiko, Namun Tidak Menyadarinya
Menurut dr. Sandra, banyak orang sebenarnya berisiko terkena Herpes Zoster tanpa menyadarinya hingga terlambat.
Selain faktor usia, individu dengan penyakit penyerta seperti autoimun, kanker, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan ginjal memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi viru ini. Karena itu, pencegahan menjadi langkah yang jauh lebih penting daripada sekadar pengobatan setelah infeksi terjadi.
Menjaga Kesehatan Agar Tetap Produktif
Sebagai Duta Kampanye Kesehatan “Kenali Cacar Api”, Maia Estianty mengangkat pesan Ageing Gracefully, sebuah ajakan untuk menua dengan sehat, tetap aktif, dan produktif.
“Sebagai pekerja seni yang aktif, ibu, dan istri, masih banyak yang ingin saya lakukan ke depan. Saya ingin terus berkarya dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga sehingga saya harus menjaga kesehatan agar momen bahagia tidak terlewatkan. Untuk mencegah terjadinya cacar api, penting bagi orang dewasa untuk menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan rutin berolahraga, termasuk dengan melakukan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter.”
Pesan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bukan hanya soal hari ini, tetapi juga investasi untuk masa depan.
Vaksinasi, Langkah Proaktif Melindungi Diri
Sesuai rekomendasi Satgas Imunisasi PAPDI 2025, vaksin Herpes Zoster direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit jantung, diabetes, dan penyakit ginjal. Vaksinasi membantu menurunkan risiko terkena Herpes Zoster serta mencegah komplikasi berat apabila infeksi tetap terjadi.
Head of Medical Adult Vaccine GSK Indonesia, dr. Johan Wijoyo, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pencegahan penyakit menular melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Kami aktif meningkatkan kesadaran publik melalui edukasi khusus tentang pentingnya pencegahan cacar api atau Herpes Zoster, termasuk vaksinasi sebagai langkah preventif yang efektif. Kami percaya bahwa edukasi dan akses informasi yang tepat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik.”
Sebagai bentuk komitmen nyata, GSK Indonesia telah menjalin kerja sama resmi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama. Kemitraan ini bertujuan memperluas akses edukasi kesehatan, mempermudah konsultasi medis, dan meningkatkan kesadaran penyakit pada masyarakat dewasa.
GSK Indonesia juga menghadirkan chatbot WhatsApp KECAPI (Kenali Cacar Api) serta platform digital seperti KenaliCacarApi.com dan kampanye media sosial @AyoKitaVaksin untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
“GSK Indonesia bersinergi dengan Maia Estianty dan Rumah Sakit Siloam Lippo Village untuk menjangkau lebih banyak masyarakat melalui edukasi pencegahan Cacar Api. Kami juga mengajak media menyebarluaskan informasi mengenai KECAPI, platform digital yang mudah diakses, serta berbagai inisiatif edukasi berkelanjutan,” tutup dr. Johan.
Waspada Cacar Api dan Komplikasinya
Herpes Zoster disebabkan oleh reaktivasi Virus Varicella Zoster. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut akan tetap dorman di dalam saraf dan dapat aktif kembali di kemudian hari sebagai Cacar Api.
Sekitar 9 dari 10 individu dewasa di atas 50 tahun telah memiliki virus ini di dalam tubuhnya. Artinya, 1 dari 3 orang dewasa berisiko mengalami Cacar Api sepanjang hidupnya. Risiko ini meningkat pada individu dengan gangguan jantung dan diabetes.
Meskipun Herpes Zoster tidak menular secara langsung antarindividu, virus dapat berpindah melalui kontak dengan cairan lepuh dan menyebabkan cacar air pada orang yang belum pernah terinfeksi sebelumnya. Oleh karena itu, penderita disarankan menutup ruam dan menghindari kontak dengan kelompok rentan hingga lepuhan mengering.
Komplikasi yang paling umum adalah Nyeri Pascaherpes, yang dialami oleh sekitar 10–18 persen pasien. Selain itu, Cacar Api juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan, gangguan pembuluh darah otak, hingga gangguan pendengaran.
Bagi perempuan dewasa, menjaga kesehatan berarti menjaga peran, kemandirian, dan kualitas hidup. Mengenali risiko Cacar Api dan mengambil langkah pencegahan sejak dini adalah bentuk kepedulian pada diri sendiri dan orang-orang tercinta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







