File APK tidak resmi berisiko mengancam keamanan data dan aset digital. PINTU mengimbau pengguna Android hanya mengunduh aplikasi resmi melalui Google Play demi keamanan investasi crypto.
Womanindonesia.co.id – Di tengah gaya hidup digital yang semakin lekat dengan keseharian, ponsel pintar bukan lagi sekadar alat komunikasi. Mulai dari belanja, bekerja, hingga investasi kini dilakukan dalam satu genggaman. Namun di balik kemudahan tersebut, tersimpan ancaman serius yang kerap luput dari perhatian: file APK tidak resmi.
Kesadaran akan keamanan digital menjadi semakin penting, terutama bagi perempuan modern yang aktif mengelola keuangan dan mulai melirik investasi aset crypto sebagai bagian dari perencanaan masa depan.
File APK Tidak Resmi Jadi Celah Kejahatan Siber
PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang terdaftar resmi di Indonesia, kembali mengingatkan pengguna Android agar tidak sembarangan mengunduh dan memasang file APK dari luar penyedia resmi.
Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, menegaskan pentingnya kewaspadaan pengguna dalam memilih sumber aplikasi.
“Bagi pengguna Android yang ingin berinvestasi dan trading aset crypto, pastikan mengunduh aplikasi resmi PINTU hanya di Google Play. Keamanan akun dan aset pengguna PINTU menjadi prioritas utama kami. Maka dari itu, penting bagi kami untuk mengingatkan tentang bahaya yang mengintai dari pemasangan aplikasi Android (APK) tidak resmi yang banyak beredar di internet,” ujar Iskandar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/1).
Data dari Kaspersky pada 2025 menunjukkan bahwa ancaman siber terhadap pengguna Android pada kuartal III-2025 meningkat hingga 38% dibandingkan kuartal sebelumnya. Salah satu penyebab utamanya adalah praktik sideloading, yaitu pemasangan file APK dari sumber tidak resmi dan di luar Google Play.
File APK dan Risiko Kehilangan Data Pribadi
Bagi banyak orang, mengunduh file APK alternatif sering dianggap solusi cepat—terutama saat aplikasi sulit diakses. Padahal, di balik file tersebut bisa tersembunyi malware berbahaya yang bekerja tanpa disadari pengguna.
Iskandar menjelaskan dampak serius dari kejahatan siber berbasis APK ilegal. “Modus kejahatan siber berbasis file APK ini punya dampak negatif yang serius seperti, akses ilegal kepada data pribadi karena di dalam APK ini disematkan malware yang telah dirancang beroperasi secara tidak sah untuk mencuri data-data penting pengguna hingga aset dalam aplikasi layanan keuangan yang dimiliki. Untuk itu, guna meminimalisir dan menghindari kejahatan siber, masyarakat bisa mengunduh aplikasi PINTU di Google Play,” jelasnya.
Bagi perempuan yang terbiasa menyimpan data penting di ponsel mulai dari foto keluarga, dokumen pekerjaan, hingga aplikasi keuangan risiko ini tentu tidak bisa dianggap sepele.
Langkah Aman Menggunakan Aplikasi
Pengguna Android disarankan langsung mengunduh aplikasi PINTU melalui Google Play. Setelah terpasang, pengguna dapat memulai investasi dengan menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC) sesuai ketentuan yang berlaku.
Tak hanya itu, ada beberapa langkah pencegahan tambahan yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan digital sehari-hari.
“Langkah pencegahan lainnya yang bisa dilakukan adalah pengguna Android dapat mengaktifkan fitur bawaan Play Protect untuk memindai dan mendeteksi aplikasi berbahaya. Selain itu, selalu perbarui aplikasi PINTU ke versi terbaru untuk meningkatkan perlindungan, dan pastikan mengubah password secara berkala serta mengaktifkan two-factor authentication (2FA) untuk meningkatkan keamanan berlapis,” tutup Iskandar.
Di era digital, melindungi diri bukan hanya soal gaya hidup sehat atau perawatan diri, tetapi juga tentang kesadaran menjaga keamanan digital. Menghindari file APK tidak resmi adalah langkah kecil yang berdampak besar untuk melindungi data, aset, dan masa depan finansial Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








