Ancaman Lain yang Mengintai Selama #dirumahaja

WomanIndonesia.co.id – Virus corona (Covid-19) telah menyerang 215 negara di dunia dinyatakan sebagai ‘public health emergency’ oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Di Indonesia hingga 11 Mei 2020, 14.265 orang dinyatakan positif Covid-19.

Untuk menghindari penyebaran lebih luas, sejak 15 Maret 2020 pemerintah meliburkan sekolah-sekolah dan menganjurkan masyarakat untuk melakukan pekerjaan maupun aktivitasnya #dirumahaja.

Selama beraktivitas di rumah saja, ternyata ada penyakit lain yang mengintai. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai saat kita di rumah saja adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang bisa menyerang buah hati dan orang tercinta karena berdasarkan penelitian, nyamuk demam berdarah ini senang bersarang dan menghabiskan hidupnya di dalam atau sekitar rumah.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, di Indonesia sejak 1 Januari hingga 27 April 2020 tercatat 49.563 kasus DBD dengan angka penyebaran terbanyak di Jawa Barat sebanyak 6.337 kasus, Bali sebanyak 6.050 kasus, Nusa Tenggara Timur 4.679 kasus, Lampung 4.115 kasus dan Jawa Timur 3.715 kasus dan angka ini masih terus mengalami penambahan.

Penyakit demam berdarah adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes seperti nyamuk Aedes aegypti.

Karena diperantarai oleh nyamuk, maka demam berdarah dengue tidak bisa menular dari orang ke orang secara langsung seperti halnya penyakit flu. Hal ini patut diwaspadai jika bayi dan balita mengalami gejala seperti demam tinggi, bintik atau ruam merah pada kulit, batuk-batuk, badan lemas, mual, kurang nafsu makan, nyeri punggung dan sakit kepala.

Untuk mengurangi risiko terjangkitnya penyakit, orang tua diharapkan lebih mengetahui tentang penyebaran DBD dan cara-cara pencegahannya yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah dengan gerakan 3M Plus yaitu Menguras, Menutup, Mengubur dan Plus memberikan perlindungan yang dapat menghindarkan bayi kita dari gigitan nyamuk DB.

Salah satu produk andalan Cap Lang adalah Telon Lang Plus, yaitu Minyak Telon yang memiliki kelebihan dibanding produk sejenis lainnya adalah dengan kandungan Natural Rhodhinol sebagai kandungan yang tidak disukai nyamuk serta Oleum Olivarum (minyak zaitun) yang tetap menjaga kelembutan kulit bayi.

Selain itu tentunya juga memiliki campuran dari tiga jenis minyak alami yang terdiri dari : Oleum Cajuputi (minyak kayu putih), Oleum Anisi (minyak adas manis), Oleum Cocos (minyak kelapa). Sesuai dengan kata ‘telon’ yang berasal dari kata ‘telu’ dalam bahasa Jawa yang bermakna ‘tiga’.

“Kandungan ketiga minyak alami tersebut dipercaya dapat menghangatkan tubuh bayi, mengatasi perut kembung, mencegah masuk angin, dan mampu menjaga kelembaban kulit bayi,” ujar Brand Manager Telon Lang Plus, Ratu Anggi.

Keistimewaan dari Telon Lang Plus adalah kemampuannya yang telah teruji mampu memberikan perlindungan alami kepada bayi dari gigitan nyamuk hingga 10 jam.

Demo uji coba produk Telon Lang Plus sebagai minyak telon anti gigitan nyamuk.
“Telon Lang Plus juga berfungsi sebagai telon anti nyamuk karena memiliki kandungan Natural Rhodinol” imbuh Ratu.

Cap Lang sebagai produsen produk-produk berbahan alami selama hampir 50 tahun senantiasa menjaga kepercayaan konsumen dengan selalu mengutamakan kualitas produk dan terus berinovasi sehingga dapat selalu memenuhi kebutuhan konsumennya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat yang dianjurkan untuk selalu #dirumahaja tidak perlu khawatir untuk memperoleh produk-produk Cap Lang karena sekarang saat ini Official Store Cap Lang telah hadir di Lazada, Tokopedia dan Shopee sehingga keluarga tetap terlindungi walaupun #dirumahaja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *