Womanindonesia.co.id – Penghargaan bergengsi dari panggung Asia kini resmi disematkan kepada AIMS. Platform trading yang telah beroperasi selama 11 tahun ini dinobatkan sebagai platform trading terkemuka dan terpercaya di Asia oleh Asia Book of Records – lembaga pencatat rekor sekelas Guinness World Records, namun dengan fokus khusus di kawasan Asia yang mencakup 23 negara.
Penghargaan ini bukan sekadar sertifikat. Ini adalah pengakuan atas perjalanan panjang yang dibangun di atas dua fondasi: keamanan dana dan pelayanan komunitas.
Banyak yang bertanya-tanya – mengapa Indonesia? Dato KK Chua, Founder Asia Book of Records, meluruskan anggapan tersebut.
“Kami tidak memilih negara tertentu secara khusus. Tujuan kami adalah jika ada negara mana pun yang menunjukkan keunggulan dari segi rekor, maka kami akan datang ke negara tersebut untuk melakukan seremoni penghargaan,” jelasnya di Jakarta, Minggu (17/5).
Artinya, kehadiran Asia Book of Records di Indonesia bukan promosi – melainkan respons terhadap prestasi. Dan AIMS telah membuktikan dirinya layak untuk itu.
Dr. Danny Yeong, Vice President AIMS, mengungkapkan bahwa perjalanan satu dekade lebih ini jauh melampaui urusan bisnis semata.
“AIMS telah berkembang selama 11 tahun hingga saat ini. Tentu saja bukan hanya dari segi membangun bisnis, tetapi juga berkembang dalam hal membangun ekosistem dan koneksi komunitas,” tuturnya.
Selama periode itu, AIMS konsisten memegang dua prinsip yang tidak pernah bergeser. “Satu adalah keamanan dana, kedua adalah kami senantiasa ingin memberikan layanan terbaik kepada komunitas kami. Dan kami selalu memberikan banyak dampak positif kepada komunitas,” lanjut Dr. Danny.
Di dunia trading yang kerap diwarnai ketidakpastian dan risiko, dua prinsip sederhana itu justru menjadi pembeda yang paling kuat.
Yang Mulia Tunku Mukhri, Vice President Asia Records, melihat penghargaan ini sebagai batu lompatan, bukan titik akhir.
“Sepanjang perjalanan ini, AIMS juga berkembang di bidang industri olahraga, gaya hidup, dan juga jaringan. Alhamdulillah pada hari ini, dengan pengakuan penghargaan yang kami dapatkan, kami akan terus maju ke depan, mungkin lebih jauh lagi ke panggung global,” ungkapnya penuh optimisme.
Asia Book of Records bukanlah nama baru di dunia penghargaan korporat Asia. Dato KK Chua menyebut sejumlah nama besar yang telah lebih dulu tercatat – Nintendo dari Jepang, Din Tai Fung, VinCorp, hingga Affin Bank dari Malaysia.
Untuk Indonesia, daftar penerimanya pun tak kalah prestisius: Gojek, Wardah, dan sejumlah perusahaan terkemuka lainnya. Tahun ini saja, Asia Book of Records memproyeksikan sekitar 50 rekor dari Indonesia akan ditorehkan hingga akhir tahun, dari berbagai sektor mulai dari fesyen, kuliner, manufaktur, hingga jasa layanan.
“Tidak ada batasan untuk kategorinya. Bisa dari bidang fesyen, jasa layanan, makanan dan minuman, manufaktur, dan lain-lain,” kata Dato KK Chua.
Penghargaan yang Berbicara Lebih dari Uang
Menariknya, Asia Book of Records tidak memberikan hadiah uang kepada para penerimanya. Imbalannya justru sesuatu yang jauh lebih bernilai jangka panjang: branding dan citra merek di level Asia.
“Hadiahnya berupa penjenamaan dan citra merek. Pemenang akan dimasukkan ke dalam buku kami yang dijual di seluruh Asia. Dari segi promosi, ini merupakan langkah yang sangat baik dan memberikan nilai tambah yang tinggi,” tegas Dato KK Chua.
Sebuah filosofi yang sejalan dengan visi AIMS sejak awal berdiri – bahwa kepercayaan dan reputasi adalah aset yang tidak ternilai, dan tidak bisa dibeli dengan angka semata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







