Cara Nucha Bachri Mengatasi Tantangan Saat WFH

WomanIndonesia.co.id – Bukan rahasia lagi bahwa bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bisa menjadi sangat melelahkan karena pekerjaan yang berlipat ganda. Tak hanya harus menyelesaikan pekerjaan kantor, tapi juga mengerjakan pekerjaan rumah tangga, sekaligus merangkap jadi guru bagi anak-anak selama mereka bersekolah di rumah atau school from home (SFH).

Tantangan selama WFH juga dirasakan oleh Nucha Bachri, pendiri Parentalk.id. Memang untuk urusan sekolah Nucha mengatakan bahwa hal tersebut tidak terlalu membebaninya.

“Kebetulan anakku masih usia 2 dan 4 tahun, sehingga tugas sekolah masih relatif mudah. Sampai saat ini, urusan SFH dan WFH masih managable,” ujar Nucha, yang juga membuat podcast #CurhatBabu di Jakarta, Rabu (22/4).

Namun bukan berarti segalanya menjadi lebih mudah. Nucha dan suami tetap harus mengasuh anak-anak. “Meski ada pengasuh, anak-anak tetap maunya sama bapak dan ibunya,” ujar Nucha.

Terlebih di usia balita, mereka masih membutuhkan perhatian besar dari orang tua. Maka bagi Nucha, “Tantangannya justru pada WFH, di mana focus span-ku hanya 2-3 jam ketika anak-anak tidur siang, baru aku bisa kerja.”

Bagi Nucha, memakai baju bersih dan wangi akan membuat mood lebih baik seharian, meski hanya #DiRumahAja. “Mau keluar rumah atau tidak, berpakaian rapi, wangi dan bersih adalah hal wajib. Aku dan suami sudah pasti gak mau pakai baju yang apek dan tidak disetrika licin. Penting banget,” tegas Nucha.

Untuk kedua anaknya pun demikian. Meski mereka hanya di rumah dan main berantakan, baju bersih sangat wajib. Terlebih, si Bungsu memiliki kulit sensitif dan alergi.

“Jadi kalau sudah berkegiatan yang berkeringat, harus langsung ganti baju. Apalagi selama pandemi ini. Sebisa mungkin kita semua lebih ekstra bersih, serta jauh dari virus dan bakteri,” tutur Nucha.

Hal serupa diungkapkan oleh psikolog Irma Gustiana A, S.Psi, M.Psi. “Di situasi sekarang ini memang sangat penting mengedukasi keluarga, bagaimana kita merawat diri termasuk dengan pakaian yang digunakan. Dari segi kebersihan, kelembutan, dan wanginya,” ujar Irma.

Ia melanjutkan, menurut penelitian di Journal of Personality and Social Psychology, aroma tertentu dapat membantu menurunkan tingkat stres, bahkan tanpa kehadirannya secara fisik.

“Dengan memakai pakaian yang beraroma wangi maka bisa membantu anggota keluarga untuk bisa lebih rileks,” ucap psikolog yang akrab disapa Ayank Irma ini.

Nucha sendiri memiliki jadwal mencuci baju yang konsisten, dan intensitas mencuci tidak berubah selama #DiRumahAja. Penjadwalan ini didasari agar asisten rumah tangga (ART) juga memiliki waktu untuk menyetrika di hari berikutnya, ketika baju sudah kering.

“Sehingga ART juga punya jadwal waktu kosong di hari berikutnya lagi, atau diganti dengan mengerjakan pekerjaan lainnya,” ujar Nucha.

Untuk Nucha dan suami, jadwalnya adalah setiap hari Senin dan Kamis. “Kalau anak-anak lebih sering baju karena frekuensi ganti bajunya tinggi. Entah karena keringat, kena air, kena cat, dan lain-lain,” ungkapnya.

Berangkat dari pengalaman para moms seperti Nucha, SoKlin Softergent dengan kombinasi deterjen plus pelembut mampu membersihkan noda sekaligus melembutkan pakaian. Inovasi deterjen + pelembut pertama di Indonesia ini pun mampu melindungi serat kain dengan baik walaupun baju sering dicuci, sehingga pakaian tidak gampang rusak.

“SoKlin Softergent kini dilengkapi dengan teknologi Aroma Sensory yang memberikan keharuman hingga 21 hari serta formula Fresh Protection dengan Antibacterial Agent-nya yang membuat pakaian bebas dari kuman dan bakteri, sehingga selalu segar dan tidak bau apek,” tutur Joanna Elizabeth Samuel, Marketing Manager Fabric Care Wings Corp.

Joanna Elizabeth Samuel, Marketing Manager Fabric Care Wings Corp.(Foto: Istimewa)

Kandungan butiran pelembut yang dua kali lebih banyak pada SoKlin Softergent membuat pakaian menjadi dua kali lebih lembut dan dua kali lebih wangi.

“Semua ini dapat dilakukan hanya dengan satu langkah praktis dan ekonomis yang tentunya akan meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, meskipun kegiatan tersebut dilakukan #DiRumahAja,” imbuh Joanna.

Selama #DiRumahAja bukan berarti tidak perlu memakai baju yang bersih dan wangi. Mencuci baju menggunakan deterjen berkualitas tentu harus tetap dilakukan seperti biasa.

“Tentunya ini sangat membantu untuk meringankan pekerjaan selama #DiRumahAja,” ujar Joanna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *