Dukungan Orangtua Kunci Perkembangan Kepribadian Si Kecil

WomanIndonesia.co.id – Anak-anak baru saja melewati libur sekolah yang cukup panjang. Anak menghabiskan banyak waktu bersama keluarga yang tentunya menyenangkan. Tiba saatnya mereka kembali ke sekolah.

Momen kembali ke sekolah ternyata menjadi sesuatu yang dinantikan namun juga dicemaskan oleh anak maupun orangtua. Bagi anak, selain rasa enggan untuk berpisah dengan sosok yang sangat dekat dengan dirinya, khususnya orangtua, kecemasan ini biasanya berhubungan dengan kesiapan mental untuk beradaptasi dengan hal-hal baru di sekolah.

“Ternyata, kecemasan ini juga dapat dialami oleh orangtua terutama ibu karena saat anak kembali ke sekolah, ibu merasa bahwa ia memiliki kontrol yang relatif lebih sedikit terhadap anaknya,” jelas Distya Tarworo Endri selaku Senior Brand Manager Pepsodent saat temu media Pepsodent Action 123 Complete di Jakarta, Selasa (23/7).

Seiring bertambahnya usia, anak semakin menyadari posisinya sebagai makhluk sosial. Ia mulai peka terhadap pandangan orang lain terhadap dirinya, dan menginginkan agar dapat diterima dengan baik di tengah lingkungan.

Rosdiana Setyaningrum MPsi, MHPEd, seorang Psikolog anak dan keluarga menerangkan, bahasa tubuh termasuk senyuman bisa mewakilkan 80% dari komunikasi.

“Saat anak merasa nyaman karena dapat bebas tersenyum, maka senyuman ini dapat menarik orang lain untuk mendekat dan bergaul dengannya, sehingga memudahkannya untuk beradaptasi dan bersosialisasi,” jelas Rosdiana.

Ia juga menerangkan, hal terpenting dari proses transisi kembali ke sekolah adalah keyakinan ibu bahwa ia mampu mempersiapkan perlindungan yang menyeluruh kepada anak mereka sehingga mereka pun ikut merasa nyaman dan percaya diri dalam menjalani hari-hari pertamanya di sekolah.

“Biasanya anak-anak yang lebih kecil dia sangat terpengaruh pada perasaan ibunya, siapa yang antarake sekolah. Kalau kita panik dia ikutan panik. Tidak hanya yang kecil saja yang dilepaskan ke sekolah, bahkan kuliahan juga masih ada,” kata Rosdiana.

Kendati demikian, kata Rosdiana, orangtua harus mempersiapkan si kecil sebelum masuk sekolah, bagaimana ia berkomunikasi di tempat yang baru, berinteraksi dengan teman-temannya.

“Kalau hari pertama masuk dengan tenang dan happy hari ke 2, ke 3 dan seterusnya jadi lebih tenang dan shuttle ke sekolah,” ujar perempuan berambut ikal ini.

Lebih lanjut Rosdiana mengungkapkan SD merupakan masa-masa penting bagi perkembangan anak. Jika di usia 2 tahun otak anak terbentuk 80 persen, di usia SD merupakan puncak perkembangan keterampilan anak.

Keterampilan bersosialisasi, IQ, dan kreatifitas anak akan selesai di usia 12 tahun. “Perkembangan keterampilan anak selesai di usia 12 tahun. Ini merupakan tahapan terakhir setelah SD,” pungkasnya.

Kampanye ‘Senyum Sejak Hari Pertama’

Distya Tarworo Endri selaku Senior Brand Manager Pepsodent saat temu media Pepsodent Action 123 Complete di Jakarta, Selasa (23/7).

Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan gigi dan mulut anak di Indonesia, Pepsodent melalui Pepsodent Action 123 Complete ingin mengajak orangtua untuk memastikan tersedianya perlindungan menyeluruh bagi anak di masa transisi kembali ke sekolah, tidak hanya dalam aspek psikologis, tetapi juga aspek kesehatan gigi dan mulut.

Dukungan ini diberikan melalui rangkaian kegiatan bertema “Senyum Sejak Hari Pertama” dengan tujuan menginspirasi pentingnya melindungi kesehatan gigi dan mulut anak agar mereka dapat mengawali hari-hari di sekolah dengan percaya diri, siap menghadapi berbagai hal baru dan menunjukkan prestasi.

“Dengan menggunakan Pepsodent Action 123 Complete secara teratur dua kali sehari, sehabis sarapan dan sebelum tidur memberikan tiga manfaat perlindungan sekaligus yaitu mencegah gigi berlubang, memberikan nafas lebih segar, dan mengembalikan warna alami gigi,” jelas Distya.

Komitmen Pepsodent Action 123 Complete untuk mendukung para ibu di Indonesia dalam menyiapkan senyum anak sejak hari pertama sekolah juga diberikan melalui kegiatan “Senyum Sejak Hari Pertama” yang digelar bekerjasama dengan lebih dari 500 orangtua yang merupakan anggota komite sekolah dari puluhan Sekolah Dasar (SD) di Jakarta.

Muatan terpenting dari kegiatan ini adalah Seminar Orang Tua yang menghadirkan Psikolog dan Dokter Gigi terpercaya untuk mengedukasi mengenai pentingnya perlindungan menyeluruh bagi anak di hari-hari pertama sekolah baik dari sisi psikologis maupun kesehatan gigi dan mulut.

“Di kegiatan ini kami juga akan melakukan pemeriksaan gigi gratis untuk anak, sikat gigi bersama, serta banyak keseruan lainnya. Kami harap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat mendukung para ibu dan sekolah dalam mendampingi dan mempersiapkan anak menjalani hari-harinya di sekolah dengan senyuman penuh percaya diri,” tutup Distya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *