Empat Tips Milenial Atur Keuangan, Mulai Yuk!

WomanIndonesia.co.id – Generasi Milenial adalah mereka yang lahir di era perkembangan teknologi. Menurut wikipedia, Generasi Milenial, sering juga disebut generasi Y adalah mereka yang lahir di tahun 1983 sampai 2000. Mereka dikenal dengan generasi yang paling adaptif dengan perkembanga teknologi.

Namun, ada sedikit permasalahan yang dihadapi milenial sekarang. Tidak sedikit dari mereka yang merasa gagal dalam mengatur keuangan pribadi. Generasi milenial memang rentan terhadap godaan untuk melakukan pemborosan.

Biasanya karena tergiur diskon yang besar dan review produk atau gadget di media sosial membuat mereka terpancing untuk menghabiskan sebagian besar uangnya untuk menuruti keinginannya. Terkadang setelah itu mereka menyesal setelah membeli sesuatu ternyata tidak terpakai.

Belum lagi kebiasaan nongkrong lama-lama di warung kopi juga membuat anggaran milenial semakin membengkak karena pastinya tidak sedikit.

Untuk mengatasi uang habis namun masih jauh dari tanggal gajian, bagi yang termasuk Milenial. Nah berikut adalah empat strategi pintar yang berguna untuk dapat mengatur keuangan dengan bijak, seperti yang dikutip dari laman Liputan 6:

Baca terus womanindonesia.co.id untuk mendapatkan informasi penting bagi kehidupan Anda.

1. Buat perencanaan keuangan bulanan

Sering mengalami gaji habis sementara masih di pertengahan bulan. Artinya, tidak memiliki rencana keuangan yang baik. Solusinya, harus membuat rencana keuangan sebelum gajian tiba dengan formula 50-30-20 pada penghasilan bulananmu.

Perhitungannya 50 persen adalah anggaran untuk kebutuhan mendasar, 30 persen untuk kebutuhan hiburan, dan 20 persen untuk kebutuhan investasi dan tabungan.

2. Kontrol gaya hidup

Sering dialami oleh generasi milenial yang lebih memilih membeli barang bermerek, makan di restoran keren, atau hanya sekadar ngopi di tempat yang mahal.

Jika memiliki gaji yang mumpuni, mungkin ini tidaklah bermasalah. Sayangnya, selain gaji terbilang kecil, namun gaya hidup yang tidak bisa mengimbangi. Agar tidak kebobolan, sebaiknya mengontrol gaya hidup sesuaikan dengan isi kantong.

3. Batasi pengeluaran sesuai kebutuhan

Cegah keborosan dengan membatasi pengeluaran. Tentukan dana di setiap pos-pos pengeluaran dan disesuaikan dengan kebutuhan saja. Hal ini cukup ampuh dilakukan untuk mencegahmu membeli hal-hal yang tidak penting.

4. Manfaatkan aplikasi pengatur keuangan

Tidak sedikit pula dari generasi milenial yang sudah mengatur keuangan namun tidak mencatat transaksi pengeluaran. Akibatnya adalah di pertengahan bulan dana pun sudah menipis tanpa mengetahui kemana saja uang tersebut digunakan.

Hal ini tidak akan terjadi jika dilakukan pencatatan, atau ada banyak aplikasi yang bisa diunduh secara gratis untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan.
(eka)