Indeks
Cerita Kita
Monday, May 4, 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Economics & Culture
    • Entertaintment
    • Technology & Otomotive
  • Beauty
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Financial
  • Healthy
    • Activity
    • Food
    • Mood
  • Relationship
    • Dating
    • Married
    • Parenting
    • Sex
  • Review
    • Books
    • Hotel & Resto
    • Movie
    • Travelling
  • Inspirations
    • Profile
    • Story
  • K-POP
  • Event
#Quotes
Home Healthy Activity

Jangan Tunggu Sakit Dulu: Inilah Alasan Dewasa dan Lansia Wajib Vaksin Influenza Setiap Tahun

Ditulis oleh Andi Mardana
4 May 2026 wi
in Activity, Healthy
Jangan Tunggu Sakit Dulu: Inilah Alasan Dewasa dan Lansia Wajib Vaksin Influenza Setiap Tahun_womanindonesia.co.id

Istimewa

76
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Womanindonesia.co.id – Pernahkah Anda mendengar cerita seorang nenek yang tampak sehat, lalu tiba-tiba kondisinya memburuk drastis hanya beberapa hari setelah anggota keluarga pulang dari perjalanan jauh? Atau seorang ibu dengan diabetes yang hanya mengalami flu ringan, namun berakhir di ruang perawatan intensif?

Bagi sebagian orang, kisah seperti ini terdengar seperti kebetulan yang malang. Namun bagi para dokter spesialis penyakit dalam yang setiap hari berhadapan dengan kasus-kasus ini, ada satu benang merah yang terus berulang: influenza yang dianggap remeh, pada orang yang dianggap cukup sehat, di momen yang dianggap biasa saja. Dan semua itu, sesungguhnya, bisa dicegah.

Influenza Bukan Sekadar Flu Biasa

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita luruskan satu hal mendasar yang kerap disalahpahami masyarakat luas.

Influenza bukan pilek biasa. Bukan selesma. Bukan “masuk angin” yang bisa sembuh dengan istirahat dan minuman jahe.

Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI), menegaskan hal ini dengan penjelasan yang sangat gamblang.

“Influenza bukan selesma atau common cold. Pada pasien common cold, jarang terjadi demam dan sakit kepala. Sedangkan pada pasien influenza, sering kali demam tinggi secara tiba-tiba yang biasanya berakhir dalam tiga hingga empat hari, dan sering kali pasien mengalami sakit kepala. Kemudian, pada kelompok dewasa dan lansia, influenza dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, perburukan penyakit kronis, bahkan kejadian kardiovaskular akut,” kata Prof. Iris dalam talk show Perlindungan Tanpa Batas: Pentingnya Vaksin Influenza bagi Dewasa dan Lansia oleh  Kalventis (PT Kalbe Farma tbk) di Jakarta, Senin (4/5).

Komplikasi serius. Pneumonia. Kejadian kardiovaskular akut. Ini bukan kalimat yang berlebihan – ini adalah realitas klinis yang dihadapi setiap hari di rumah sakit seluruh Indonesia.

Data global pun berbicara dengan angka yang tidak bisa diabaikan: WHO memperkirakan influenza menyebabkan antara 290.000 hingga 650.000 kematian setiap tahunnya di seluruh dunia. Sementara di Indonesia sendiri, 15 persen dari seluruh kasus infeksi pernapasan berat yang dirawat di rumah sakit terbukti disebabkan oleh virus influenza.

Mengapa Perempuan Dewasa Perlu Sangat Waspada?

Sebagai perempuan dewasa, Anda mungkin adalah sosok yang menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga – memastikan anak-anak minum vitamin, mengingatkan suami untuk kontrol gula darah, menemani orang tua ke dokter. Namun seberapa sering Anda memperhatikan kesehatan diri sendiri?

Ada tiga peran sekaligus yang menempatkan perempuan dewasa dalam posisi yang perlu mendapat perhatian khusus soal influenza.

Pertama, sebagai individu dengan potensi komorbid. Diabetes, hipertensi, asma, penyakit jantung, gangguan tiroid – kondisi-kondisi ini lebih umum pada perempuan dewasa dari yang kita sadari. Dan bagi mereka yang hidup dengan komorbid, influenza bisa menjadi pemicu yang memperburuk semua kondisi tersebut secara bersamaan.

Kedua, sebagai ibu atau calon ibu. Prof. Iris secara khusus menegaskan bahwa ibu hamil, di trimester berapapun, sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin influenza.

“Orang hamil yang kena flu, bayinya mudah kena flu. Ibu yang divaksin waktu hamil akan menghasilkan antibodi yang bisa diteruskan ke bayi. Vaksin influenza boleh diberikan karena ini adalah vaksin inaktif,” jelasnya.

Artinya, dengan divaksin saat hamil, seorang ibu tidak hanya melindungi dirinya sendiri – ia sekaligus memberikan perlindungan awal kepada sang bayi yang bahkan belum lahir. Sebuah hadiah kesehatan yang tidak ternilai.

Ketiga, sebagai penjaga keluarga. Perempuan dalam keluarga sering kali menjadi sosok yang paling sering berinteraksi dengan seluruh anggota rumah tangga – termasuk lansia dan anak-anak yang paling rentan. Jika perempuan tidak terlindungi, seluruh ekosistem keluarga ikut terancam.

Kisah yang Harus Kita Renungkan

Dr. dr. Sukamto, Sp.PD-KAI, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, menceritakan sebuah pengalaman yang menggugah kesadaran – dan sayangnya, terlalu sering terjadi di sekitar kita.

“Setelah masa pandemi COVID-19 mereda, kewaspadaan keluarga cenderung menurun. Dalam sebuah kasus, kunjungan keluarga justru menjadi awal penularan yang berujung pada kondisi fatal pada anggota keluarga lansia,” tuturnya.

Yang membuat situasi ini begitu berbahaya adalah fakta bahwa virus influenza dapat menular bahkan sebelum gejala muncul – pada fase yang dikenal sebagai fase prodromal. Seseorang yang merasa sehat, yang baru pulang dari perjalanan atau kegiatan sosial, tanpa sadar bisa sudah membawa dan menyebarkan virus kepada orang-orang terkasih di rumah.

“Seseorang yang tampak sehat bisa saja sudah menularkan virus. Penularan menjadi semakin mudah dalam situasi seperti perjalanan, di mana terjadi interaksi di ruang tertutup, kelelahan, serta paparan berbagai strain virus dari berbagai wilayah,” tambahnya.

Dampaknya, sebagaimana Dr. Sukamto ingatkan, tidak berhenti pada satu orang. Penularan terjadi secara berantai – dimulai dari gejala ringan pada satu anggota keluarga yang aktif, kemudian berkembang menjadi kondisi serius pada anggota yang lebih rentan.

Lansia: Kelompok yang Paling Membutuhkan Perlindungan

Jika Anda memiliki orang tua atau mertua yang sudah memasuki usia senja, bagian ini perlu Anda baca dengan seksama.

Prof. Iris menjelaskan bahwa lansia mengalami kondisi yang disebut imunosenesens – yaitu penurunan sistem imun yang merupakan bagian alami dari proses penuaan.

“Kelompok lansia menjadi perhatian utama. Berdasarkan berbagai literatur dan pengamatan klinis, lansia mengalami penurunan sistem imun yang dikenal sebagai imunosenesens. Kondisi ini merupakan proses alami, sehingga perlindungan tambahan seperti vaksinasi menjadi sangat penting,” jelasnya.

Ironisnya, banyak keluarga justru berpikir sebaliknya – menganggap nenek atau kakek yang sudah tua dan lebih banyak di rumah tidak perlu vaksin karena tidak banyak beraktivitas di luar. Padahal justru sebaliknya: semakin rentan seseorang, semakin besar kebutuhannya akan lapisan perlindungan tambahan.

Dr. Sukamto bahkan menegaskan dengan kalimat yang langsung dan tegas, “Vaksin influenza sebaiknya dilakukan secara rutin setiap tahun. Ini khususnya penting bagi dewasa dengan faktor risiko dan kelompok lansia, sebab vaksinasi adalah investasi kesehatan jangka panjang yang sangat bernilai.”

Investasi. Bukan beban. Bukan kemewahan. Investasi kesehatan – yang jauh lebih murah dari biaya perawatan di rumah sakit, dan tak ternilai dibanding kehilangan orang yang kita cintai.

Siapa yang Boleh dan Siapa yang Tidak Boleh Divaksin?

Pertanyaan ini kerap menjadi penghalang banyak orang untuk mengambil langkah vaksinasi. Mereka merasa kondisinya “tidak memungkinkan” – padahal sesungguhnya sangat boleh, bahkan sangat dianjurkan.

Prof. Iris meluruskan kesalahpahaman ini dengan sangat tuntas.

Kontraindikasi mutlak – alias yang benar-benar tidak boleh divaksin – hanyalah mereka yang memiliki riwayat reaksi anafilaktik terhadap vaksin influenza sebelumnya, atau riwayat sindrom Guillain-Barré dalam 6 minggu setelah vaksinasi influenza sebelumnya. Jumlah kelompok ini sangat kecil.

Sementara itu, kelompok yang sering mengira diri mereka tidak boleh divaksin – namun justru sangat dianjurkan – adalah:

Ibu hamil di trimester berapapun, penderita diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan paru kronis, pasien HIV dengan kondisi imun yang sudah membaik, pasien yang sedang menjalani kemoterapi, serta anak-anak di atas usia 6 bulan hingga lansia berusia 100 tahun sekalipun.

“Yang tidak boleh divaksinasi itu sedikit saja. Pasien diabetes, jantung, ginjal, paru kronis – ini justru indikasi kuat untuk divaksinasi. Lansia semakin tua justru semakin perlu, bukan sebaliknya,” tegas Prof. Iris.

Satu catatan penting: jika sedang demam tinggi di atas 38,5 derajat Celsius atau sedang dalam kondisi sakit akut, vaksinasi sebaiknya ditunda – bukan dibatalkan. Jadwalkan ulang setelah kondisi membaik, karena perlindungan itu tetap dibutuhkan.

Kapan dan Bagaimana Mendapatkan Vaksin?

Kabar baiknya, vaksin influenza kini semakin mudah diakses. Vidi Agiorno, Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, menyampaikan bahwa distribusi vaksin influenza trivalen saat ini telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia melalui sekitar 77 titik distribusi – mencakup berbagai rumah sakit dan klinik di berbagai daerah.

“Masyarakat dapat mengakses vaksin dengan lebih mudah, kapan saja dan di mana saja,” ujarnya.

Untuk waktu vaksinasi, Prof. Iris memberikan panduan yang praktis: karena influenza beredar sepanjang tahun di Indonesia, vaksin bisa diberikan kapan saja – tidak perlu menunggu musim tertentu. Namun jika Anda berencana melakukan perjalanan, idealnya vaksin diberikan satu bulan sebelum keberangkatan, atau minimal dua minggu sebelumnya, agar antibodi sudah terbentuk sempurna saat Anda berangkat.

Dan bagi yang sering lupa? Prof. Iris menyarankan cara yang manis dan mudah diingat: jadikan hari ulang tahun sebagai pengingat vaksinasi tahunan.

“Kalau mau ingat, pas ulang tahun. Jadikan vaksinasi influenza sebagai hadiah untuk diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai,” ujarnya.

Sebagai perempuan – baik sebagai individu, sebagai ibu, sebagai anak, sebagai pasangan, sebagai pemimpin keluarga – kita kerap mengutamakan kesehatan orang lain sebelum diri sendiri. Kita yang pertama mengantar ke dokter, namun sering kali yang terakhir memperhatikan kebutuhan kesehatan kita sendiri.

Vaksinasi influenza tahunan adalah salah satu bentuk paling konkret dari cinta diri sekaligus cinta kepada keluarga. Ia tidak mahal. Ia tidak menyakitkan. Ia terbukti secara ilmiah. Dan ia tersedia di dekat Anda.

Recommended By Editor

Dari Komunitas ke Gaya Hidup: Triathlon Ramah Pemula Kian Diminati Generasi Aktif

Chest Pain Ready Hospital: Standar Global dari Siloam International Hospitals

World Diabetes Day 2026: Edukasi dan Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Cegah “Mother of Illness”

Dukung Gaya Hidup Dinamis Crystalin Perkenalkan Solusi Hidrasi Praktis

Jangan tunggu sakit dulu untuk menyadari betapa berharganya sebuah jarum kecil yang menyimpan perlindungan besar. Karena seperti yang diingatkan para dokter ahli ini – pencegahan selalu jauh lebih baik daripada menunggu komplikasi terjadi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Share30Tweet19Pin7

RELATED ARTICLES

Dari Komunitas ke Gaya Hidup: Triathlon Ramah Pemula Kian Diminati Generasi Aktif_Womanindonesia.co.id
Activity

Dari Komunitas ke Gaya Hidup: Triathlon Ramah Pemula Kian Diminati Generasi Aktif

2 hours ago
Chest Pain Ready Hospital: Standar Global dari Siloam International Hospitals_Womanindonesia.co.id
Activity

Chest Pain Ready Hospital: Standar Global dari Siloam International Hospitals

7 hours ago
8 Tips Puasa Bagi Diabetes_womanindonesia.co.id
Activity

World Diabetes Day 2026: Edukasi dan Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Cegah “Mother of Illness”

4 days ago
Dukung Gaya Hidup Dinamis Crystalin Perkenalkan Solusi Hidrasi Praktis_Womanindonesia.co.id
Food

Dukung Gaya Hidup Dinamis Crystalin Perkenalkan Solusi Hidrasi Praktis

5 days ago
Influenza Bukan Flu Biasa: Vaksinasi Cara Efektif Lindungi Keluarga _womanindonesia.co.id
Activity

Influenza Bukan Flu Biasa: Vaksinasi Cara Efektif Lindungi Keluarga

1 week ago
Menutup Kesenjangan Layanan Kardiovaskular di Indonesia: Menutup Kesenjangan Layanan Kardiovaskular di Indonesia_Womanindonesia.co.id
Activity

Siloam Cardiac Summit 2026: Menutup Kesenjangan Layanan Kardiovaskular di Indonesia

1 week ago

WOMANINDONESIA

Informasi Terkini Untuk Perempuan Indonesia, Mulai Dari Kesehatan, Lifestyle, Keuangan, Fashion, Relationship, Food Review, Hot Issue Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Topik Pilihan

usus makan uang bahan nasi run kerja anak iu kai sehat kesehatan ibu aman erha bar Indonesia os Me sel ikan alam

Informasi

  • About Us
  • Career
  • Media Kit
  • Contact Us
  • Sitemap

Alamat Redaksi

PT. Komunikasi Perkasa Indonesia. Epicentrum Walk Lt. 3 Unit A306-A307 Kawasan Rasuna Epicentrum Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta 12960.

: halo@womanindonesia.co.id
: 0812 8877 7317
: +62 812 8877 7317
: +62 812 8877 7317

BLOGROLL

  • Womenpedia
  • Trend.co.id
  • Create.web.id
  • zonanusantara.com
  • Desa.or.id
  • RedJasa.com
  • School.sch.id
  • SEO.sch.id
  • SLI.sch.id
  • Urbanoir.net
  • YPI.ac.id
  • idkoe.com
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions
  • Indeks

© 2021 womanindonesia.co.id - All rights reserved. | DMCA.com Protection Status

No Result
View All Result
  • News
    • Entertaintment
    • Politics
    • Economics & Culture
    • Technology & Otomotive
  • Lifestyle
    • Beauty
    • Fashion
    • Financial
  • Healthy
    • Activity
    • Food
    • Mood
  • Relationship
    • Dating
    • Parenting
    • Married
    • Sex
  • Review
    • Hotel & Resto
    • Books
    • Movie
    • Music
  • Inspirations
    • Profile
    • Story
  • K-POP
  • Motivasi
    • Jiwa Bahagia
  • Quotes
  • Event

© 2021 womanindonesia.co.id - All rights reserved. | DMCA.com Protection Status

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist