Maylana Togas Koentjoro Membantu Pemerintah dari Rumah

WomanIndonesia.co.id – Dalam kondisi pandemi virus Covid-19 sekarang ini, peran perempuan Indonesia sangat besar untuk membantu pemerintah menghentikan penyebarannya. Pandemi virus ini sudah mengancam kehidupan manusia di dunia, termasuk Indonesia. Sejak kasus pertama di Indonesia diumumkan pemerintah awal Maret lalu, jumlah masyarakat yang positif Covid-19 di Indonesia terus naik, bahkan korban meninggal pun banyak.

Himbauan pemerintah agar masyarakat tetap di rumah (stwy at home) untuk menghentikan penyebaran virus ini, yang semula hanya sampai 30 Maret 2020, diperpanjang sampai 21 April 2020. Bukan tidak mungkin, himbauan untuk tetap di rumah tersebut diperpanjang lagi karena Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang tugasnya sampai akhir Mei 2020.

Dari semua fakta itu, bisa dibayangkan bagaimana suasana perayaan Hari Kartini tahun ini, pastinya sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada keramaian anak-anak berpakaian daerah, atau perayaan yang dilakukan sejumlah komunitas perempuan untuk memperingati perjuangan RA. Kartini bagi perempuan Indonesia, karena semuanya harus tinggal di rumah.

Maylana Togas Koentjoro, SH – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Indonesia Maju (PIM). (Foto – Istimewa)

“Peran perempuan saat kondisi pandemik virus Covid-19 ini sangat dibutuhkan, yaitu bagaimana seorang ibu bisa membuat anak-anaknya betah di rumah. Seorang ibu harus membantu anak-anak belajar jarak jauh, sambil mengerjakan pekerjaannya sendiri dari rumah, dan mengerjakan pekerjaan rumah karena asisten rumah tangga juga diminta tidak bekerja dulu,” kata MayLana Togas Koentjoro, SH di Jakarta, Senin (20/4).

Perempuan kelahiran Manado, 24 Mei, 50 tahun silam ini adalah sosok perempuan Indonesia yang sudah malang-melintang di berbagai organisasi. Ia mengaku tidak bisa tinggal diam melihat situasi saat ini.

Bekerja sama dengan sejumlah pegiat kemanusiaan, Lana, begitu ia biasa disapa, ikut bergabung membantu menyediakan alat-alat kesehatan dan logistik seperti berbagai jenis vitamin, makanan, dan minuman untuk disumbangkan ke rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19.

Perempuan yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Indonesia Maju (PIM), organisasi perempuan yang sudah berada di 20 provinsi dan kabupaten kota ini juga turut mensosialisakan pentingnya rajin cuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah Covid-19.

Dan, yang tidak kalah penting adalah upayanya membantu mereka yang bekerja di usaha kecil menengah atau UKM. Caranya adalah dengan meminta masyarakat, yang kemungkinan besar perempuan atau ibu rumah tangga untuk berbelanja produk lokal dari rumah.

Mereka bisa berbelanja di pasar lokal yang dikelola PD Pasar Jaya misalnya, yang tersebar di lima wilayah di Jakarta. PD Pasar Jaya sendiri sudah menyebarkan sejumlah nomor kontak pedagang yang bisa dihubungi melalui Whatsapp sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke luar rumah untuk membeli keperluan rumah tangga.

“Untuk UKM, kebetulan kami sedang melakukan kerja sama dengan Kementerian Koperasi, mendata warung-warung di setiap RW atau kelurahan dalam Program Gerakan Belanja di Warung Tetangga yang nantinya, kita bisa memesan barang-barang yang kita butuhkan melalui whatsapp dan dikirim dengan ojek online,” kata Lana yang juga Pengurus Koperasi Jasa Pengembang Properti Indonesia.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia dan short course SELC di Sydney, Australia ini melihat peran perempuan saat ini benar-benar sangat dibutuhkan dalam membantu pemerintah menuntaskan pandemi Covid-19.

“Peran perempuan dalam mengatasi pandemik ini sangat besar. Jika dulu RA. Kartini berjuang agar perempuan bisa sekolah dan sekarang, itu sudah terwujud. Maka perjuangan perempuan sekarang adalah bagaimana agar pandemik ini bisa cepat diatasi dengan cara membuat semua orang tinggal di rumah dan tetap berkarya dari rumah,’’ tukasnya.

Ibu tiga anak yang memulai karirnya dari bawah dengan kerja keras dan tekad yang kuat ini mempunyai pemikiran untuk menjadikan perempuan Indonesia, perempuan yang tangguh dan mandiri. Dalam perjalanannya berkeliling Indonesia, Lana melihat salah satu caranya adalah dengan membuat gerakan masif bagi perempuan-perempuan.

“Bayangkan jika ratusan juta perempuan bisa bergerak bersama, di berbagai bidang, baik ekonomi, kesehatan, pendidikan, budaya, dan juga politik, maka akan terjadi gelombang perbaikan yang dashyat, tidak hanya pada sebuah negara, tapi juga pada dunia,” kata Lana.

Dunia melihat gerakan memperkuat perempuan adalah kunci sehingga menjadi salah satu tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), agenda pembangunan dunia yang dibuat PBB untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi. Gerakan memperkuat perempuan, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan dipercaya bisa mengurangi kemiskinan dunia.

Di bidang kesehatan, perempuan sangat berperan penting karena menjadi pemeran utama mengelola makanan keluarga. Di bidang pendidikan, perempuan adalah guru pertama dan utama bagi seorang anak. Seorang perempuan menjadi penentu pembentukan karakter anak bangsa.

“Jika perempuan-perempuan Indonesia tangguh dan mandiri, maka Indonesia akan maju karena ada korelasi yang besar antara kondisi perempuan di sebuah negara dengan kekuatan atau kemajuan sebuah negara,” ujarnya.

Melalui PIM yang dipimpinnya, Lana berharap kapasitas dan kompetensi perempuan Indonesia meningkat sehingga bisa membuat kesetaraan gender sehingga memperluas keberpihakan dan kesempatan perempuan sebagai penentu kebijakan.

Ke depannya, Lana yang pernah mendapat penghargaan MURI karena membuat TV Program Indonesia pertama di Amerika, berharap semua perempuan Indonesia mempunyai kesempatan yang sama dan sejajar dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Perempuan tangguh dan mandiri berarti perempuan yang bebas berekspresi, melakukan kegiatan-kegiatan yang berguna bagi masyarakat dan negara. Perempuan yang mempunyai kemauan sendiri, berani tampil, dan maju untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera.

“Perempuan tangguh dan mandiri akan membuat Indonesia bisa masuk dalam sepuluh besar negara dengan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030. Dan, saya yakin itulah yang dulu dicita-citakan Kartini,
menjadikan perempuan Indonesia tangguh dan mandiri,” kata Lana menutup perbincangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *