Tanamkan Budi Pekerti Anak Lewat Cara yang Menyenangkan

WomanIndonesia.co.id – Keceriaan dan kegembiraan terpancar dari wajah anak-anak ketika mengikuti Story Telling & Story Telling Competition untuk Parents & Kids di Kinokuniya, West Mall Grand Indonesia Minggu (17/11).

Kegiatan edutainment (edukasi entertainment) yang diselenggarakan oleh penerbit buku Lily & Eddy dan toko buku Kinokuniya belangsung dengan cara yang menyenangkan. Puluhan anak usia 3 sampai 12 tahun didampingi oleh orangtua mereka ikut dalam kegiatan ini.

Story Telling & Story Telling Competition ini mengajak orangtua mengisi libur akhir pekan bersama-anak anak dengan kegiatan mendongeng santai.

Sebelum memulai story telling, anak-anak dihibur dengan musim gamelan, salah satu alat musik traditional. Dan mereka diajak untuk bermain, menari dan berinteraksi dengan teman-temannya.

Cerita yang dibagikan dan dikompetisikan di event story telling ini diambil dari cerita-cerita menarik yang dimuat di buku-buku Tale of Didgit Cobbleheart terbitan Lily & Eddy.

Helena Muljanto Direktur Utama PT Panen Cipta Kreasi Perkasa mengatakan bahwa materi mendongeng ini disampaikan dalam dua bahasa yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

“Kita menggunakan materi cerita dari Didgit agar anak-anak mengenal akar mereka, leluhur mereka agar tidak jadi kacang lupa kulitnya,” ujar Helena kepada wartawan.

Marketing Director Lily & Eddy ini juga mengatakan, bahwa pihaknya ingin menanamkan budi pekerti yang baik bagi generasi muda Indonesia. Selain itu membantu maju bersama dengan melakukan segala sesuatu, termasuk tangan untuk hal-hal yang baik.

“Yang terpenting adalah budi pekerti, hati yang baik, kokoh agar menjadi generasi bangsa yang tangguh,” tambahnya.

Menurutnya, buku-buku terbitan Lily & Eddy berusaha memperkenalkan character building dan budi pekerti, serta tentang warisan Indonesia kepada anak-anak di usia dini mereka.

Lebih lanjut Helen mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengunjungi ratusan sekolah di Indonesia. Adapun target market mereka ialah guru, orangtua dan anak atau disingkat GOA. “Kami ingin agar anak anak kita menjadi anak yang tangguh,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Didgit dalam serial Tale of Didgit Cobbleheart bisa bermakna ruas jari. Ia ingin mengajak semua agar sama-sama saling membantu. Ia ingin anak-anak menggunakan tangannya untuk hal-hal baik, smart serta budi pekerti baik.

Melalui kegiatan story telling ini pihaknya ingin mengajak anak-anak belajar dengan gembira. Helena menambahkan, di bisnis penerbirtan buku, Lily & Eddy berfokus menciptakan materi-materi anak-anak bernuansa edutainment, termasuk untuk melayani kebutuhan klien.

Materi-materi edutainment yang kreatif dan menyenangkan ini dipasarkan dengan harga terjangkau untuk anak-anak Indonesia.

Produk-produknya memfokuskan diri pada pentingnya pengajaran akan toleransi perbedaan budaya, nilai-nilai moral yang baik dan kecintaan akan lingkungan hidup.

Di dalam setiap cerita yang dibuat selalu ada nuansa ‘berbuat baik itu keren’ agar kelak cerita-cerita tersebut bisa membantu terciptanya generasi muda yang tidak hanya pandai namun juga memiliki hati yang mulia, bermartabat dan peduli.

Klien-klien yang selama bekerja sama dengan penerbit ini adalah McDonald’s, LIPI, Unesco, Kalbe Farma, serta UNDP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *