Unesco Tetapkan Pencak Silat Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

WomanIndonesia.co.id – Sidang ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage yang berlangsung di Bogota Colombia sejak 9 hingga 14 Desember lalu akhirnya menghasilkan penetapan Pencak Silat sebagai warisan budaya dunia. Hal ini disampaikan Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Prof. Surya Rosa Putra.

Pencak Silat merupakan salah satu tradisi khas Indonesia yang telah ada sejak lama dan berkembang dari masa ke masa ke seluruh penjuru tanah air dengan keunikannya masing-masing, yang memiliki seluruh elemen untuk membentuk warisan budaya takbenda

Di Tanah Air, ditetapkannya Tradisi Pencak Silat sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO mengundang berbagai reaksi postif dari berbagai termasuk dari Asosiasi Silat Tradisi Betawi (ASTRABI) yang notabene merupakan salah satu organisasi yang secara terus-menerus berusaha menjaga dan melestarikan keberadaan warisan budaya leluluhur tanah betawi khusunya tradisi silat betawi.

Anwar Al Batawi, Ketua Umum ASTRABI mengungkapkan kegembiraan sekaligus rasa bangganya atas penetapan tersebut.

“Alhamdulillah Nominasi Tradisi Pencak Silat (Traditions of Pencak Silat) telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda kategori Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada sidang Sidang Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO, 12 Desember 2019 Pukul 09.59 Waktu Bogota,” ujar Anwar di tengah-tengah acara Festival Silat Tradisi Betawi, Minggu (15/12)

Menurut Anwar ditetapkannya tradisi pencak silat sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO menunjukan bahwa pencak silat merupakan budaya yang memiliki nilai tinggi.

“Untuk itu pemerintah dan juga masyarakat wajib untuk ikut serta menjaga dan melestarikan kebudayaan tersebut dengan sungguh-sungguh,” tambah Anwar.

Lebih jauh Anwar berharap adanya upaya yang serius dari pemerintah, khususnya Pemda DKI Jakarta untuk menerbitkan Pergub terkait keberdaan Silat Tradisi Betawi agar para praktisi Silat Betawi dan pihak-pihak terkait memiliki payung hukum yang jelas dalam upaya membangun dan melestarikan salah satu Budaya Betawi ini.

“jika saja Pergub ini bisa diterbitkan saya yakin Silat Tradisi Betawi dapat menjadi industri baru baik dalam sisi budaya maupun pariwisata, jika ini terjadi banyak pihak yang akan diuntungkan, baik dari sisi ekonomi bagi masyarakat, para praktisi silat tradisi betawi, dan juga pemerintah,” ungkap Anwar.

Bahkan Putra asli Betawi ini berharap Tradisi Pencak Silat bisa menjadi muatan lokal di sekolah tingkat dasat hingga tingkat atas.

Keinginan Anwar mendapat sabutan positif dari anggota DPRD DKI Jakarta, H. Purwanto. S.Si, SH. “Saya sangat setuju jika Tradisi Pencak Silat bisa di masukan dalam kurikulum pendidikan sebagai ekstra kulikuler wajib di sekolah, ini merupakan usulan yang positif dalam upaya melestarikan salah satu budaya Indonesia yang telah mendunia, saya persilahkan ASTRABI untuk melakukan audensi dengan parlemen agar usulan ini bisa ditindak lanjuti, saya pikir akan lebih bagus jika usulan itu muncul dari masyarakat,” jelasnga.

Kepala Suku Dinas Parwisata dan Kebudayaan Jakarta Selatan H. Imron yang juga turut hadir dalam acara tersebut juga mengungkapkan hal yang sama dengan Anwar. Menurutnya pengakuan oleh UNESCO merupakan penghargaan yang tak ternilai sehingga semua pihak harus bisa menjaga dan melestarikannya termasuk pemerintah dan swasta.

“Kita menginginkan adanya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjadikan Silat Tradisi Betawi ini menjadi salah satu destinasi wisata di DKI Jakarta,” tutur H. Imron.

Drs. H. Datok Icuk Zulkafril, MM, MSi, Ketua Dewan Pendekar PSN Perisai Putih yang hadir dalam Konerensi Pers tersebut juga mendukung upaya-upaya yang selama ini telah dilakukan dalam usaha melestarikan dan mengembangkan Tradisi Pencak Silat.

Menurutnya semua pihak termasuk pemerintah harus bersatu padu agar budaya peninggalan leluhur ini tidak hilang dari Bumi Pertiwi, “Tidak ada jalan lain Negara harus hadir agar tradisi ini terus terjaga bahkan bisa berkembang, jika tidak kita akan tergilas oleh negara-negara tetangga yang secara gencar menebarkan opini bahwa silat adalah tradisi mereka,” jelas Datok Icuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *