Upah Tinggi Ternyata Pengaruhi Produktivitas Karyawan

WomanIndonesia.co.id – Upah karyawan merupakan keputusan penting yang dibuat oleh pemimpin perusahaan dan manajer HR. Ada banyak yang perlu dipertimbangkan, semisalnya penghasilan saat ini dan masa depan yang didapat oleh perusahaan, pengeluaran untuk karyawan jika terjadi sesuatu, dan lainnya. Namun, ternyata upah seseorang berpengaruh terhadap produktivitas pekerjaannya.

Tiga peneliti dari Harvard melakukan sebuah penelitian di tahun 2013, mengenai bagaimana upah dapat mempengaruhi kualitas bekerja seseorang. Mereka menggunakan situs pekerja lepas bernama oDesk.

Mereka mengunggah mengenai deskripsi pekerjaan yang ditawarkan yaitu, memasukkan data sebanyak mungkin dengan kesalahan yang minimal.

Ada dua unggahan mengenai lowongan pekerjaan tersebut, yang satu dengan upah 3 dollar AS setiap jamnya, dan satunya 4 dollar AS. Akhirnya, terpilihlah 136 orang yang bekerja dengan upah 4 dollar AS, dan ada 404 orang yang mau bekerja dengan upah 3 dollar AS.

Dari grup yang bekerja 3 dollar AS per jamnya, para peneliti memberikan bonus ke pada 135 orang, dengan mengatakan akan membayar mereka 4 dollar AS per jamnya, atau naik 1 dollar AS. Pada penelitian tersebut, terlihat tidak ada perbedaan antara pekerja yang bekerja dengan upah 4 dollar AS per jam dan 3 dollar AS.

“Ketika seseorang dibayar 4 dollar, meskipun itu bayarannya lebih dari yang pernah mereka hasilkan atau harapkan, tidak alasan untuk mereka menganggap itu adalah hadiah atau konsensi dari perusahaan,” kata Deepak Malholtra, salah satu peneliti itu.

Ia juga menambahkan bahwa dengan begitu harapan pekerja adalah salah dan 4 dollar itu memang harga yang perlu dibayar untuk pekerjaan yang mereka lakukan.

Sedangkan grup yang awalnya diberi upah 3 dollar AS, kemudian menjadi 4 dollar AS, bekerja jauh lebih keras dibandingkan sebelumnya. Dan mereka yang sudah memiliki pengalaman bekerja adalah yang paling mengerti ketika upah mereka naik, yang artinya meningkatkan produktivitas mereka.

Di pikiran para pekerja, 3 dollar ditambah 1 dollar jauh lebih hebat dibandingkan 4 dollar. Kebaikan dari pemberi kerja akhirnya membuat kebaikan dari karyawan mereka untuk bekerja lebih keras. Ini menjadi timbal baik yang mempengaruhi persepsi dan kompensasi dibandingkan lainnya.

Namun, jika perusahaan memperlakukan pekerja seperti mesin, namun menuntut mereka untuk bekerja sekeras mungkin dengan upah yang rendah. Maka, ke depannya mereka dapat bekerja sesedikit mungkin dengan upah yang besar.

Tetapi, perusahaan sendiri akan mendapat ketidakberuntungan secara structural. Selain itu, hubungan antara pekerja dan si pemberi kerja pun akan mengalami kegagalan karena tidak ada yang saling peduli akan kesuksesan satu sama lain.

(mge)