Cegah Virus Korona, Simak Tips Berkunjung atau Transit di China

WomanIndonesia.co.id – Akademisi dan praktisi klinis Prof Ari Fahrial Syam mengatakan memang virus korona mempunyai tingkat penyebaran yang tinggi dan mematikan. Wajar terjadi kepanikan di Indonesia mengingat mobilisasi orang Indonesia ke China maupun sebaliknya tinggi.

“Seperti pada kasus karayawan PT Huawei Tech Investment dari China yang berkunjung ke Jakarta mengalami demam batuk pilek dicurigai menderita virus korona, ternyata hanya radang tenggorokan,” kata Ari kepada media di Jakarta, Kamis (23/1).

Tetapi kata Ari sebenarnya penyebaran virus juga tidak mudah kecuali kita kontak langsung dengan penderita. Tapi masalahnya memang infeksi virus baru ini sama seperti infeksi paru lain. Coronavirus sendiri sama seperti coronavirus lain menyebabkan gejala infeksi saluran pernafasan antara lain batuk dan sesak nafas. Jika infeksi virus ini sudah menyebabkan keterlibatan paru, gejalanya bertambah berat biasanya bisa gagal nafas.

“Secara umum Coronavirus sendiri umumnya ditularkan melalui batuk dan bersin.
Oleh karena pada kasus yang dicuragai dilakukan upaya isolasi,” ujar Ari.

Pasien dengan infeksi virus corona ini datang dengan demam tinggi, batuk dan sesak nafas. Sehingga sulit membedakan dengan infeksi paru lain. Ada beberapa pasien yang bertanya “apa yang saya harus antisipasi kalau ingin berangkat ke China pada kondisi saat terjadinya wabah saat ini?”. Yang terpenting kita berangkat dalam keadaan sehat artinya daya tahan tubuh kita baik.

“Saya menganjurkan untuk masyarakat yang sedang tidak fit sedang demam atau batuk pilek untuk menunda keberangkatan ke luar negeri. Karena kalau kita terdeteksi sedang terjadi peningkatan suhu tubuh saat memasuki bandara di luar negeri kita bisa di observasi bahkan bisa di isolasi,” terang Ari.

Tentu, lanjut Ari kondisi ini tidak nyaman dan sangat mengganggu apalagi kita sedang berada di negara orang. Olehnya itu kalau tidak fit sebaiknya tidak berangkat ke luar negeri. “Pada saat berbagai negara sedang melakukan skrining ketat di pintu-pintu masuk negaranya,” kata Ari.

Ada bebeapa tips untuk masyarakat yang akan berkunjung atau transit di China.

  • Tetap makan dan minum cukup, termasuk mengonsumsi buah dan sayur-sayuran.Harus dipastikan bahwa kita selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis. Diusahakan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan fresh. Menghindari makanan dan minuman  yang manis, gorengan, dan minuman yang dingin yang bisa merangsang iritasi tenggorokan.
  • Memakai masker saat berada di keramaian. Selama berada di China, terutama jika sedang berada di kerumunan, sebaiknya selalu menggunakan masker. Masker N95 sangat dianjurkan, karena itu untuk orang sehat dan bertujuan mencegah terhirupnya virus dan partikel halus.
  • Selalu mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik cair, baik sebelum dan sesudah makan maupun setelah kontak dengan sesuatu yang juga disentuh oleh orang lain.
  • Usahakan tetap tidur cukup, minimal 6 jam dalam 24 jam selama berada di China.
  • Jika demam dan batuk segera mencari pertolongan dokter. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *