Womanindonesia.co.id – Nama Riezka Rahmatiana mungkin sudah lebih dulu dikenal di dunia bisnis kuliner. Namun kini, perempuan berjiwa wirausaha asal Jawa Barat ini memilih melangkah lebih jauh membawa visinya ke hamparan lahan pertanian di Provinsi Riau. Bukan sekadar ekspansi bisnis biasa, ini adalah sebuah misi.
Melalui PT Rukun Raya, Riezka Rahmatiana menggarap sektor pertanian dengan pendekatan yang komprehensif: tidak hanya menyuntikkan modal, tetapi juga memberikan pendampingan langsung dan jaminan pembelian hasil panen kepada para petani. Langkah ini ia ambil sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Konsep Inti Plasma: Simbiosis yang Saling Menguatkan
Skema yang diusung Riezka Rahmatiana bukan sekadar investasi konvensional. Ia menerapkan konsep inti plasma – pola kemitraan strategis antara perusahaan dan petani lokal yang telah terbukti efektif di berbagai daerah Indonesia.
Dalam pola ini, pihak inti – dalam hal ini PT Rukun Raya – bertugas menyediakan bibit, pupuk, teknologi, pendampingan, jaminan pembelian hasil panen, serta akses pasar. Sementara pihak plasma, yaitu para petani, menyediakan lahan, mengelola kebun atau ternak, dan menjalankan proses budidaya sesuai standar yang telah ditentukan.
Riezka menjelaskan bahwa kondisi di lapangan menciptakan kebutuhan nyata atas pola kemitraan ini.
“Pola ini dipakai karena masih banyak petani yang memiliki lahan, tetapi belum memiliki modal, akses pasar, teknologi, dan pembeli,” ujar Riezka dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/5).
Di sisi lain, kondisi perusahaan justru berbanding terbalik. “Sedangkan kami memiliki akses dan sistem, namun tidak memiliki lahan dan petani yang mengelola,” imbuh Riezka. Itulah mengapa konsep inti plasma menjadi solusi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Komoditas Unggulan Bernilai Tinggi
Program ini tidak sembarangan memilih komoditas. Produk yang dikembangkan merupakan hasil seleksi berdasarkan tingginya permintaan pasar dan nilai jual yang kompetitif, meliputi pisang cavendish, nanas madu, cabai rawit, timun, jagung, kacang panjang, dan bawang merah.
Dari 10 kabupaten di Provinsi Riau, sebanyak empat kabupaten telah menyatakan kesiapannya untuk bergabung, yaitu Indragiri Hulu, Pelalawan, Kampar, dan Kuantan Singingi. Keempatnya mewakili potensi lahan pertanian yang signifikan dengan komunitas petani yang siap bergerak.
Di balik angka investasi dan peta mitra, Riezka menyimpan harapan yang lebih dalam. Baginya, keberhasilan program ini bukan hanya soal panen yang melimpah, melainkan tentang masa depan ekonomi masyarakat desa yang lebih mandiri.
“Hasil panennya nanti diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk ketahanan pangan, tetapi juga bisa meningkatkan ekonomi lokal,” tuturnya.
Langkah Riezka Rahmatiana menjadi bukti nyata bahwa perempuan Indonesia mampu memimpin perubahan – tidak hanya di ruang-ruang kota, tetapi juga di tengah hamparan kebun yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan bangsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








