Dermatitis Atopik, Masalah Kulit yang Sering Terjadi pada Bayi

WomanIndonesia.co.id – Dermatitis Atopik atau eksim atopik adalah penyakit yang merupakan kelainan kulit tersering pada anak terutama pada bayi. Bayi dan anak yang mengalami penyakit ini umumnya memiliki keluhan dan gejala kulit kering, kemerahan, bersisik, dan gatal pada satu atau beberapa tempat di wajah, leher, lipatan siku atau lutut, pergelangan kaki yang hilang timbul dan berlangsung lama atau kronik.

Penyakit ini dikarenakan oleh genetik yaitu adanya bakat dari orang tua yang mengalami eksim atopik, imunologik di mana sistem kekebalan tubuh anak menjadi lebih sensitif, dan faktor lingkungan yang mengakibatkan perlindungan kulit anak menjadi kurang seperti pada beberapa kasus ada anak yang merasa gatal karena keringatnya sendiri.

Dermatitis Atopik menyebabkan kondisi yang tidak nyaman pada bayi dan anak akibat iritasi dan rasa gatal yang dominan di daerah kulit. Selain itu, penyakit itu juga dapat mengakibatkan tekanan atau beban pada keluarga, mempengaruhi pola makan dan tidur bayi, serta biaya kesehatan dan pengobatan.

Pada sebagian besar pasien, dermatitis atopik merupakan penyakit alergi yang awal terjadi sebelum asma dan rinitis alergi di kemudian hari. “Terapi utama yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan kulit anak adalah dengan edukasi orang tua mengenai penyakitnya, cara merawat kulit area popok, dan obat tambahan yang diresepkan sesuai kondisi eksim anak,” tutur dr. Matahari Arsy, SpKK.

Maka dari itu, perawatan harus disesuaikan dengan keadaan eksim saat itu, seperti derajat keparahan, luas infeksi, kondisinya kering atau basah, lokasi, serta apa mengganggu tidur atau tidak. Ia menyarankan ke pada orang tua untuk memandikan anaknya pada suhu biasa dan maksimal 10 menit dengan sabun yang tidak mengandung deterjen agar tidak memicu dermatitis atopik pada anak.

Selain itu gunakan juga pelembab dan cuci pakaian tanpa pewangi dan pemutih karena ada beberapa kandungan dari pewangi dan pemutih pakaian yang dapat memicu penyakit ini. Ia menambahkan tidak menganjurkan pemakaian sabun antiseptik secara rutin karena kurang baik untuk kulit anak yang jauh lebih rentan dibandingkan kulit orang dewasa.

“Penggunaan sabun antiseptik itu hanya bila diperlukan saja karena kulit anak lebih rentan dan nantinya bisa jadi lebih mudah iritasi,” kata dr. Matahari. Selain itu, pemberian bedak yang berlebihan pada area di atas perut juga ternyata dapat berbahaya.

Karena apabila terhidup dapat memberikan reaksi yang berdampak pada kesehatan pernafasannya. Ia melanjutkan, jika anak tidak sedang mengalami keringat berlebih lebih baik tidak usah diberikan bedak bayi.
(mge)