Fashion Rhapsody, Kepedulian Para Desainer Terhadap Lingkungan

WomanIndonesia.co.id – Road to Event Fashion Rhapsody: Harmoni Bumi resmi di gelar. Pameran fashion ini berlangsung dari 29 Oktober sampai 3 November 2019 di Grand Atrium Hall, Mall Kota Kasablanka.

Fashion Rhapsody merupakan sebuah ide yang muncul karena adanya isu lingkungan yang ditimbulkan oleh industri fashion sebagai penyumbang limbah terbanyak di dunia.

Ide ini berkembang menjadi sebuah keinginan untuk membuat event fashion yang berbeda dengan tema lingkungan dan dengan aksi untuk kita lebih sadar akan isu lingkungan serta menjadikan harmoni antara manusia dan bumi agar saling menjaga.

Ide ini dicetuskan oleh empat orang perancang busana kenamaan di Indonesia, yaitu Ariy Arka, Ayu Dyah Andari, Chintami Atmanagara, dan Yulia Fandy.

Dalam Naungan Yayasan Cipta Kreasi Mulia, event Fashion Rhapsody: Harmoni Bumi kini lebih mengukuhkan diri secara hukum dan diharapkan menjadi acara yang akan dilaksanakan setiap tahun.

Fashion Rhapsody bekerja sama dengan Mall Kota Kasablanka sebagai tempat diselenggarakannya Road to Event Fashion Rhapsody dan Jakarta Tourism Forum (JTF) yang akan menjadikan Fashion Rhapsody sebagai event yang akan dilaksanakan di Jakarta setiap tahunnya dan dicantumkan dalam kalender event JTF.

“Road to Event Fashion Rhapsody merupakan acara yang dilakukan untuk menambah awareness masyarakat khususnya warga Ibukota DKI jakarta tentang apa itu Fashion Rhapsody dan tentang Main Event Fashion Rhapsody yang akan dilaksanakan pada Februari 2020 mendatang di The Tribrata, Jakarta Selatan,” ujar Ariy Arka pada grand opening di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (1/11).

Beberapa rangkaian acara yang disediakan
dalam acara ini diantaranya adalah bazar, fashion show, talkshow, artist performance serta masih banyak lagi yang lainnya akan menemani seluruh pengunjung Mall Kota Kasablanka untuk beberapa hari selanjutnya.

“Ada 50 desainer yang gabung mungkin bertambah. Kami berharap kedatangannya kembali di 2020,” kata Chintami.

Lebih lanjut Ariy menuturkan bahwa sebelumnya, Pre Event Fashion Rhapsody sudah dilaksanakan pada 30 April 2019 di Hallf Patiunus, Jakarta Selatan.

“Road to Event Fashion Rhapsody: Harmoni bumi merupakan acara kedua dari rangkaian acara Fashion Rhapsody,” ujarnya.

Ariy melihat bahwa ide Fashion Rhapsody ini berangkat dari isu limbah fashion yang muncul di berbagai berita. Sehingga mereka mencetuskan ide mendaur ulang limbah fashion.

“Kita menggandeng berapa desainer yang penjualannya tinggi, biasanya menghadirkan banyak limbah, banyak sisa-sisa bahan dan plastik, kita mencari solusi, kita lebih ke campaign ‘ayo selamatkan bumi’, seperti mengkaryakan sisa-sisa potongan untuk berkreasi dan bisa didistribusikan untuk dijual,” jelas Ariy.

Chintami menambahkan, mereka bekerjasama dengan mitra pengrajin untuk mendaur ulang sisa-sisa potongnan kain mereka.

“Mereka membuat boneka dari sisa-sisa kain, kita juga merekrut kaum-kaum tidak mampu yang kita bina. Ini menjadi daya tarik kreatif yang luar biasa dan bisa menjadi ladang mereka untuk meraih penghasilan,” jelas Chintami.

Chintami mengaku jarang membuang kain perca, pasalnya kain perca bisa diolah menjadi produk bernilai guna seperti dompet, tempat tissu dll.

“Misalnya ada konsumen yang loyal saya kasih hadiahkan. Sebisa mungkin kita tak membuang sisa-sisa kain tersebut,” imbuhnya.

Yulia Fandy menambahkan bahwa ia dan teman-teman desainer lainnya mempunyai gerakan sosial yang diberi nama ‘From Strach to Runaway’.

“Kita para desainer mengumpulkan kain-kain bekas untuk dibawa ke runway. Kita juga memakai bahan yang dibuat dari pewarnaan alam, itu dibuat dari tumbuhan yang jatuh bukan dipetik. Setelah daun-daunnya itu menjadi limba itu tak dibuang tapi bisa menjadi pupuk,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *