Womanindonesia.co.id – Di tengah perubahan gaya hidup yang semakin dinamis, definisi “mahal” bagi perempuan Indonesia perlahan bergeser. Bukan lagi sekadar soal harga atau label, melainkan tentang bagaimana seseorang menghargai dirinya sendiri. Dalam lanskap inilah Molto menghadirkan pendekatan yang berbeda: menjadikan keharuman sebagai bahasa personal yang merefleksikan kepercayaan diri, melalui kampanye #WangiCeweMahal.
Alih-alih menempatkan kemewahan sebagai sesuatu yang eksklusif dan jauh, Molto justru membawanya lebih dekat—ke keseharian. Wangi tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi bagian dari identitas yang tak kasat mata, namun terasa. Sebuah “aksesori emosional” yang bekerja diam-diam, memengaruhi suasana hati sekaligus cara seseorang memandang dirinya sendiri.
Fenomena ini bukan tanpa dasar. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aroma memiliki hubungan erat dengan emosi dan memori. Studi dari Harvard University mengungkapkan bahwa fragrance terhubung langsung dengan pusat emosi di otak, sehingga mampu memengaruhi mood dan persepsi diri. Sementara itu, International Fragrance Association (IFRA) menyebutkan bahwa keharuman dapat meningkatkan rasa nyaman serta memperkuat kepercayaan diri dalam aktivitas sehari-hari.
Melihat pergeseran ini, Molto menghadirkan Molto Luxury Parfum- sebuah inovasi pelembut pakaian dengan konsentrasi parfum lebih tinggi. Produk ini dirancang untuk memberikan keharuman tahan lama dengan sentuhan premium, namun tetap relevan untuk digunakan setiap hari. Dengan dukungan LuxScent Technology, keharuman dikunci dalam serat kain, menciptakan pengalaman wangi yang konsisten sepanjang aktivitas.
Berto Kotze, Head of Marketing Home Care Unilever Indonesia, menjelaskan bahwa keharuman kini menjadi bagian penting dari ekspresi diri perempuan modern.
“Perempuan modern kini semakin memahami bahwa kenyamanan dari dalam merupakan bagian penting dari ekspresi diri, dan keharuman menjadi elemen personal yang sederhana namun berperan besar dalam membangun mood, aura, serta menciptakan perasaan positif yang melengkapi cara mereka mengekspresikan diri. Melalui kampanye #WangiCeweMahal, kami ingin mengajak perempuan Indonesia menyadari bahwa kepercayaan diri tidak hanya berasal dari apa yang terlihat, tetapi juga dari bagaimana mereka merasa terhadap dirinya sendiri.”
Pendekatan ini terasa semakin relevan di era ketika perempuan tidak lagi ingin didefinisikan oleh standar eksternal. Mereka menciptakan standar sendiri- tentang bagaimana ingin merasa, tampil, dan dihargai. Dalam konteks ini, wangi menjadi medium yang intim, personal, sekaligus kuat.
Sebagai bagian dari gerakan ini, Molto menghadirkan #CeweMahalClub sebuah ruang aman yang dirancang untuk mempertemukan perempuan dengan beragam latar belakang. Diadakan pada 26 April 2026 di Discovery Hotel, SCBD, Jakarta Selatan, acara ini menjadi wadah untuk berbagi cerita, perspektif, dan pengalaman tentang perjalanan menemukan versi terbaik diri.
“#CeweMahalClub kami hadirkan bukan sekadar sebagai sebuah acara, tetapi sebagai safe space di mana perempuan dapat saling menginspirasi dan menguatkan. Kami percaya, ketika perempuan merasa nyaman dan percaya diri dengan dirinya sendiri, mereka dapat menunjukkan versi terbaik dari siapa diri mereka sebenarnya,” tambah Berto.
Menariknya, kampanye ini tidak berhenti pada produk atau komunitas. Molto juga memperluas narasi dengan menggandeng Eva Alicia melalui brand perhiasannya, Soul of Gold. Kolaborasi ini menghadirkan pendekatan lintas indera-menggabungkan wangi dan visual dalam satu pengalaman yang utuh.
Bagi Eva, perhiasan dan keharuman memiliki kesamaan mendasar: keduanya adalah bentuk ekspresi diri.
“Bagi saya, menjadi ‘Cewe Mahal’ bukan tentang tampilan luar, melainkan tentang bagaimana perempuan memahami nilai dirinya, memiliki standar personal, dan membawa dirinya dengan penuh percaya diri. Itulah yang membuat kolaborasi ini terasa begitu relevan,” ungkap Eva Alicia, Founder Soul of Gold.
Dari kolaborasi ini lahirlah koleksi gelang edisi terbatas yang terinspirasi dari tiga varian Molto Luxury Parfum – Red Diamond Rose, Gold Wild Orchid, dan Aqua Sapphire Lily. Masing-masing tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga merepresentasikan karakter perempuan modern: elegan, percaya diri, dan empowering.
Pendekatan multisensori ini memperlihatkan bagaimana brand kini tidak lagi sekadar menjual produk, melainkan menghadirkan pengalaman yang lebih dalam dan bermakna. Wangi dan perhiasan, yang selama ini dianggap sebagai pelengkap, justru ditempatkan sebagai elemen utama dalam membangun identitas diri.
Lebih dari itu, kampanye ini juga mencerminkan perubahan paradigma: bahwa kemewahan bukan lagi tentang apa yang dimiliki, melainkan tentang bagaimana seseorang merasakan dirinya sendiri. Sebuah konsep yang lebih inklusif, lebih personal, dan lebih relevan dengan perempuan masa kini.
“Kami ingin setiap perempuan merasa bahwa luxury is a feeling -sebuah rasa yang bisa diakses kapan saja. Kami berharap #WangiCeweMahal dapat menginspirasi lebih banyak perempuan untuk terus mencintai diri sendiri, menetapkan standar terbaik, dan tampil memukau dengan cara mereka sendiri,” tutup Berto.
Pada akhirnya, wangi mungkin tak terlihat, tetapi dampaknya nyata. Ia bisa menjadi pengingat, penenang, bahkan penguat. Dan di tengah dunia yang serba cepat, mungkin justru hal-hal sederhana seperti inilah yang membantu perempuan tetap terhubung dengan dirinya sendiri -merasa utuh, percaya diri, dan, dengan caranya masing-masing, “mahal.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







