Womanindonesia.co.id – Nyeri lutut masih kerap dianggap sebagai keluhan ringan oleh banyak perempuan. Padahal, kondisi ini dapat menjadi indikasi awal gangguan muskuloskeletal yang lebih serius dan membutuhkan perhatian medis sejak dini.
Dalam momentum peringatan Hari Kartini dan Hari Perawat, Siloam Hospitals Mampang mengangkat isu ini melalui kegiatan edukasi kesehatan kepada masyarakat, sekaligus memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan. Momentum ini tidak hanya dimaknai sebagai perayaan simbolik, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan peningkatan kesadaran terhadap isu kesehatan perempuan yang kerap terabaikan.
Di tengah gaya hidup yang semakin aktif, perempuan masa kini menjalani berbagai peran sekaligus – sebagai profesional, ibu, maupun individu yang aktif secara fisik. Namun, di balik dinamika tersebut, terdapat risiko kesehatan yang sering luput dari perhatian, salah satunya gangguan pada tulang dan sendi yang dapat berkembang secara bertahap sejak usia muda.
Keluhan seperti nyeri lutut saat naik tangga, pegal berkepanjangan, atau rasa tidak nyaman saat berolahraga sering kali dianggap wajar sebagai bagian dari kelelahan. Padahal, secara klinis, gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda awal gangguan muskuloskeletal yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Perempuan diketahui memiliki risiko lebih tinggi terhadap beberapa kondisi tertentu, seperti cedera ligamen lutut dan osteoporosis. Hal ini berkaitan dengan faktor hormonal, khususnya peran estrogen dalam memengaruhi kekuatan ligamen dan kepadatan tulang, serta faktor anatomi dan biomekanik, termasuk perbedaan struktur panggul dan pola gerakan tubuh.
“Secara medis, perempuan memiliki risiko lebih tinggi terhadap beberapa gangguan muskuloskeletal tertentu, seperti cedera ligamen lutut dan osteoporosis. Hal ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor hormonal, seperti peran estrogen terhadap kekuatan ligamen dan kepadatan tulang, serta faktor anatomi dan biomekanik, termasuk perbedaan struktur panggul dan pola gerakan tubuh. Karena itu, keluhan seperti nyeri lutut tidak boleh dianggap sebagai kelelahan biasa dan perlu dievaluasi sejak dini,” ujar dr. I Made Yudi Mahardika, Sp.OT, Dokter Spesialis Ortopaedi dan Traumatologi Siloam Hospitals Mampang di Jakarta, Jumat (24/4).
Keterlambatan dalam mengenali dan menangani gejala awal dapat berujung pada kondisi yang lebih kompleks, mulai dari penurunan fungsi sendi hingga kebutuhan intervensi medis lanjutan. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran dan deteksi dini menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas hidup perempuan dalam jangka panjang.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan, Siloam Hospitals Mampang menghadirkan pendekatan edukasi yang lebih interaktif melalui booth kesehatan yang terbuka untuk masyarakat. Inisiatif ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara informasi medis dan pemahaman publik, dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah diakses.
Pengunjung tidak hanya memperoleh informasi seputar kesehatan tulang dan sendi, tetapi juga dapat berpartisipasi dalam berbagai aktivitas dan permainan edukatif yang dikemas secara menarik. Melalui kegiatan ini, masyarakat berkesempatan mendapatkan voucher kesehatan sekaligus memahami pentingnya pencegahan serta penanganan dini gangguan muskuloskeletal.
Pendekatan ini mencerminkan komitmen Siloam Hospitals Mampang dalam menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Dalam rangka memperluas dampak kegiatan, Siloam Hospitals Mampang juga melibatkan pelaku usaha lokal melalui kehadiran booth UMKM. Partisipasi ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat keterlibatan komunitas dalam ekosistem kesehatan yang lebih inklusif.
Kegiatan ini turut didukung oleh berbagai mitra strategis melalui rangkaian pre-event yang telah berlangsung sejak 21 April 2026, dengan kampanye Apresiasi Tenaga Kesehatan dalam rangka Hari Kartini. Dukungan juga datang dari sejumlah media perempuan yang memandang inisiatif ini sebagai langkah positif dalam mengangkat isu kesehatan perempuan sekaligus peran perempuan di berbagai sektor.
Selain itu, kehadiran atlet dari Pelita Jaya, seperti Reza Guntara dan Russel Nyoo, turut memperkuat pesan pentingnya menjaga kesehatan fisik melalui pendekatan yang tepat dan terarah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







