Indeks
Cerita Kita
Sunday, August 31, 2025
No Result
View All Result
  • News
    • Economics & Culture
    • Entertaintment
    • Technology & Otomotive
  • Beauty
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Financial
  • Healthy
    • Activity
    • Food
    • Mood
  • Relationship
    • Dating
    • Married
    • Parenting
    • Sex
  • Review
    • Books
    • Hotel & Resto
    • Movie
    • Travelling
  • Inspirations
    • Profile
    • Story
  • K-POP
  • Event
#Quotes
Home Healthy Activity

Hari Gizi dan Makanan 25 Januari 2022

Hari Gizi dan Makanan diperingati setiap tanggal 25 Januari.

Ditulis oleh Andi Mardana
18 January 2022 wi
in Activity, Healthy
Hari Gizi dan Makanan 25 Januari 2022

Istimewa

77
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Hari Gizi dan Makanan diperingati setiap tanggal 25 Januari.

Womanindonesia.co.id – Peringatan Hari Gizi dan Makanan ditujukan untuk mengkampanyekan perjuangan menuju Indonesia sehat dan bebas kekurangan gizi atau stunting dengan memberikan gizi seimbang dan merata kepada anak di seluruh Indonesia.

Peringatan Hari Gizi dan Makanan tahun ini mengusung tema “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”. Tema tersebut bermaksud mengajak masyarakat agar menyadari pentingnya asupan makanan bergizi untuk tubuh. Lalu, bagaimana dengan sejarah dan makna Hari Gizi dan Makanan?

Sejarah Perayaan Hari Gizi dan Makanan

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehatnegeriku, upaya perbaikan gizi masyarakat telah dimulai sejak tahun 1950, yaitu saat Menteri Kesehatan Dokter J Leimena Bapak Gizi Indonesia mengangkat Prof. Poorwo Soedarmo sebagai kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR), yang waktu itu lebih dikenal sebagai Instituut Voor Volksvoeding (IVV). LMR merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan yang dikenal sebagai Lembaga Eijckman. Prof. Poorwo Soedarmo dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia.

Hari Gizi Nasional (HGN) diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan oleh LMR pada tanggal 25 Januari 1951. Sejak saat itu pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Kemudian disepakati bahwa tanggal 25 Januari di peringati sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia.

Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh LMR pada pertengahan tahun 1960-an, kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat sejak tahun 1970-an hingga sekarang. Tema besar HGN di era RPJMN 2015-2019 adalah “Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi”.

Hari Gizi dan Makanan 25 Januari 2022

Peringatan HGN merupakan momentum penting dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bersama membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi melalui gizi seimbang dan produksi pangan berkelanjutan, sehingga dapat turut mendorong pencapaian RPJMN bidang kesehatan.

Menjelang berakhirnya periode RPJMN 2015-2019, Indonesia mengalami perbaikan dalam hal prevalensi masalah gizi khususnya prevalensi gizi kurang dan stunting. Berdasarkan Riskesdas 2013-2018, meskipun prevalensinya masih tinggi dan diatas ambang batas WHO masalah Kesehatan Masyarakat, prevalensi gizi kurang dan stunting menurun berturut-turut dari 19.6% menjadi 17.7% dan dari 37.2% menjadi 30.8%.

“Namun demikian, ke depan Indonesia akan menghadapi tantangan masalah gizi lebih dan obesitas serta penyakit tidak menular yang cenderung meningkat,” ungkap Dirjen Kesehatan Masyarakat dr. Kirana Pritasari, MQIH, dalam laporannya pada acara workshop Peringatah Hari Gizi Nasional ke 59, di Kantor Kemenkes Jakarta (25/1).

Melihat perkembangan pencapaian target RPJMN untuk perbaikan gizi dan pengalaman pelaksanaan program perbaikan gizi masyarakat, terdapat beberapa tantangan khususnya koordinasi dan penguatan intervensi sensitif serta konvergensi dan keberlanjutan program.

“Hal tersebut perlu menjadi perhatian bersama berbagai pemangku kepentingan, sektor pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk melakukan perbaikan dan peningkatan upaya perbaikan gizi masyarakat yang lebih baik,” kata Kirana.

Menurut Kirana, intervensi spesifik yang dilakukan oleh sektor kesehatan tidak akan mencapai hasil maksimal tanpa didukung oleh intervensi gizi sensitif yang dilakukan oleh sektor non-kesehatan, seperti peningkatan produksi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan dan gizi di tingkat rumah tangga, Program Perlindungan Sosial untuk pengentasan kemiskinan melalui Program Keluarga Harapan dan PNPM, penyediaan air bersih dan sanitasi, dan program pemberdayaan perempuan.

“Intervensi gizi sensitif sudah terbukti mampu berkontribusi sampai 70% untuk keberhasilan perbaikan gizi masyarakat, terutama untuk penurunan angka stunting,” tegasnya.

Arah kebijakan pembangunan Kesehatan ke depan akan lebih dititikberatkan pada upaya preventif dan promotif melalui program Indonesia Sehat yang difokuskan pada empat program prioritas yaitu, percepatan penurunan kematian ibu dan kematian bayi, perbaikan gizi khususnya stunting, penurunan prevalensi penyakit menular dan penyakit tidak menular, diimplementasikan melalui pendekatan keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai strategi untuk perubahan perilaku keluarga dan masyarakat khususnya dalam pengenalan diri terhadap risiko penyakit.

Pendekatan keluarga adalah pendekatan pelayanan terintegrasi Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang didasari oleh data dan informasi profil kesehatan keluarga melalui kunjungan rumah.

Pendekatan keluarga mengintegrasikan pelayanan UKP & UKM secara berkesinambungan dengan target keluarga diharapkan dapat meningkatkan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif. Dengan pendekatan keluarga tersebut setiap keluarga dapat menerapkan perilaku hidup sehat untuk mencegah terjadinya masalah gizi dan kesehatan dalam keluarga.

Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga didukung oleh upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat sesuai Inpres nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) antara lain:

  1. melakukan aktivitas fisik
  2. mengonsumsi sayur, buah dan ikan
  3. memeriksa kesehatan secara rutin
  4. tidak merokok
  5. tidak mengonsumsi alkohol
  6. melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  7. membersihkan lingkungan.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan ini, berbagai tantangan khususnya koordinasi dan penguatan intervensi sensitif serta konvergensi dan keberlanjutan program masih perlu menjadi perhatian bersama oleh berbagai pemangku kepentingan, sektor pemerintah, swasta maupun masyarakat.

Recommended By Editor

Hidup Praktis ala Keluarga Modern, Toshiba Hadirkan Kulkas Jumbo untuk Simpan Stok Lebih Lama

Tipe HPV 52 dan 58 Dominan di Indonesia, Revaksinasi Jadi Kunci Perlindungan Optimal

Kesehatan Jadi Perekat Kebersamaan di Bakti Indonesia 2025

Pemeriksaan Gratis Hingga Konsultasi Daring, bodrex Bawa Layanan Kesehatan ke Daerah


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Share31Tweet19Pin7

RELATED ARTICLES

Hidup Praktis ala Keluarga Modern, Toshiba Hadirkan Kulkas Jumbo untuk Simpan Stok Lebih Lama_Womanindonesia.co.id
Food

Hidup Praktis ala Keluarga Modern, Toshiba Hadirkan Kulkas Jumbo untuk Simpan Stok Lebih Lama

20 hours ago
Tipe HPV 52 dan 58 Dominan di Indonesia, Revaksinasi Jadi Kunci Perlindungan Optimal_womanindonesia.co.id
Activity

Tipe HPV 52 dan 58 Dominan di Indonesia, Revaksinasi Jadi Kunci Perlindungan Optimal

3 days ago
Kesehatan Jadi Perekat Kebersamaan di Bakti Indonesia 2025_womanindonesia.co.id
Activity

Kesehatan Jadi Perekat Kebersamaan di Bakti Indonesia 2025

7 days ago
Pemeriksaan Gratis Hingga Konsultasi Daring, bodrex Bawa Layanan Kesehatan ke Daerah_Womanindonesia.co.id
Activity

Pemeriksaan Gratis Hingga Konsultasi Daring, bodrex Bawa Layanan Kesehatan ke Daerah

1 week ago
Kelly Tandiono Diantara 16 Finalist Dalam Press Conference Top 16 Miss Universe Indonesia 2025
Event

Zetrix Miss Universe Indonesia 2025 Umumkan TOP 16, Selangkah Lagi Raih Mahkota

1 week ago
Opening Ceremony IBTE 2025 (Jakarta, 20/08/2025)
Event

IBTE 2025: Hadirkan Lebih Dari 1000 Booth Dari Berbagai Negara

2 weeks ago
Next Post
4 Jenis Kenakalan Remaja Sekarang yang Membuat Orangtua Stres

4 Jenis Kenakalan Remaja Sekarang yang Membuat Orangtua Stres

WOMANINDONESIA

Informasi Terkini Untuk Perempuan Indonesia, Mulai Dari Kesehatan, Lifestyle, Keuangan, Fashion, Relationship, Food Review, Hot Issue Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Topik Pilihan

usus makan uang bahan nasi run kerja anak iu kai sehat kesehatan ibu aman erha bar Indonesia os Me sel ikan alam

Informasi

  • About Us
  • Career
  • Media Kit
  • Contact Us
  • Sitemap

Alamat Redaksi

PT. Komunikasi Perkasa Indonesia. Epicentrum Walk Lt. 3 Unit A306-A307 Kawasan Rasuna Epicentrum Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta 12960.

: halo@womanindonesia.co.id
: 0812 8877 7317
: +62 812 8877 7317
: +62 812 8877 7317

BLOGROLL

  • Womenpedia
  • Trend.co.id
  • CaraLengkap.com
  • Create.web.id
  • DapurLetters.com
  • JasaSaya.com
  • KataSandi.com
  • zonanusantara.com
  • Desa.or.id
  • RedJasa.com
  • School.sch.id
  • SEO.sch.id
  • SLI.sch.id
  • Social.or.id
  • Whuzzz.com
  • TukuDong.com
  • Urbanoir.net
  • YPI.ac.id
  • idkoe.com
  • bukupandu.com
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions
  • Indeks

© 2021 womanindonesia.co.id - All rights reserved. | DMCA.com Protection Status

No Result
View All Result
  • News
    • Entertaintment
    • Politics
    • Economics & Culture
    • Technology & Otomotive
  • Lifestyle
    • Beauty
    • Fashion
    • Financial
  • Healthy
    • Activity
    • Food
    • Mood
  • Relationship
    • Dating
    • Parenting
    • Married
    • Sex
  • Review
    • Hotel & Resto
    • Books
    • Movie
    • Music
  • Inspirations
    • Profile
    • Story
  • K-POP
  • Motivasi
    • Jiwa Bahagia
  • Quotes
  • Event

© 2021 womanindonesia.co.id - All rights reserved. | DMCA.com Protection Status

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist