Indeks
Cerita Kita
Tuesday, May 12, 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Economics & Culture
    • Entertaintment
    • Technology & Otomotive
  • Beauty
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Financial
  • Healthy
    • Activity
    • Food
    • Mood
  • Relationship
    • Dating
    • Married
    • Parenting
    • Sex
  • Review
    • Books
    • Hotel & Resto
    • Movie
    • Travelling
  • Inspirations
    • Profile
    • Story
  • K-POP
  • Event
#Quotes
Home Healthy Activity

Anak Sering Gumoh, Apakah Aman? Fakta Medis Seputar Regurgitasi pada Bayi

Ditulis oleh Andi Mardana
5 February 2026 wi
in Activity, Healthy
Anak Sering Gumoh, Apakah Aman? Fakta Medis Seputar Regurgitasi pada Bayi_womanindonesia.co.id

Foto Andi Mardana

76
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Womanindonesia.co.id – Regurgitasi atau gumoh pada bayi merupakan kondisi yang sangat umum terjadi, terutama pada usia awal kehidupan. Meski terlihat mengkhawatirkan, secara medis regurgitasi umumnya bersifat fisiologis dan bukan merupakan penyakit. Namun, masih banyak orang tua yang menyamakan gumoh dengan gangguan lambung serius seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Isu ini menjadi fokus utama dalam Media Gathering & Health Talk yang diselenggarakan oleh RS Premier Bintaro pada Rabu, 4 Februari 2026. Mengusung tema “POV: Regurgitasi, GER, dan GERD pada Anak dan Dampaknya terhadap Kesehatan”, acara ini berlangsung di Gala Room, Sutasoma Hotel at The Tribrata, dan dihadiri oleh rekan-rekan media nasional.

Regurgitasi atau Gumoh pada Bayi: Fenomena yang Umum Terjadi

Dalam sambutannya, dr. Relia Sari, MARS, Chief Executive Officer RS Premier Bintaro, menegaskan pentingnya edukasi berbasis bukti ilmiah bagi orang tua.

“Edukasi kesehatan anak yang akurat sangat penting agar orang tua tidak panik berlebihan. Peran media menjadi kunci untuk menjembatani informasi medis yang benar kepada masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Rabu (4/2).

Berdasarkan data klinis yang dipaparkan, sekitar 30 persen bayi mengalami regurgitasi, dengan puncak kejadian pada usia 3–4 bulan, dan umumnya akan berkurang secara bertahap hingga usia 12 bulan. Kondisi ini dikenal dengan istilah happy spitter, yakni bayi yang tetap ceria, menyusu dengan baik, dan tumbuh normal meskipun sering gumoh.

Perbedaan Regurgitasi, GER, dan GERD pada Anak

Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Badriul Hegar, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, menjelaskan bahwa tantangan terbesar di masyarakat adalah membedakan regurgitasi fisiologis dengan GERD.

“Regurgitasi dan GER itu sering dan umumnya tidak berbahaya, sedangkan GERD jarang. GERD perlu dicurigai bila terdapat tanda bahaya atau alarm sign, seperti gagal tumbuh, bercak darah pada regurgitasi, nyeri hebat, atau gangguan neurologis. Tanpa tanda alarm, pemeriksaan lanjutan biasanya tidak diperlukan,” jelas Prof. Badriul.

Ia menambahkan bahwa GERD hanya terjadi pada sekitar 3–8 persen anak, dan merupakan kondisi ketika isi lambung naik ke kerongkongan secara berlebihan sehingga menimbulkan peradangan esofagus (esofagitis) serta komplikasi lain, seperti gangguan makan, anemia, hingga penurunan kualitas hidup anak.

Regurgitasi Berlebihan Belum Tentu GERD

Dalam sesi diskusi, para ahli juga menekankan bahwa bayi yang sering gumoh, rewel, atau menangis lama tidak selalu menderita GERD. Gejala tersebut juga dapat ditemukan pada bayi sehat.

Oleh karena itu, evaluasi medis yang cermat diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain, seperti alergi protein susu sapi, sebelum menetapkan diagnosis GERD dan memutuskan terapi lanjutan.

Penanganan Regurgitasi pada Bayi yang Dianjurkan

Penatalaksanaan awal regurgitasi dan GER pada bayi umumnya bersifat non-farmakologis, antara lain:

  • Edukasi orang tua mengenai kondisi normal bayi
  • Melanjutkan pemberian ASI
  • Menghindari overfeeding
  • Mengatur posisi bayi setelah menyusu
  • Penggunaan susu formula yang ditebalkan bila diperlukan

Pemberian obat bukan terapi lini pertama dan hanya direkomendasikan pada kasus GERD yang telah terkonfirmasi secara klinis.

Melalui kegiatan ini, RS Premier Bintaro kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan edukasi kesehatan anak yang komprehensif dan berbasis ilmiah. Kolaborasi dengan media diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya bagi orang tua, agar lebih bijak dan tenang dalam menyikapi kondisi tumbuh kembang anak.

Dengan pemahaman yang tepat, orang tua diharapkan tidak lagi menganggap setiap gumoh sebagai tanda penyakit, namun tetap waspada terhadap gejala yang memerlukan perhatian medis.

Recommended By Editor

Siloam, GKCI, dan RSPON Perluas Akses Penanganan Tumor Otak Tanpa Operasi Terbuka

Kanker, Jantung, hingga Ortopedi: Mengapa Pasien Indonesia Pilih Malaysia untuk Penyakit Berat?

Jangan Tunggu Anak Sakit Dulu: Kenali Mengapa Balita Paling Rentan Terinfeksi Influenza

Kesehatan Bakteri Usus: Fondasi Kesehatan yang Sering Kita Abaikan


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Share30Tweet19Pin7

RELATED ARTICLES

Siloam, GKCI, dan RSPON Perluas Akses Penanganan Tumor Otak Tanpa Operasi Terbuka_Womanindonesia.co.id
Activity

Siloam, GKCI, dan RSPON Perluas Akses Penanganan Tumor Otak Tanpa Operasi Terbuka

3 days ago
Kanker, Jantung, hingga Ortopedi: Mengapa Pasien Indonesia Pilih Malaysia untuk Penyakit Berat?_womanindonesia.co.id
Activity

Kanker, Jantung, hingga Ortopedi: Mengapa Pasien Indonesia Pilih Malaysia untuk Penyakit Berat?

4 days ago
Jangan Tunggu Anak Sakit Dulu: Kenali Mengapa Balita Paling Rentan Terinfeksi Influenza_womanindonesia.co.id
Activity

Jangan Tunggu Anak Sakit Dulu: Kenali Mengapa Balita Paling Rentan Terinfeksi Influenza

5 days ago
Kesehatan Bakteri Usus: Fondasi Kesehatan yang Sering Kita Abaikan_ womanindonesia.co.id
Food

Kesehatan Bakteri Usus: Fondasi Kesehatan yang Sering Kita Abaikan

6 days ago
Mengapa Pasien Bariatrik Perlu Didampingi Dokter, Ahli Gizi, hingga Psikolog?_Womanindonesia.co.id
Activity

Mengapa Pasien Bariatrik Perlu Didampingi Dokter, Ahli Gizi, hingga Psikolog?

7 days ago
Jangan Tunggu Sakit Dulu: Inilah Alasan Dewasa dan Lansia Wajib Vaksin Influenza Setiap Tahun_womanindonesia.co.id
Activity

Jangan Tunggu Sakit Dulu: Inilah Alasan Dewasa dan Lansia Wajib Vaksin Influenza Setiap Tahun

1 week ago
Next Post
Simak Tips Aman Investasi Kripto_Womanindonesia.co.id

Simak Tips Aman Investasi Kripto

WOMANINDONESIA

Informasi Terkini Untuk Perempuan Indonesia, Mulai Dari Kesehatan, Lifestyle, Keuangan, Fashion, Relationship, Food Review, Hot Issue Terkini dan Terbaru Hari Ini.

Topik Pilihan

usus makan uang bahan nasi run kerja anak iu kai sehat kesehatan ibu aman erha bar Indonesia os Me sel ikan alam

Informasi

  • About Us
  • Career
  • Media Kit
  • Contact Us
  • Sitemap

Alamat Redaksi

PT. Komunikasi Perkasa Indonesia. Epicentrum Walk Lt. 3 Unit A306-A307 Kawasan Rasuna Epicentrum Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta 12960.

: halo@womanindonesia.co.id
: 0812 8877 7317
: +62 812 8877 7317
: +62 812 8877 7317

BLOGROLL

  • Womenpedia
  • Trend.co.id
  • Create.web.id
  • zonanusantara.com
  • Desa.or.id
  • RedJasa.com
  • School.sch.id
  • SEO.sch.id
  • SLI.sch.id
  • Urbanoir.net
  • YPI.ac.id
  • idkoe.com
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions
  • Indeks

© 2021 womanindonesia.co.id - All rights reserved. | DMCA.com Protection Status

No Result
View All Result
  • News
    • Entertaintment
    • Politics
    • Economics & Culture
    • Technology & Otomotive
  • Lifestyle
    • Beauty
    • Fashion
    • Financial
  • Healthy
    • Activity
    • Food
    • Mood
  • Relationship
    • Dating
    • Parenting
    • Married
    • Sex
  • Review
    • Hotel & Resto
    • Books
    • Movie
    • Music
  • Inspirations
    • Profile
    • Story
  • K-POP
  • Motivasi
    • Jiwa Bahagia
  • Quotes
  • Event

© 2021 womanindonesia.co.id - All rights reserved. | DMCA.com Protection Status

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist