Womanindonesia.co.id – Jakarta sedang dalam misi besar. Bukan lagi sekadar ibu kota yang sibuk, kota dengan 10,7 juta jiwa penduduk ini tengah berpacu merebut posisinya di peta kota-kota global dunia. Tapi di balik ambisi besar itu, ada pertanyaan yang lebih mendasar: siapa yang akan menggerakkan rodanya dari dalam?
Jawabannya, setidaknya bagi Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (BPD HIPMI Jaya), adalah para pengusaha muda. Dan Kamis, 21 Mei 2026, di The Tribrata Darmawangsa, mereka mulai menempa 200 orang di antaranya.
DIKLATDA (Pendidikan dan Pelatihan Daerah) 2026 BPD HIPMI Jaya bukan acara seremonial biasa. Dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Gubernur DKI Jakarta Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, hingga jajaran pengurus pusat HIPMI – forum kaderisasi wajib ini mengirimkan pesan yang jelas: urusan mencetak pengusaha muda adalah urusan negara, bukan hanya urusan organisasi.
Kehadiran para tokoh lintas sektor itu bukan sekadar pelengkap daftar tamu. Mereka hadir sebagai panelis, turun langsung membekali 200 kader aktif yang tersebar dari enam wilayah kota administratif DKI Jakarta dengan latar belakang bisnis yang beragam.
Temanya pun dipilih dengan penuh kesadaran, “Peran Pengusaha Muda Dalam Transisi Ekonomi Global.”
Selama sehari penuh, peserta diajak menavigasi empat diskusi panel yang dirancang berjenjang – dari fondasi organisasi, strategi ekonomi dan bisnis, wawasan kebangsaan, hingga kearifan lokal.
Di sesi Ekonomi & Bisnis, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim bersama Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin mengupas bagaimana pengusaha muda bisa membangun resiliensi di tengah guncangan pasar internasional. Di sesi Kebangsaan, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya dan Direktur Eksekutif Negara Institute Dr. Akbar Faizal menekankan pentingnya membaca arah kebijakan negara sebagai kompas bisnis.
Sementara di sesi penutup, dua tokoh perempuan daerah Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Hj. Diana Dewi dan Anggota DPRD DKI Jakarta Hilda Kusuma Dewi membahas sektor-sektor lokal Jakarta yang masih menyimpan potensi besar namun belum tergarap maksimal.
Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, M. Riandy Haroen, membuka acara dengan menyebut sebuah angka yang seharusnya membuat siapa pun optimis: 71,27% penduduk Jakarta berada di usia produktif. Dari 10,7 juta jiwa, itu berarti jutaan calon pengusaha potensial yang menunggu untuk diberdayakan.
Tapi Riandy juga sadar bahwa potensi saja tidak otomatis menjadi kekuatan.
“Namun, di era ketidakpastian global ini, sekadar lahirnya pengusaha muda saja tidak cukup. Kita harus memberikan bekal kuat agar mereka tetap bisa berkembang dan semakin kuat di era transisi Jakarta sebagai kota global,” tegasnya.
Kalimat itu mencerminkan kegelisahan yang produktif – bukan pesimisme, melainkan kesadaran bahwa jendela peluang hanya terbuka bagi mereka yang benar-benar siap.
Ketua Panitia DIKLATDA BPD HIPMI Jaya 2026, Razoola Menakh, menyampaikan ekspektasi yang konkret dari pelatihan ini bukan sekadar semangat yang menguap usai acara selesai.
“Kami yakin setelah mengikuti DIKLATDA 2026 ini, teman-teman Pengusaha Muda HIPMI Jaya dapat membawa pulang banyak manfaat yang bisa diaplikasikan langsung ke dalam bisnisnya, agar bisnis mereka bisa scale up. Sehingga, kedepannya mereka akan menjadi pebisnis yang tangguh dan berdaya saing global,” pungkas Razoola.
Scale up – dua kata yang mungkin terdengar sederhana, tapi di baliknya tersimpan ambisi besar: bahwa bisnis-bisnis kecil yang lahir hari ini di Jakarta, suatu saat nanti, akan mampu bersaing di panggung internasional.
Jakarta tengah berubah. Pusat gravitasi ekonomi nasional ini sedang menemukan identitas barunya sebagai kota global dan persaingan untuk mengisi ruang-ruang peluang yang terbuka akan semakin ketat.
DIKLATDA HIPMI Jaya 2026 adalah salah satu jawaban atas tantangan itu: bahwa pengusaha muda Jakarta tidak disiapkan sekadar untuk bertahan di tengah perubahan, tetapi untuk menjadi aktor utama yang membentuknya.
Dua ratus kader. Enam wilayah. Satu ambisi bersama. Jakarta menuju kota global dan mereka sedang dipersiapkan untuk memimpin dari depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







