Kenali Jenis Kotoran Telinga dan Cara Membersihkannya

WomanIndonesia.co.id – Telinga adalah suatu organ yang mampu mendeteksi atau mengenal suara dan juga banyak berperan dalam keseimbangan serta posisi tubuh. Telinga memiliki tiga bagian, yaitu telinga bagian luar, bagian tengah dan bagian dalam.

Salah satu permasalahan yang sering kali dialami oleh hampir semua orang adalah kotoran telinga. Kotoran telinga sebenarnya diproduksi oleh kelenjar sebsea, kelenjar seruminosa dan epitel kulit yang terlepas dan partikel debu.

Kotoran telinga atau yang disebut juga dengan serumen dapat keluar sendiri dari dalam telinga dengan adanya migrasi epitel dan gerakan rahang seperti mengunyah dan menelan ludah.

Kotoran telinga juga memiliki fungsi yaitu melindungi telinga agar tidak ada kuman. Namun, terkadang kotoran telinga dapat mengganggu pendengaran jika menutupi liang telinga.

Meskipun kotoran telinga hanya berada pada satu per tiga bagian luar liang telinga dan bisa terdorong ke dalam telinga akibat penggunaan cotton bud.

Untuk itu, dr. Hably Warganegara, Sp. THT-KL, dokter spesialis telinga, hidung, tenggorok, bedah kepala dan leher RS Pondok Indah Bintaro Jaya menyarankan agar sebelum membersihkan telinga sendiri, mencari tahu terlebih dahulu jenis kotoran telinganya.

Ada empat jenis kotoran telinga yaitu normal, kering, padat dan lunak, dan padat dan keras.

“Kalau serumennya normal, nanti akan keluar sendiri. Namun jika menggumpal, padat dan lunak kalau menggunakan cotton bud akan terdorong ke dalam. Sementara yang kering, tidak akan terambil jika pakai cotton bud,” katanya.

Penggunaan alat seperti spatula bisa dimanfaatkan untuk membersihkan kotoran telinga yang cenderung menggumpal, padat atau kering. Namun tindakan tersebut sedikit berisiko jika dilakukan sendiri karena dapat melukai telinga.

Karenanya, ia menyarankan agar membersihkan telinga hanya jika gatal saja. Karena jika terlalu sering dibersihkan akan melukai kulit liang telinga yang tipis.

Kecuali, ketika memiliki gangguan pendengaran lain, dapat memeriksakan diri segera ke dokter THT.

“Karena berbeda dengan gangguan lainnya seperti di mata, gangguan pendengaran itu gangguan yang tidak terlihat,” ujar Halby. 

(mge)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *