Ketika Pertemuan Meruntuhkan Kebencian

WomanIndonesia.co.id – Konflik timur tengah terus memanas tanpa adanya titik terang yang jelas. Terutama antara Israel dan Palestina yang masih berperang lebih dari setengah abad.

Namun, keadaan ngeri di kedua negara berhasil ditulis epik lewat tangan Paul Sussman dalam novelnya yang berjudul “The Last Secret of the Temple”. Buku dengan kisah yang dirangkai rumit, realistis sekaligus menyentuh ini mengupas sejarah Yerusalem yang diperebutkan tiga agama dan memberikan gambaran cerah untuk masa depan kedua negara.

Novel ini berhasil membawa pembaca melihat kehidupan berat yang harus dilalui masyarakat Israel dan Palestina. Demonstrasi, aksi teror, penembakan dan bom bunuh diri telah menjadi ancaman setiap hari untuk mereka.

Masa lalu setiap karakter yang muncul dalam alur cerita mengungkap segala penderitaan yang menumbuhkan kebencian terhadap satu sama lain. Ditambah aksi kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama dan negara demi kepentingan pribadi, memperlihatkan rusaknya politik disana-sini.

Dibuka dengan adegan 2000 SM silam, saat bangsa Romawi berhasil mengambil alih Yerusalem, hingga sepenggal kisah beberapa tahanan kamp Nazi di Jerman, suatu benda misterius telah disembunyikan dari dunia.
Pertemuan antara tiga tokoh utama dari Israel, Palestina dan Mesir membuka petualangan bersama, menelusuri jejak peninggalan masa lalu yang penuh teka-teki.

Berawal dari investigasi Khalifa, detektif dari Mesir yang menelusuri kaitan antara kematian seorang lelaki tua berkebangsaan asing di masa kini, dengan pembunuhan seorang wanita Yahudi 15 tahun lalu. Pencarian itu mengantarnya bertemu dengan polisi Israel bernama Ben-Roi dan Layla, Jurnalis asal Palestina.

Ketiganya terjebak dalam pemburuan benda tersebut, karena tekanan dari kelompok penting masing-masing pihak. Hingga akhirnya mereka harus melewati peristiwa berdarah di suatu Goa, bekas kamp Nazi yang berada di pegunungan Jerman.

Meski kematian dari salah satu tokoh utama tidak dapat dihindari, kedua tokoh lainnya dapat meruntuhkan kebencian yang selama ini bersemayam di hatinya. Perjalanan mereka berhasil membuka tabir dan melihat luka satu sama lain, setelah teka-teki terakhir dipecahkan di Mesir, tempat semua kisah berawal.
(lsn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *