Lindungi Anak dari Penyakit dengan Asupan Serat yang Cukup

WomanIndonesia.co.id – Serat merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan anak untuk mendukung pencernaan sehat sejak dini.

Asupan serat yang cukup dapat membantu menghindari masalah pada saluran cema anak seperti sembelit. Sayangnya, masih banyak orangtua yang belum memahami seberapa banyak kebutuhan serat harian anak.

Kebutuhan Serat

Penelitian terbaru yang dilakukan di Jakarta terhadap 103 anak usia 2-3 tahun menemukan bahwa sembilan dari 10 anak usia dini kekurangan serat. Dan rata-rata anak usia dini hanya mengonsumsi 4,7 gram serat pangan setiap harinya.

Angka ini jauh dari angka kecukupan asupan serat dari Kementerian Kesehatan (2013) yang merekomendasikan anak usia 1-3 tahun untuk mendapatkan 16 gram serat per harinya.

Dalam bentuk makanan, 16 gram serat ini setara dengan 2 kilogram wortel rebus atau 1 kilogram pepaya. Jumlah ini umumnya cukup sulit dipenuhi melalui makanan yang mereka konsumsi sehari-hari.

Konsultan Gastrohepatologi Anak dr. Frieda Handayani. SpA(K) menjelaskan bahwa panting sekali untuk menjaga kesehatan pencernaan anak karena pencernaan juga merupakan ‘otak kedua’ yang tidak hanya memengaruhi proses penceenaan, tetapi juga metabolisme tubuh serta mood/emosi seseorang.

Asupan serat yang cukup dapat membantu prosos pencernaan yang baik sehingga nutrisi dapat diserap dan diproses untuk mendukung tumbuh kembang anak.

“Salah satu tanda pencemaan yang sehat dapat dilihat dari pola buang air besar yang teratur,” ujar dr. Frieda pada temu media di Jakarta, Selasa (3/8).

Sumber Serat

This slideshow requires JavaScript.

Serat banyak terdapat pada buah dan sayur. selain itu saat ini, sudah ada banyak jenis makanan yang terfortikasi serat yang dapat membantu mencukupi kebutuhan serat anak usia dini.

“Serat merupakan bagian dari karbohidrat yang tidak mudah dicerna dan diserap oleh tubuh karena tahan terhadap enzim-enzim pencernaan,” jelas dr. Frieda.

Lebih lanjut dr. Frieda memaparkan, berdasarkan jenisnya, serat dibagi menjadi dua jenis yaitu soluble fiber atau serat yang larut dengan air dan insoluble fiber atau serat yang tidak larut dalam air.

“Serat memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah menstimulasi pergerakan usus sehingga dapat mempertahankan frekuensi buang air besar Iebih teratur dan konsistensi tinja yang lunak,” kata dr. Frieda.

Beberapa jenis serat seperti FOS dan GOS juga terbukti dapat mendukung bakteri menguntungkan dalam saluran pencernaan.

“Asupan serat yang cukup disertai gizi seimbang dalam jangka panjang juga dapat membantu mengurangi risiko hipertensi, diabetes dan obesitas pada saat dewasa,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *