Mayoritas Orang Indonesia Memiliki Dagu dan Rahang Pendek

WomanIndonesia.co.id – Filler dagu dan rahang sedang menjadi tren di mana-mana. Lihat saja hashtags #jawlinefiller yang ramai di media sosial.

Di Indonesia sendiri, tim dokter di Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) kebanjiran pasien pria dan perempuan dengan keluhan khusus seperti wajah yang terlalu chubby.

Jika dianalisa dengan seksama, tidak sedikit dari mereka memiliki dagu yang pendek dan rahang yang kecil, sebagaimana khas kontur wajah orang Indonesia pada umumnya.

Dr. Olivia Aldisa, salah seorang dokter estetika di JAC mengungkapkan bahwa belum banyak orang yang mengerti pentingnya memiliki rahang indah dalam totalitas wajah.

Padahal, rahang yang sempurna telah sering kita tonton di film-film superhero, maupun di pagelaran fesyen internasional.

Perhatikan bentuk rahang male superheroes, apalagi yang bertopeng seperti Batman atau Captain America, rahang para aktor pemeran superhero di Hollywood tergolong rahang super, yang tidak semua aktor memilikinya.

Demikian pula apabila kita melihat para supermodels dalam foto maupun video mereka, perhatikan kesempurnaan simetri yang ditegaskan oleh garis-garis panjang natural yang ada di wajah, rahang, dan leher.

“Olehnya itu, keindahan rahang adalah faktor penting yang belum banyak diketahui, namun kontribusinya terhadap estetika wajah dan leher sangat signifikan,” kata dr. Olivia yang baru saja kembali dari Beverly Hills, USA untuk mengikuti workshop Facial Aesthetics Master Class dengan dokter bedah plastik ternama, Dr. Raj Chopra, FACS di Jakarta baru-baru ini.

Agar terlihat menarik, setiap bagian dari wajah kita memiliki proporsinya masing-masing. Untuk dapat menilai proporsi wajah sendiri, dr. Deviana Darmawan, salah satu tim dokter JAC yang juga baru kembali dari kongres estetika dan anti-aging terbesar di dunia, Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress (AMWC) di Monte Carlo, Monaco, memberikan panduan simpel yang disebut Horizontal Thirds.

“Horizontal Thirds membagi wajah menjadi tiga bagian, sepertiga atas, tengah, dan bawah. Jika sepertiga bawah lebih kecil dari sepertiga atas dan tengah, berarti dagu dan rahangnya kekecilan.

“Bagian inilah yang sering luput dari perhatian, padahal bisa diperbaiki dengan perawatan filler, lalu hasilnya akan sangat menunjang harmonisasi wajah,” terang dr. Deviana.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa perawatan filler dagu dan rahang juga merupakan sebuah investasi untuk mencegah dagu yang memendek dan rahang yang haus sejalan usia, bila memang ada indikasinya.

“Indikasi disini berupa proporsi sepertiga bawah horizontal thirds yang lebih pendek dari sepertiga atas dan tengah, serta melihat tampilan wajah ibu atau orangtua pasien yang bersangkutan sebagai petunjuk wajah mereka kelak di masa tua,” kata dr. Deviana menjelaskan.

KAC menghimbau, hasil instan filler dagu dan rahang yang menyenangkan hati jangan sampai menggiring kita pada perawatan filler berlebihan sampai bentuknya kepanjangan yang disebut dagu nenek sihir (Witch chin). Pada perempuan atau dagu Fir’aun (Pharaoh chin) pada pria sebagai wujud Facial Overfilled Syndrome (FOS).

Penting bagi kita untuk datang ke klinik yang tepat agar meraih tampilan keseluruhan wajah yang natural dan tahan lama, lewat proses penyuntikan filler dagu dan rahang yang aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *