Musik, Cara Jitu Stimulasi Potensi Anak

WomanIndonesia.co.id – Musik menjadi bagian penting dalam hidup kita bahkan sudah mendarah daging sejak kita kecil. Dan pembelajaran edukasi yang paling gampang ialah melalui musik.

Nadya Pramesrani, psikolog dan salah satu pendiri rumah Dandelion menjelaskan, dalam beberapa penelitian dan studi bahwa musik adalah faktor penting untuk perkembangan anak dan juga menjadi salah satu medium untuk menjalin hubungan (bonding) antara orangtua dan anak.

Aktivitas bermain musik memiliki peranan penting dalam berbagai aspek tumbuh kembang anak yaitu:

Motorik Kasar & Halus

Kemampuan menggunakan otot besarnya melakukan kegiatan seperti berjalan dan berlari serta otot kecilnya untuk kegiatan seperti menulis dan meronce.

Pengatuh musik terhadap perkembangan motorik anak ialah dengan mendengarkan musik, anak cenderung untuk lebih aktif bergerak mengikuti irama musik yang didengarnya.

Anak yang melompat, menari dan gerakan lainnya depat membantu meningkatkan pertumbuhan otot, kekuatan tubuh, serta keseimbangan.

Menurut Janzen Et Al 2014 penelitian menunjukkan bahwa anak yang secara aktif bermain dan menguasai alat musik tertentu cenderung memiliki koordinasi motorik yang Iebih baik.

“Menikmati musik secara pasif anak cenderung aktif bergerak. Ketika sudah bisa jalan dan lari gerakan cenderung seluruh tubuh, anak akan melompat berdansa tidak hanya goyang,” jelas Nadya pada temu media Early Learning Center (ELC) di Jakarta, Rabu (10/7).

Contohnya, saat anak masuk Taman Kanak-kanak (TK) ketika mendengar musik anak bisa bergoyang heboh. Musik dengan nada memunculkan alaran energi untuk bergerak. Dengan begerak melompat dan lari dapat mensitumasi pertumbuhan otot juga keseimbangan anak.

“Ini penting karena salah satu aspek motorik berperean penting ketika anak sekolah. Kalau keseimbangan tidak kuat anak akan mengalami kesulitan duduk tegak karena otot tidak kuat mendukung duduknya. Kekuatan otot dan keseimbangan tubuh penting dikembangkan anak lewat kegiatan bermusik,” jelas Nadya.

Sedangkan bermain musik secara aktif yakni bernyanyi atau memainkan alat musik dapat membantu anak memiliki motorik yang lebih baik. Mengapa demikian? Karena saat mereka bernyanyi atau memainkan alat musik maka akan terjadi koordinasi antara mata dan tangan.

“Mata dan tangan diterjmahkan, mata melihat dan tangan main. Bermain musik secara aktif membantu tumbuh kembang motorik kasar anak,” katanya lagi.

Bahasa & Kognitif

Musik dapat membantu si kecil memiliki kemampuan menyerap Informasi dan mengekspresikan diri secara verbal. Serta memanfaatkan interaksi tersebut untuk berpikir dan bertindak dalam lingkungannya.

Pengaruh musik terhadap perkembangan bahasa dan kognitif anak ialah anak yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan musik memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik diantaranya:

– kecakapan membaca dan menulis serta kemampuan memahami informasi
– kemampuan berhitung
– perkembangan intelektual
– atensi dan konsentrasi

Bayi usia 0 sampai 3 bulan sudah mendengarkan musik. Menurut Nadya suara orangtua sama halnya suara musik bagi si kecil.

“Misal orangtua cerewetnya pakai nada. Buat mereka terdengar seperti nada lagu. Anak digoyang atau digendong, ngobrol dengan suami anak bisa tidur mendengar suara orangtuanya seperti alunan musik yang menenangkan,” jelas Nadya.

“Pada aspek kognitif, musik membantu anak lebih konsentrasi. Memusatkan perhatian pada satu hal dan menyelesiakan tugas,” kata Nadya.

Sosial & Emosional

Dengan musik anak memiliki kemampuan mengenal dan meregulasi emosi untuk dapat berinteraksi serta bersosialisasi dengan lingkungan sosial.

Lebih lanjut Nadya mengungkapkan lima kemampuan sosial yang bisa didapatkan melalui bermain musik secara kelompok.

1. Kompetensi. Perasaan mampu untuk bertindak efektif dalam lingkungan sekolah dan sosial.

2. Percaya diri. Kepercayaan dan keberjargaan diri untuk mencapai sesuatu.

3. Peduli. Kemampuan untuk berempati dan bersimpati kepada orang lain.

4. Karakter. Bertanggungjawab dan kemandirian terkait dengan prinsip dan value sosial.

5. Koneksi. Perasaa aman, kebersamaan (belongingbess) dan hubungan positif dengan orang lain.

Menurut Suthers and Niland, (2017) musik dapat memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak karena menyediakan sarana ekspresi diri, memberikan anak outlet untuk perasaan dan emosi anak.

Kapan mengenalkan alat musik pada anak?

Infancy atau Bayi (0 bulan – 2 tahun)

Bernyanyi untuk anak, mendengarkan musik bersama, membuat bunyi dengan alat main atau obyek sekitar lainnya.

Toddler (1-4 tahun)

Musik sebagai sarana belajar sebab-akibat dan menari mengikuti irama lagu. “Misal saya ketok ini bunyinya gimana. Kebutuhan mereka berkomunikasi pun bisa difasilitasi,” kata Nadya.

Preschool

Bermain alat musik mengenalkan noda dan tempo.
“Kalau temponya cepat gerakananya juga cepat kalau nadanya tinggi dia lompat. Dia dikenalkan nada dan tempo,” ujarnya.

School Age (>6)

Belajar menguasai alat musik tertentu sesuai dengan minat anak. Ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa minat anak dipengaruhi oleh orangtua atau lingkungannya.

“Ketika anak tinggal dilingkungan pemusik lebih maka ia berpeluang suka dengan musik,” ujarnya.

Musik sebagai sarana orangtua dan anak menjalin kelekatan hubungun.

– Aktivitas bersenang-senang. Dengan menikmati musik bersama, anak dan orangtua depat meningkatkan kualitas hubungan antar mereka.

– Media Komunikasi. Melalui musik, baik itu bermain alat musik, bernyanyi, ataupun mendengarkan musik bersama, membantu orangtua dan anak menciptakan pola komunikasi sehat

“Kesimpulannya melalui kegiatan musikal maka anak mendapatkan pengalaman belajar yang lengkap,” kuncinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *