Pameran Lukisan “Leonardo Opera Omnia” Tampilkan Sosok Mona Lisa

WomanIndonesia.co.id – Sebanyak 17 mahakarya Leonardo da Vinci dipamerkan di Museum Bank Mandiri, Jakarta Barat dalam pameran bertajuk “Leonardo Opera Omnia” 6 Februari – 3 Maret 2020. Sala satu lukisan yang menarik perhatian adalah lukisan Mona Lisa yang dibei nama Ritratto di Donna (La Gioconda o Monna Lisa). Dilukis di atas papan kayu, 77 cm x 53cm, Louvre, Louvre Paris 1501-03.

Lukisan Monna Lisa salah satu lukisan paling terkenal di dunia, sungguh salah satu simbol wisata universal, walaupun sangat sedikit informasi yang mengenai lukisan ini. Dari Cassiano del Pozzo (1625) kita tahu bahwa lukisan ini dibeli oleh raja Francis, Francois I, dengan harga tinggi, sekitar 4.000 dukat emas. Sedangkan Giorgio Vasari dalam edisi pertama “Vite” memberikan nama pada sosok perempuan tersebut yang kita kenal sampai saat ini.

“Francesco del Giocondo meminta Leonardo membuat lukisan potret Manna Lisa, istrinya, dan setelah empat tahun lamanya mengerjakan lukisan ini ia kemudian berhenti tanpa menyelesaikannya. Lukisan ini sekarang dibeli oleh raja Francis di Fontainebleau, Francois.”

Walaupun demikian, identifIkasi lukisan potret dengan sosok Monna Lisa, istri Francesco del Giocondo juga lah tidak pasti. Ada yang percaya (Pedretti, 1957) bahwa sosok perempuan itu adalah Paciflca Brandano, gadis kesayangan Giuliano de’ Medici, pelindung Leonardo, saat ia berada di Roma antara 1513 dan 1515. Kronologi pembuatannya pun tidak pasti.

Mengarah pada tahun-tahun awal di abad XVI, karena Raffaello, yang berada di Firenze dari 1504 dan 1508, mencontoh pose badan dan letak kedua tangan Gioconda, dalam karya lukisan potret Maddalena Doni yang saat ini berada di Galleria Palatina, yang tanggal pembuatannya diidentifikasi sekitar tahun 1506. Kemungkinan (Kemp, 1981) Leonardo memulai karya ini di Firenze kemudian menyempurnakan dan menyelesaikannya di Francis.

Pengerjaannya menggunakan teknik yang sangat sempuma untuk menghasilkan lapisan kerudung sangat tipis. Lukisan potret Monna Lisa telah membuat kagum kritikus dan sastrawan dari generasi ke generasi, dikarenakan senyum enigmatik dan penempatanan sosok perempuan ini penggambaran alam kehidupan luas yang penuh gairah dan bersinar tanpa batas.

Duta Besar Italia untuk Republik Indonesia Vittorio Sandalli meresmikan pembukaan pameran “Leonardo Opera Omnia” di Museum Mandiri, Jakarta Rabu (5/2). Pameran ini dibuka untuk umum mulai 6 Febuari – 3 Maret 2020. Tujuh belas lukisan Mona Lisa dan The Last Supper yang dihadirkan dengan format high-definition digital imaging dan skala sesuai ukuran aslinya.

“Kami sangat bangga dapat mempersembahkan karya Leonardo da Vinci kepada para pecinta seni di Indonesia. Leonardo da Vinci merupakan salah satu seniman paling berpengaruh dan dihormati dalam sejarah yang juga memiliki minat di bidang sains, musik, matematika, sastra serta gambar, lukisan, patung, dan arsitektur. Leonardo Opera Omnia ini adalah inisiatif yang luar biasa untuk memperkuat hubungan diplomatik bilateral antara Republik Italia dan Republik Indonesia selama lebih dari 70 tahun,” kata Vittorio.

Leonardo Opera Omnia dipromosikan dan dibiayai oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kerjasama Internasional, diproduksi oleh Rai Com, dan dikuratori oleh Prof. Antonio Paolucci, dan merupakan acara yang menyoroti ketelitian ilmiah yang menjadi aspek dasar pameran. Pameran ini telah dimulai pada Februari 2019 dan diselenggarakan di berbagai negara di Eropa, Asia serta Afrika. Sebelum datang ke Indonesia, pameran ini telah mengunjungi beberapa wilayah Asia seperti Tbilisi, Beijing, Kanton, Kuala Lumpur dan Yangon.

Maria Battaglia, Direktur Institut Kebudayaan Italia di Jakarta menjelaskan, pihaknya menyadari bahwa seluruh warisan artistik Leonardo da Vinci telah tersebar di berbagai museum, gereja, dan menjadi koleksi pribadi di seluruh dunia, sehingga tidak memungkinkan untuk menggelar pameran tunggal dalam skala besar. “Melalui proyek Opera Omnia, maha karya Leonardo dapat dibawa dengan mudah dan dipamerkan dalam berbagai bentuk,” ujarnya.

Tujuh belas reproduksi karya Leonardo, kata Maria merepresentasikan jalur artistik sang pelukis dan dibuat dengan menggunakan teknik digital canggih sehingga seolah-olah memposisikan pengunjung di depan karya aslinya. “Semua karya Leonardo direproduksi berdasarkan ukuran/bentuk aslinya dan akan memberikan sudut pandang yang luar biasa bagi pengunjung dalam memahami kreativitas sang jenius Leonardo da Vinci,” tambah Maria.

Leonardo da Vinci lahir pada bulan April 1452 di Anchiano, Italia. Minatnya merepresentasikan contoh sempurna akan kekayaan intelektual era Renaissance. Leonardo juga dikenal melalui sejumlah penemuan besar di bidang anatomi, hidrodinamika, optik, dan teknik sipil.

Matteo Ive, Konsultan Rai Com Project mengatakan, Leonardo da Vinci adalah seorang pria Renaissance ikonik yang memiliki kemampuan luar biasa dalam meneliti dunia, keingintahuan tinggi serta imajinasi yang brilian, penelitian ilmiah, dan inovasi artistik.

“Leonardo memiliki bakat kreatif yang eklektik dan seiring dengan ketenarannya yang mendunia, Leonardo memberikan pengaruh luar biasa di era Renaissance dan era selanjutnya. Bagi Leonardo, lukisan adalah instrumen pengetahuan, penelitian ilmiah, eksperimen profesional yang bersifat avant-garde,” jelas ia.

Untuk memahami lukisan Leonardo sepenuhnya, lanjut Matteo kita juga harus memahami karya lainnya yang melibatkan spekulasi ilmiah terkait tubuh manusia, mesin, pergerakan air, angin, dan laut. @Semua ini dituangkan di dalam dokumen tertulis dan gambar, yang sebagian besar berada di Perpustakaan Ambrosiana Milan, Perpustakaan Kerajaan Windsor dan koleksi grafik di Florence dan Venice,” tambah Matteo.

Pecinta seni di Indonesia dapat menikmati tujuh belas maha karya Leonardo da Vinci yang dibuat pada tahun 1470 – 1513, melalui pencitraan digital sesuai dengan ukuran aslinya dengan kisaran ukuran 27,7x21cm untuk karya terkecil dan 460x880cm untuk karya terbesar. Daftar maha karya yang akan ditampilkan adalah sebagai berikut:

  1. The Annunciation, 98×217 cm, Uffizi Gallery, Florence, tahun 1470
  2. Madonna and Child (Madonna of the Carnation), 62×47,5 cm, Alte Pinacotek, Munich, tahun 1473
  3. Ginevra de’ Benci, 38,8×36,7 cm, National Gallery of Art, Washington, tahun 1475
  4. Adoration of the Magi, 243×246 cm, Uffizi Gallery, Florence, tahun 1481
  5. St Jerome in the Wilderness, 103×75 cm, Vatican Art Gallery, Rome, tahun 1480-82
  6. Madonna and Child with Flowers (Benois Madonna), 48×31 cm, Hermitage Museum, St Petersburg, tahun 1480-81
  7. Lady with an Ermine (Cecilia Gallerani), 54,8×40,3 cm, Czartoryski Collection, Krakow, tahun 1488-89
  8. La Belle Ferronière, 63×45 cm, Louvre, Paris, tahun 1495-1500
  9. Portrait of a musician, 44,7×32 cm, Ambrosiana Art Gallery, Milan, tahun 1488-89
  10. Mona Lisa, 77×53 cm, Louvre, Paris, tahun 1501-03
  11. The Last Supper (Cenacle), 460×880 cm, Refectory of Santa Maria delle Grazie, Milan, tahun 1498
  12. The Virgin of the Rocks, 199×122, Louvre, Paris, tahun 1483-86
  13. The Virgin of the Rocks, 189,5×120 cm, National Gallery, London, awal abad ke-16
  14. Head of a Woman (la Scapigliata), 27,7×21, National Art Gallery, Parma, tahun 1500
  15. Saint John the Baptist, 69×57 cm, Louvre, Paris, tahun 1513-16
  16. Bacchus, 177×115 cm, Louvre, Paris, tahun 1510-13
  17. The Virgin and Child with Saint Anne, 168×130 cm, Louvre, Paris, tahun 1513

Leonardo Opera Omnia terbuka untuk umum mulai 6 Februari – 3 Maret 2020, di Museum Mandiri, setiap hari Selasa sampai dengan Jumat pukul 09.00 – 15.30 serta Sabtu dan Minggu pukul 09.00 – 18.30. Informasi tiket silahkan menghubungi Museum Mandiri 021 6923131 (selama jam kantor).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *