Panduan Mind Mapping untuk Orangtua dan Anak

WomanIndonesia.co.id – Saat ini, baik orangtua dan anak-anak harus beradaptasi menjalani semua kegiatan di rumah. Tidak dapat dipungkiri bahwa masa #dirumahaja menyebabkan berbagai kondisi yang tidak menentu dan mengkhawatirkan bagi orangtua dan anak karena keduanya harus beradaptasi dengan ritme keseharian yang baru, termasuk bertambahnya peran orangtua dalam mengasuh anak.

Terlepas dari situasi yang mengharuskan kondisi ini, periode ini justru memberikan bonus waktu kebersamaan orangtua dan anak yang bermanfaat positif bagi masa depan anak.

Psikolog sekaligus Co-Founder Rumah Konsultasi Tiga Generasi Saskhya Aulia Prima menjelaskan, Mind Mapping adalah salah satu cara mengelola informasi dan mengatur strategi melalui pemetaan pikiran sehingga dapat membantu mengorganisir informasi, memudahkan daya tangkap dan daya ingat otak dalam memroses informasi, dan meningkatkan engagement seseorang dalam proses belajar.

“Sebelum diterapkan pada anak, orangtua perlu melatih Mind Mapping pada diri sendiri. Penting disadari bahwa orangtua dengan mind set positif dapat menciptakan interaksi menyenangkan dengan anak. Ketika anak nyaman dan bahagia, maka saraf-saraf dalam otak anak akan terkoneksi dengan baik,” kata Saskhya saat live press conference, Selasa (28/4).

Contoh konsep mind mapping bagi orangtua adalah membuat struktur jelas dengan semua pihak di rumah mulai dari jadwal hingga lokasi belajar atau bekerja, kerja sama pembagian tugas dengan pasangan atau pengasuh anak, mengatur ekspektasi, dan salah satu hal terpenting adalah self-care atau me-time sebagai apresiasi untuk diri sendiri dan mengembalikan semangat.

“Dengan Mind Mapping, orang tua memiliki gambaran yang jelas situasi di hari itu, potensi masalah yang terjadi, dan siap membentuk alternatif solusi agar semua tetap kondusif terutama dalam hal interaksi bersama anak,” kata Saskhya.

Saskhya menambahkan, setelah ibu dapat mengaplikasikan mind mapping dengan baik, mereka dapat menyusun strategi dengan sistematis agar fokus mendampingi anak menjadi visioner. Lima karakter anak visioner adalah memiliki goal setting, daya juang tinggi, optimis, banyak akal, dan ingin berkontribusi bagi orang lain.

“Melalui konsep mind mapping, ibu dapat membantu anak menjadi visioner dengan membiasakan memiliki tujuan sejak dini, mandiri dan disiplin, mampu berempati, memberikan ruang untuk mengatasi kebosanannya sendiri, dan selalu bersyukur serta melihat sisi positif dari suatu masalah,” jelas Saskhya lagi.

Medical Manager Kalbe Consumer Health, dr. Helmin Agustina Silalahi mengungkapkan, dalam melatih anak visioner, tentu harus dimulai dari asupan nutrisi yang baik untuk perkembangan otak yang optimal.

“Cerebrofort adalah multivitamin lengkap yang diperkaya kandungan AA, DHA, EPA, Vitamin C, serta vitamin dan mineral lainnya yang berfungsi untuk membantu perkembangan otak, tumbuh kembang, dan daya tahan tubuh,” kata Helmi.

Olehnys itu, Cerebrofort membuat #MindMappingAnakMasaDepan sebagai panduan praktis bagi orang tua agar semakin optimal mendampingi anak. Panduan ini merupakan bagian dari kampanye #AnakMasaDepan yang bertujuan untuk menjadikan anak visioner dan mampu menciptakan masa depannya sendiri.

Director Kalbe Consumer Health Feni Herawati, mengatakan bertambahnya peran orangtua sebagai pekerja, guru, dan pengasuh anak rentan menyebabkan konflik, sehingga suasana dan hasil belajar anak tidak maksimal.

Karena itu, Kalbe Consumer Health, melalui Cerebrofort, berkomitmen untuk selalu menjadi teman terpercaya bagi orangtua dalam membantu melengkapi kebutuhan nutrisi dan pengasuhan anak.

“Kami percaya bawa setiap anak memiliki potensi menjadi individu dengan pemikiran yang visioner, sehingga mampu berinovasi dan menciptakan masa depannya sendiri yang kami sebut sebagai #AnakMasaDepan,” kata Feni.

“Kami bangga dapat mempersembahkan panduan #MindMappingAnakMasaDepan ini bagi para orang tua sehingga dapat digunakan baik di periode ini maupun tumbuh kembang anak selanjutnya untuk menggali potensi #AnakMasaDepan,” tambah Feni.

Cerebrofort akan mengadakan sejumlah program terkait dengan sosialisasi panduan ini yaitu salah satunya adalah kuliah online yang dapat diakses melalui akun resmi Instagram @Cerebrofort.ID.

“Kami berharap kampanye #AnakMasaDepan dengan panduan #MindMappingAnakMasaDepan ini dapat menginspirasi ibu dalam proses mendampingi anak di masa krusial mereka,” tutup Feni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *