Perempuan Penguna Antibiotik Berisiko Terkena Jantung atau Stroke

WomanIndonesia.co.id – Antibiotik merupakan solusi pengobatan dalam mengatasi infeksi bakteri. Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam European Heart Journal menemukan bahwa perempuan yang menggunakan antibiotik dalam jangka panjang justru berisiko tinggi mengalami serangan jantung atau stroke.

Para peneliti memeriksa penggunaan antibiotik terhadap 36.000 perempuan berusia 20 tahun atau lebih. Mereka diamati penggunaan antibiotik selama kurang dari 15 hari, selama 15 hari hingga dua bulan, atau lebih dari dua bulan.

Setelah menganalisis data selama delapan tahun ditemkan abhwa perempuan berusia 60 tahun atau lebih yang menggunakan antibiotik—lebih banyak untuk mengatasi infeksi bakteri seperti penyakit Lyme—selama dua bulan atau lebih sebanyak 32 persen mengalami penyakit jantung dibanding mereka yang tidak minum antibiotik.

Sementara itu, perempuan usia antara 40-59 tahun yang menggunakan antibiotik dalam rentang waktu tersebut juga mengalami peningkatan risiko penyakit jantung sebanyak 28 persen.

Para peneliti menemukan bahwa penggunaan antibiotik dan penyakit jantung ini akibat perubahan susunan mikrobioma—mengurangi bakteri baik dan membuat Anda rentan terhadap bakteri atau virus yang menyebabkan penyakit.

Baca juga Deteksi Dini Dapat Selamatkan Jantung Anda

“Penggunaan antibiotik adalah faktor paling penting dalam mengubah keseimbangan mikroorganisme dalam usus. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara perubahan dalam lingkungan mikrobiotik usus dan peradangan dan penyempitan pembuluh darah, stroke, dan penyakit jantung,” kata Lu Qi, ketua peneliti studi dan direktur Pusat Penelitian dari Tulane University Obesity Research Centre, dalam sebuah pernyataan, demikian dikutip laman mbg health.

Menurutnya, bila Anda perlu minum antibiotik pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai efektivitas antibiotik dalam melawan infeksi.

Selanjutnya, seimbangkan dengan makanan kaya nutrisi dan asup probiotik untuk menumbuhkan kembali bakteri baik dalam usus yang sempat dihancurkan oleh antibiotik.

Selain menghancurkan bakteri baik, antibiotik juga merusak mitokondria (sel yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fungsi respirasi sel pada mahluk hidup).

Oleh karena itu, dokter pengobatan fungsional Terry Wahls, M.D., merekomendasikan untuk mengasup vitamin B, magnesium, dan zat besi untuk menyehatkan fungsi mitokondria.

Baca juga Vagina Terasa Gatal Banget? Mungkin Ini Penyebabnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *