Shaikh Mishary Rashid Minta Maaf Telat Datang Ke Indonesia

WomanIndonesia.co.id – Ribuan qori dan qoriah memenuhi Hall B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan Jakarta, Minggu malam (29/9). Ada apakah gerangan?

Mereka sudah berdatangan sejak sore hari demi bertemu langsung dengan Syaikh Mishary Rasyid.

Shaikh Mishary Rashid adalah seorang munsyid, hafiz dan imam berkebangsaan Kuwait. Al-Afasy banyak dikenal karena resital Al-Quran dan nasyid yang dilantunkannya. Salah satu nasyidnya yang sangat populer yang berjudul Qolbi Ashghiir (My Small Heart).

Al-Afasy sering muncul dalam acara pembacaan Al-Quran di televisi-televisi di kawasan Timur Tengah Amerika dan Eropa.

Nama Syaikh Mishary Rasyid pasti tidak asing lagi di telinga masyarakat lndonesia. Bukan hanya masyarakat Indonesia, bahkan tingkat dunia. Terkhusus bagi penghafal quran, namanya menjadi salah satu referensi untuk mempelajari AI-quran.

Suaranya yang merdu saat membacakan ayat suci Al-quran memberikan keteduhan bagi yang mendengarnya.

Setelah melakukan kunjungan di Singapura dan Malaysia, Syaikh Mishary Rasyid menyempatkan diri ke Indonesia dan hadir dalam event Light of Quran, Achieving Guidance from Ar Rahman yang diinisiasi oleh AQL Islamic Center dan Maskanul Huffadz.

“Indonesia memiliki hak atas saya. Negeri muslim terbesar ini memiliki hak untuk saya datangi. Saya sudah mendatangi Alhamdulillah negara-negara muslim yang lain yang dimana kita mengadakan acara-acara quran kemudian an nasyid di negeri
tersebut sementara Indonesia ini adalah pertama kali,” ujar Syaikh Mishary Rasyid kepada media ketika tiba di JCC.

Syaikh Mishary Rasyid menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh muslim Indonesia yang sudah menantikan kedatangannya sejak lama.

“Saya sebenernya terlambat untuk datang ke Indonesia oleh karena itu mohon maaf saya baru kali ini bisa datang berkunjung ke negeri ini,” imbuhnya.

Ustadzah Oki Setiana Dewi menambahkan bahwa, kunjungan Syaikh Mishary Rasyid ke Indonesia sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu. Belum lama ini Oki menghadiri sebuah NGO, Mahabbah Malaysia yang juga dihadiri Syaikh Mishary Rasyid.

“Saya berjumpa lagi dengan beliau (Syaikh Mishary Rasyid) di Malaysia untuk membicarakan persoalan teknis. Memang kedatangan beliau sudah direncanakan beberapa bulan lalu

Ketika ditanya bagaimana perasaannya ketika menginjakkan kaki di Tanah Air untuk pertama kalinya, Syaikh Mishary Rasyid mengaku takjub melihat antusiasme masyarakat yang banyak mencintai al quran.

“Kita melihat Indonesia masyarakatnya cinta terhadap quran, bagaimana perhatian
masyarakat ini terhadap quran termasuk nasyid-nasyid islami itu juga kita lihat di Indonesia. Dan Indonesia kental sekali dengan kecintaan masyarakatnya kepada quran,” imbuhnya.

Setelah kunjungan ke Jakarta, Syaikh Mishary Rasyid akan melajutkan perjalanan ke Solo hari ini, Senin (30/9). Selanjutnya, ia berharap bisa mengunjungi kota-kota besar lainnya.

“Saya termasuk orang jarang ke luar melakukan perjalanan tetapi
insya Allah nanti kita lihat lagi untuk kedatangan berikutnya,” imbuhnya.

“Kita akan berusaha melakukan pertemuan khusus dengan tokoh-tokoh dan public figure Indonesia untuk bisa menginspirasi masyarakat banyak. Tahun depan insya Allah kita akan mengundang syaikh-syaikh berikutnya,” kata Oki.

This slideshow requires JavaScript.

Light of Quran tidak hanya mengundang Syaikh Mishary Rasyid saja. Turut hadir bersamanya Syaikh Mahmoud Bin Abdul Azis As Syed’Ad, Syaikh Abdurrahman Munis Al Laitsi, Ustadzah Oki Setiana Dewi, Ustadz Umar Makka, Ustadz Syamsuddin Nur, serta qari muda Indonesia seperti Muzammil Hasbalah, Salim Bahanan, dan Taqy Malik.

Cahaya AI-quran, Meraih Hidayah Ar-rahman. Sebuah upaya untuk menghadirkan cinta bagi rakyat Indonesia kepada Al-quran. Cinta yang semestinya ada dalam qalbu setiap muslim, karena al Quran adalah kalam Allah yang penuh cinta dan kasih sayang untuk seluruh hamba-Nya.

Dalam Al-quran ada banyak solusi dan cahaya yang akan menerangi jalan hidup manusia di dunia yang selama ini terabaikan.

Dengan kehadiran tamu istimewa ini tentu saja harapannya bukan sekadar seromonial saja. Tapi bagaimana pengunjung yang hadir mampu menerima dan menebarkan cahaya AI-quran kepada sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *