Suka Traveling? Begini Cegah dan Atasi Mabuk Perjalanan

WomanIndonesia.co.id – Sebagian orang tentu pernah mengalami mabuk perjalanan. Bahkan mungkin ada yang ragu melakukan perjalanan jauh karena tak ingin merasakan mual karena mabuk perjalanan. Namun, tahukah Anda jika gejala mabuk perjalanan ini disebabkan karena ada masalah di antara indera seseorang?

Yup, ketika sistem saraf pusat menerima pesan yang bertentangan dari sistem sensorik, yaitu telinga bagian dalam, mata, reseptor tekanan kulit, dan reseptor sensorik otot dan sendi, seseorang akan mengalami mabuk perjalanan.

Ini dikarenakan otak tidak dapat memahami semua sinyal campuran, sehingga menyebabkan munculnya gejala seperti mual dan pusing.
Namun, mabuk perjalanan bukanlah penyakit yang akan menimbulkan komplikasi. Biasanya gejalanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu cepat tanpa memerlukan perawatan profesional.

Nah, bagi Anda yang suka traveling atau sering mengalami mabuk setiap melakukan perjalanan darat, laut, ataupun udara. Anda tidak perlu membatalkan perjalanan Anda hanya karena trauma dengan gejala dari mabuk perjalanan ini.

Mengapa? Karena sebenarnya mabuk perjalanan bisat dicegah agar perjalanan Anda lancar dan tanpa gangguan.

Seperti dilansir laman Boldsky, Anda dapat meminum obat anti mabuk sebelum melakukan perjalanan. Obat-obat tersebut antara lain,

1. Promethazine

Obat jenis ini harus diminum 2 jam sebelum bepergian dan efeknya berlangsung selama 6-8 jam. Efek sampingnya Anda akan mengantuk dan merasakan mulut kering.

2. Skopolamin

Skopolamin adalah obat yang paling sering diresepkan untuk mabuk perjalanan. Anda perlu mengonsumsi obat ini sebelum gejala mabuk muncul. Anda bisa mendapatkannya dalam bentuk tambalan, dan letakkan di belakang telinga 6-8 jam sebelum bepergian.

3. Siklizin

Obat ini paling efektif bila diminum karena reaksinya lebih cepat. Siklizin setidaknya bisa Anda minum 30 menit sebelum bepergian dan tak dianjurkan untuk anak di bawah 6 tahun.

4. Meklizin

Meklizin efektif bila diminum 1 jam sebelum perjalanan dan tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 12 tahun.

5. Dimenhydrinate

Obat jenis ini harus Anda minum setiap 4-8 jam agar tidak mabuk saat dalam perjalanan.

Selain dengan bantuan obat, Anda bisa membiasakan beberapa hal berikut sebagai pencegahan terjadinya mabuk perjalanan.

1. Jangan merokok
2. Hindari membaca
3. Jangan mengonsumsi alkohl
4. Hindari produk susu, makanan tinggi garam, protein, atau kalori, bau tidak sedap, dan makanan dalam jumlah besar.
5. Jangan menonton atau berbicara dengan pelancong lain yang sedang mabuk perjalanan, karena dapat menyebabkan Anda mengalami hal serupa.
6. Jangan duduk di kursi yang menghadap ke belakang
7. Banyak istirahat malam sebelum bepergian.

Mabuk perjalanan terkadang tak terjadi pada sebagian orang yang sudah terbiasa dengan situasi perjalanan dan gerakan. Namun, bagi Anda yang sudah terlanjur mabuk di perjalanan, Anda dapat mencoba tips berikut untuk mengurangi gejalanya.

Anda dapat fokus pada objek yang stabil. Misalnya, jika Anda berada di dalam mobil, lihatlah melalui kaca depan. Jangan melihat ke kaca sisi kiri atau kanan karena pemandangan di luar yang bergerak malah akan membuat Anda semakin pusing.

Bersantai dan fokuskan pikiran pada hal seperti menarik napas dalam-dalam atau menghitung mundur dari 100. Sesekali tutup mata Anda sambil mengunyah permen karet.
(tsa)