Sunset di Kebun Series 2026 hadir dengan tiga konsep festival – Sunset di Kebun, Sunset di Pantai, dan Jazz di Kebun di Bogor, Jakarta, dan Bali. Dari Tulus hingga Nadin Amizah, nikmati musik, alam, dan edukasi dalam satu pengalaman tak terlupakan.
Womanindonesia.co.id – Bayangkan menikmati alunan musik Tulus atau Nadin Amizah saat matahari perlahan tenggelam di balik pepohonan tua Kebun Raya Bogor. Bukan sekadar konser biasa – ini adalah pengalaman yang dirancang untuk menyentuh semua indera sekaligus mengingatkan kita pada satu hal yang sering terlupakan di tengah hiruk-pikuk kota: alam.
Itulah esensi dari Sunset di Kebun Series 2026 Presented by Tring! by Pegadaian, rangkaian festival musik nasional yang resmi diluncurkan hari ini, 5 Mei 2026. Tahun ini, format yang ditawarkan semakin matang – bukan lagi satu event tunggal, melainkan tiga konsep dalam satu ekosistem pengalaman: Sunset di Kebun, Sunset di Pantai, dan yang pertama kali hadir di 2026, Jazz di Kebun.
Di balik festival yang terlihat glamor ini, ada misi yang lebih dalam. PT Mitra Natura Raya, pengembang program ini yang juga merupakan bagian dari Dyandra & Co. sekaligus mitra BRIN dalam pengelolaan Kebun Raya Bogor, Cibodas, Purwodadi, dan Bali, tidak sekadar menggelar panggung musik di tengah taman. Ada tanggung jawab konservasi yang mereka emban.
“Sebagai pengelola Kebun Raya, kami membawa tanggung jawab untuk menjaga dan mengenalkan nilai konservasi kepada publik. Sunset di Kebun Series menjadi cara kami menyampaikan pesan tersebut melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda, yaitu musik dan pengalaman langsung di alam,” ujar Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto di Jakarta, Selasa (5/5).
Formula ini terbukti berhasil. Sepanjang 2025, Sunset di Kebun Series menjangkau enam lokasi strategis – dari Kebun Raya Bogor, Cibodas, Purwodadi, Bali, kawasan TMII Jakarta, hingga Pantai Indah Kapuk – dengan total 52.439 pengunjung. Angka yang mengesankan, namun yang lebih berbicara adalah datanya: Customer Satisfaction Index sebesar 5.17 dan Net Promoter Score 61.54 persen. Artinya, mayoritas pengunjung bukan hanya puas, tapi aktif merekomendasikan festival ini kepada orang-orang terdekat mereka. Bahkan tiket Sunset di Kebun Bali 2026 yang dijadwalkan 25 Juli sudah ludes terjual jauh sebelum hari-H.
Kunci dari loyalitas pengunjung itu mungkin terletak pada satu hal yang diungkap oleh General Manager Event PT Mitra Natura Raya, Abi Irawan: “Pengunjung kami tidak hanya datang untuk melihat penampilan, tetapi untuk menikmati keseluruhan pengalaman dari awal hingga akhir acara.”
Dan memang begitulah adanya. Sunset di Kebun hadir dengan konsep piknik di ruang hijau. Sunset di Pantai menawarkan ketenangan kawasan pesisir. Sementara Jazz di Kebun – sebagai wajah baru 2026 dirancang lebih intimate dan terkurasi, cocok bagi mereka yang ingin menikmati musik dalam jarak yang lebih dekat dan personal. Ketiganya menyasar Gen Z, milenial, dan keluarga muda yang kini mendefinisikan ulang arti “hiburan” bukan lagi sekadar tontonan, tapi sebuah perjalanan pengalaman.
Dimensi edukasi pun tidak ditinggalkan. Program Lesstari mendorong kesadaran lingkungan di antara para pengunjung, sementara Plant Heroes mengajak mereka menyelami pentingnya pelestarian ekosistem dan spesies tanaman.
Presiden Direktur PT Mitra Natura Raya, Michael Bayu A Sumarijanto, menegaskan visi besar di balik ini semua: “Kami ingin Sunset di Kebun Series menjadi ruang di mana hiburan dan edukasi berjalan bersamaan. Melalui program yang kami hadirkan, pengunjung dapat menikmati musik sekaligus mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga alam dan keberlanjutan ekosistem.”
Untuk 2026, perjalanan dimulai dari Kebun Raya Bogor pada 9 dan 10 Mei – kurang dari seminggu dari sekarang. Selanjutnya Jakarta pada Juni, lalu Bali di Juli. Deretan nama musisi yang tampil pun tak main-main: Tulus, Fiersa Berndaya, Idgitaf, Hindia, .Feast, Dere, Nadin Amizah, dan masih banyak lagi.
Melengkapi ekosistem ini, Tring! by Pegadaian hadir bukan sebagai sponsor konvensional, melainkan sebagai mitra yang menyatu dalam pengalaman. Mulai dari bundling tiket, kemudahan transaksi, hingga berbagai aktivasi eksklusif di area event, kehadiran Tring! dirancang agar terasa organik – bukan sebuah sisipan, melainkan bagian dari perjalanan itu sendiri.
“Kolaborasi ini bukan sekadar dukungan terhadap sebuah event, tetapi bagian dari upaya kami untuk mendekatkan Tring! by Pegadaian sebagai aplikasi finansial ekosistem emas yang menjadi solusi finansial yang relevan dengan gaya hidup generasi muda. Kami ingin hadir di momen yang mereka nikmati, sekaligus memberikan kemudahan dan benefit dalam setiap pengalaman,” ujar Yudi Sadono, Senior Vice President Tring! by Pegadaian.
Sunset di Kebun Series 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang festival musik. Ia adalah sebuah tesis – bahwa generasi muda Indonesia bisa diajak peduli pada alam, bukan dengan ceramah, tapi dengan mengundang mereka duduk di atas rumput, mendengarkan musik favorit mereka, dan membiarkan keindahan alam berbicara sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







