Elizabeth Bulokhova, Ketika Model Tak Harus Sempurna

WomanIndonesia.co.id – Seorang model akan identik dengan rambut yang indah serta paras yang cantik. Tetapi berbeda dengan Elizaveta Bulokhova. Model yang satu ini justru menunjukan bekas luka pada tubuhnya.

Hal ini bermula ketika Bulokhova harus menghentikan kariernya sebagai model selama 7 tahun akibat menderita kanker tulang yang menyerang rahang.

Seperti yang dilansir Huffington Post, ia didiagnosis menderita penyakit kanker tulang pada rahang dan harus menjalani operasi selama 16 jam. Operasi tersebut mengharuskan 95% rahang Bulokhova diangkat.

Perjuangannya tak hanya sampai disana, ia juga harus menjalani kemoterapi untuk mematikan sel kanker yang ada di tubuhnya. Saat itu, Bulokhova juga tengah hamil anak pertama dari suaminya, Roman Troubetskoi dan dokter memintanya untuk aborsi. Namun ia pun menolak.

Berkat rahangnya yang belum pulih total, proses kemoterapi pun harus ditunda. Dengan begitu ia bisa mempertahankan sang buah hati dalam rahimnya, dan anak Bulokhova lahir secara prematur 10 minggu lebih awal secara caesar.

Setelah vakum beberapa tahun, kini bulokhova kembali ke dunia modeling. Tampil dengan fisik yang mungkin menjadi kekurangan untuk seorang model, Bulokhova pun tak malu. Ia tampil dengan kepala botak tanpa sehelai rambut dan bekas luka di bagian leher, pipi dan juga punggung.

Penampilan fisik yang tidak begitu mulus sempurna, ia tetap memiliki keindahan dan kekuatan tersendiri. Hal ini juga diungkapkan oleh teman sekaligus seorang fotografer yakni Manolo Ceron.

“Satu hal yang aku minta kepada Manolo, adalah untuk menunjukkan semua lukaku,” kata Bulokhova kepada Cosmopolitan.com, yang dikutip Huffington Post. “Aku pikir lukaku ini cukup mengagumkan, terlihat seperti seni bagiku,” lanjutnya.

Foto itu menampilkan tubuh Bulokhova tidak mengenakan apapaun. Hanya goresan makeup warni warni di wajahnya dan bekas luka hasil operasi yang terlihat di tubuhnya.

Tak hanya sendiri, ia juga melakukan sesi pemotretan dengan sang suami dan anak mereka. Ia memiliki harapan jika fotonya dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Terutama pengidap kanker agar tidak takut akan ketidaksempurnaan yang mereka miliki.
(eka)