Kompetensi Bahasa Inggris untuk Hadapi Tantangan di Masa Depan

WomanIndonesia.co.id – Setelah sukses menggaungkan berbagai program kepada masyarakat luas melalui kampanye EF Ambassador 2019, tahun ini EF English Centers for Adults kembali menghadirkan EF Ambassador. Mengusung tema bertagar #EnglishHelpsMe dengan lebih banyak Ambassador dan program yang dapat membantu siswa terpilih dalam memaksimalkan potensinya.

Evan Januli, Head of Marketing EF English Centers for Adults percaya bahwa bahasa Inggris merupakan kompetensi dasar yang kini mutlak dikuasai, tak terkecuali bagi generasi milenial yang merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) terbanyak dengan jumlah 23.77% dari total populasi Indonesia.

“Kemampuan bahasa Inggris akan mendukung pengembangan interpersonal skill atau kemampuan seseorang untuk berkomunikasi, berinteraksi, membangun kerjasama, baik antara individu maupun dalam grup, sehingga kompetensinya pun akan meningkat,” jelas Evan di Jakarta baru-baru ini.

Dewasa ini, kompetensi menjadi topik dan bahasan yang menjadi perhatian khusus di semua kalangan baik pemerintah, instansi pendidikan termasuk tenaga pendidik, dan industri. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pendidikan yang menyebutkan bahwa kita telah memasuki era dimana kompetensi dibutuhkan melebihi gelar, dan kini semakin banyak generesi milenial yang dilibatkan pada posisi-posisi strategis dalam pemerintahan.

Selain itu, pemerintah melalui road map Making Indonesia 4.0 juga menyebut Indonesia akan menjadi Top 10 kekuatan ekonomi dunia pada 2030, dimana dengan adanya bonus demografis yang didominasi oleh generasi milenial, menjadikan mereka sebagai kunci SDM dalam menyongsong era tersebut, serta menuntut peningkatan kualitas dan kompetensi, salah satunya penguasaan bahasa asing agar mampu berkomunikasi di tingkat global.

Mengutip dari survey Deloitte Millennial 2018, ada tiga kompetensi yang menjadi kunci untuk berhasil menghadapi era saat ini yaitu; Interpersonal Skill; Confidence and Motivation; serta Work Ethic. Dari berbagai fakta tersebut, jelas tergambar bahwa kemampuan berbahasa adalah faktor yang mempengaruhi kemampuan berkomunikasi sebagau modal dasar untuk mengembangkan interpersonal skill sekaligus kunci untuk memiliki kompetensi lainnya.

Tara Adhisti De Thouars, Psikolog Klinis Dewasa dan Pendidikan berpendapat, bahasa merupakan salah satu pendukung terbesar untuk memenuhi kebutuhan akan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk membuktikan dan menunjukan diri kepada orang lain. “Kebutuhan aktualisasi diri melibatkan keinginan yang terus menerus untuk mengembangkan segala potensi yang dimilikinya semaksimal mungkin,” jelas Tara.

Ia menuturkan, bagi generasi milenial yang punya karakter open mind, open for challenges, multitasking dan advancement seeker, menguasai bahasa akan memberikan kesempatan bagi mereka dalam memenuhi kebutuhan seluruh karakter tersebut secara maksimal, terlebih bila bahasa tersebut berpotensi menghubungkan dirinya dengan dunia.

“Kefasihan berbahasa akan meningkatkan kepercayaan diri, dan mendukung kemampuan berkomunikasi yang menjadi salah satu soft skill paling mendasar untuk mencapai kesuksesan,” tambah Tara.

EF turut memahami karakter generasi milenial yang pada umumnya memiliki aktivitas padat, tidak ingin terikat rutinitas, serta lekat dengan penggunaan teknologi.

Untuk itu, EF Adults terus berinovasi melalui berbagai kampanye kreatif, salah satunya EF Ambassador dan program yang didukung teknologi terkini dan menggunakan metode Learn, Try & Apply, atau sistem belajar interaktif dengan lebih mengedepankan conversation, fleksibiltas waktu belajar, proses serta lingkungan belajar yang menyenangkan, sehingga siswa dapat belajar dimana saja, baik secara online ataupun di center EF Adults manapun.

Hal ini guna mengakselerasi kefasihan bahasa Inggris, dan memaksimalkan pengembangan kompetensi siswa.
EF Ambassador adalah kampanye pemilihan siswa EF dengan beragam profesi dan latar belakang yang dilakukan di seluruh center EF di Indonesia yang bertujuan untuk membangun kompetisi positif, mengapresiasi kompetensi yang dimiliki siswa, berbagi pengalaman akan keberhasilan, dan menjadi wadah inspirasi bagi yang lainnya untuk mempelajari sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris lebih baik lagi bersama EF.

Ambassador yang terpilih adalah mereka yang telah menjalani program dan lolos dalam proses seleksi, serta penilaian juri yang didasari oleh efektifitas peran dan kontribusi kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki siswa, terhadap kemajuannya baik dari perkembangan secara personal maupun karir.

EF Ambassador 2020 menampilkan 12 siswa berprestasi di level Intermediate, dari Center Jakarta dan Surabaya. Seluruh Ambassador terpilih akan menerima beberapa penghargaan seperti; free course selama 3 bulan, Ambassador Kit hingga Certificate of Recognition, serta Ambassador Starter Pack yang berisi travel bag, notebook, tumbler dan t-shirt.

Untuk memaksimalkan potensi serta menginspirasi seluruh siswa dan masyarakat luas, EF Ambassador diproyeksikan untuk menjadi representatif EF Adults di berbagai acara internal dan eksternal.

“Kami terus mendukung seluruh siswa dan masyarakat Indonesia dalam mencapai level kompetensi bahasa Inggris terbaik, mengingat posisi kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia berada di tingkat kemampuan rendah yakni peringkat #61 berdasarkan laporan penelitian EF EPI 2019,” tuturnya.

“Berbagai upaya akan kami lakukan demi mendorong peningkatan kemampuan mereka secara advance. Kami juga akan terus mengembangkan kampanye EF Ambassador ini, untuk membuktikan manfaat nyata dari penguasaan bahasa Inggris, khususnya bagi generasi milenial dalam menyambut tantangan di masa depan,” tutup Evan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *