Womanindonesia.co.id – Selama puluhan tahun, Bali dikenal dunia lewat ombaknya. Tapi baru hari ini, ombak itu resmi melahirkan sejarah: seorang perempuan Indonesia untuk pertama kalinya akan berdiri di antara 24 peselancar longboard terbaik di planet ini. Namanya Dhea Natasya.
Kemenangan di Hamamatsu LQS, Jepang, bukan sekadar trofi. Poin yang ia kumpulkan sepanjang rangkaian qualifying series membawanya masuk ke World Surf League World Longboard Tour 2026 panggung yang selama ini hanya menjadi mimpi bagi perempuan-perempuan Asia. Dhea adalah yang ketiga dari Asia, dan yang pertama dari Indonesia.
Untuk membayangkan besarnya pencapaian ini: masuk ke WLT setara dengan lolos ke grid MotoGP atau F1. Bukan soal menang atau kalah. Hanya berada di sana sudah merupakan sesuatu.
Dhea bukan nama baru di surfing Indonesia. Di SEA Games Filipina 2019, ia pulang dengan Medali Emas nomor Longboard Putri. Di PON Aceh 2024, ia bahkan membuktikan kelasnya di dua disiplin sekaligus: Emas Women’s Longboard dan Perak Women’s Shortboard.
Tapi semua itu adalah fondasi. Kini, bangunan sesungguhnya baru mulai berdiri.
Di balik perjalanan Dhea, ada sebuah nama yang mungkin tak asing di meja makan banyak keluarga Indonesia: YUMMY Dairy.
Didirikan di Bali pada 1988 oleh dua perempuan – Ibu Hermina Ruetz dan Ibu Suhardani Arifin – YUMMY tumbuh dari semangat yang sama dengan Bali itu sendiri: lokal, berkualitas, dan punya jiwa yang kuat.
Kini, lebih dari tiga dekade kemudian, brand itu memilih untuk berjalan bersama Dhea.
“YUMMY lahir dan tumbuh di Bali bersama budaya dan komunitas yang membentuk pulau ini hingga dikenal dunia hari ini. Kami percaya sudah saatnya memberikan kembali kepada generasi baru yang membawa semangat yang sama: sehat, berani, dan membawa nama Indonesia ke panggung global,”* ujar Emireza Arifin**, President Director YUMMY Dairy.
Pilihan ini bukan sekadar endorsement. Ini adalah cermin – brand yang dibesarkan oleh dua perempuan, kini mendukung perempuan yang sedang membesarkan nama bangsa.
Dhea tahu betul beban sekaligus berkah yang ia pikul. Menjadi yang pertama artinya ia membuka pintu yang belum pernah ada.
“Bisa mendapat dukungan dari brand lokal Indonesia seperti YUMMY adalah sesuatu yang sangat berarti buat saya. Saya berharap perjalanan ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga bisa memberi semangat bagi lebih banyak perempuan Indonesia untuk berani bermimpi lebih besar,” kata Dhea.
Kalimat itu sederhana, tapi berat. Karena di baliknya ada ratusan, mungkin ribuan gadis kecil di Bali dan seluruh Indonesia yang kini punya bukti nyata: ombak bukan hanya milik mereka yang datang dari luar.
Bali pernah melahirkan budaya surfing yang mendunia. Bali pernah melahirkan wellness culture yang kini menjadi gaya hidup global. Dan kini, Bali melahirkan Dhea Natasya.
Sejarah baru sudah terukir. Sekarang tinggal satu pertanyaan: siapa perempuan Indonesia berikutnya yang akan mengikuti jejaknya?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







