Seks Oral Selama Kehamilan, Perlu Gak Sih?

WomanIndonesia.co.id – Para ahli mengatakan ada risiko menularkan virus herpes ke janin atau bayi yang baru lahir. Tetapi ada cara untuk membuat seks oral lebih aman selama kehamilan.

Jika seorang perempuan tertular herpes genital saat dia hamil, dia berpotensi menularkan virus ke janinnya yang sedang berkembang di dalam rahim atau bayinya yang baru lahir saat melahirkan.

Untuk mengurangi risiko ini, beberapa praktisi medis dan penulis kesehatan telah menyarankan perempuan untuk menghindari seks oral sepenuhnya selama trimester ketiga kehamilan.

“Ajukan pertanyaan, tes setiap trimester, minta setiap pasangan seksual (tidak malu dalam permainan Anda) menguji setiap trimester, dan hindari seks oral dengan setiap pasangan monogami atau jika tidak setidaknya selama tiga bulan terakhir (saya tahu, maaf),” dikutip dari laman Tonic.

Tetapi menurut Dr. Denise Jamieson, anggota dari Komite Praktek Buletin Obstetri dari American College of Obstetricians and Gynaecologists (ACOG) rekomendasi menyeluruh terhadap seks oral pada trimester ketiga kehamilan mungkin tidak seimbang atau dibenarkan.

Baca terus womanindonesia.co.id untuk mendapatkan informasi penting bagi kehidupan Anda.

Baca juga

Seberapa Sering Anda Berhubungan Intim dengan Pasangan?

Lima Tips Menjalani Kehamilan dengan Bahagia

Moms, Ini Lho Pentingnya Menyusui Seusai Melahirkan

Menurut Jamieson, seks selama kehamilan tidak hanya bisa menyenangkan tetapi juga dapat membantu pasangan “merasa dekat dan intim pada waktu khusus dalam hidup mereka.”

“Seks oral dapat menjadi bagian dari kehidupan seks yang sehat selama kehamilan,” kata Jamieson dilansir di laman Healthline Senin (1/4).

“Ketika tubuh berubah selama kehamilan, beberapa jenis seks mungkin menjadi lebih tidak nyaman dan seks oral mungkin menjadi cara yang bagus bagi pasangan untuk mengekspresikan diri secara seksual,” lanjut Jamieson.

Sementara pantang seksual dapat membantu mencegah penyebaran herpes, manfaat psikososial dari keintiman seksual mungkin lebih besar daripada risikonya bagi banyak wanita.

Pada akhirnya, penting bagi wanita hamil dan pasangannya untuk mengomunikasikan preferensi seksual mereka satu sama lain.

“Dorongan seks mungkin bertambah dan berkurang selama kehamilan dan pasangan perlu berkomunikasi dengan jelas tentang keinginan mereka,” kata Jamieson.