4 Alasan Yoga dapat Tingkatkan Kesehatan Jantung

WomanIndonesia.co.id –  Tidak hanya meningkatkan kebugaran dan mengurangi stres, yoga yang berkaitan dengan latihan pernapasan, relaksasi, dan meditasi ini berhubungan dengan kesehatan jantung.

yoga2
Seorang perempuan melakukan yoga (Foto: pixabay)

Ada empat hal berbeda namun saling berkaitan, di mana yoga memiliki manfaat spesifik. Tidak hanya untuk penyakit jantung, tetapi penyakit apa pun,” jelas peneliti yoga dan ahli saraf dan lektor di Harvard Medical School Dr. Sat Bir Singh Khalsa, Sebagaimana dikutip dari Health Harvard Edu.

Kebugaran Tubuh Lebih Baik

Yoga Vinyasa, menurutnya, melatih kebugaran tubuh dalam intensitas sedang. Sedangkan, untuk Yoga yang ringan itu meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, dan keseimbangan.

Dr. Khalsa menambahkan bahwa yoga juga mendorong pernapasan yang dalam dan lambat sehingga membantu menurunkan tekanan darah.

Dapat Atur Emosional Diri

Stres tidak dapat dihindari dalam hidup. Namun, hal itu justru memicu kerja detak jantung, tekanan darah, dan pelepasan hormon stres. Semua hal tersebut berpengaruh pada sistem kardiovaskular tubuh.

Satu sesi latihan Yoga selama 90 menit, sambung Dr. Khalsa, dapat menurunkan kadar hormon stres kortisol.

Menjernihkan Pikiran dan Tubuh

Berdasarkan hasil survei tahun 2012 dari National Center for Complementary and Integrative Health, lebih dari 80 persen penggemar yoga menyatakan latihan yoga dapat mengurangi stres mereka. Hampir dari dua per tiga dari mereka melaporkan bahwa diirnya lebih teratur dalam berolahraga.

“Anda lebih sadar akan perasaan positif saat menikmati makanan sehat dan berolahraga. Anda juga lebih mungkin memperhatikan efek negatif dari makan junk food dan duduk di sofa sepanjang hari,” kata Dr. Khalsa.

Memiliki Tujuan Hidup

“Mereka memiliki perspektif yang berbeda tentang makna dan tujuan hidup mereka, dan tujuan mereka menjadi kurang materialistis dan lebih spiritual dan murah hati,” kata Dr. Khalsa.

Menurut penelitian, orang yang memiliki tujuan hidup yang realitis itu jauh dari penyakit jantung dibanding mereka dengan tujuan hidup yang tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *