Dari Rekan Bisnis, Rea Wiradinata dan Cy Williamson ke Pelaminan

WomanIndonesia.co.id – Energic, cekatan, dan optimistis adalah kata yang tepat bagi Rea Wiradinata (28). Bagaimana tidak, di usianya yang masih terbilang muda ia memiliki semangat yang sangat tinggi untuk sukses berbisnis di berbagai bidang.

Saat ini, perempuan yang akrab disapa Rea ini telah menjalankan banyak bisnis diantaranya Wedding Organizer (WO), bisnis dekorasi, bisnis makanan, kosmetik, hingga properti. Dan dalam waktu dekat ia juga akan mengembangkan bisnis rekanan klinik estetika.

Bagi Rea apa yang sudah ia jalani saat ini belum membuatnya puas. Ia tak pernah berhenti mencari-cari peluang bisnis dengan melihat trend.

Perempuan kelahiran Cianjur, Jawa Barat ini mencerita awal ia meniti karier di Jakarta. Tak disangka Rea yang sangat antusias dalam berbisnis properti ini dulunya seorang perawat di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta.

“Dulu saya sempat jadi perawat. Setelah lulus SMA saya kuliah jurusan keperawatan. Di Jakarta saya kerja di beberapa rumah sakit swasta yang memang kelas A,” ujar Rea kepada WomanIndonesia.co.id saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (14/11).

Suatu ketika Rea bertemu dengan seseorang yang kemudian mengajaknya bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang financial. “Saya beralih dari merawat orang ke merawat finance orang,” ujarnya tersenyum.

Tidak sulit bagi Rea untuk bisa menaklukkan pekerjaannya yang jauh berbeda dari bidang yang ia geluti sebelumnya. Karier Rea terus menanjak, tampaknya ia sangat menikmati dan cocok bekerja di bidang financial. Kinerjanya yang bagus membawa Rea menempati posisi Manager Eksekutif di perusahaan tersebut.

Dengan semua pengalaman yang ia dapatkan selama bekerja di perusahaan tersebut, semakin membuka matanya dan mulai memutar otak untuk menjalankan bisnis sendiri.

Menempati posisi sebagai leader di perusahaan orang lain tidak lantas membuat Rea berbangga hati. Rea justeru berfikir bagaimana menjadi sukses dengan menjalankan perusahaannya sendiri.

“Saya kepikiran gimana kalau saya kembangkan perusahaan saya sendiri. Dengan beberapa kemampuan yang saya miliki saya coba menjalankan perusahaan sendiri dan sudah running walaupun memang belum launching,” ujar Rea.

Saat ini, Rea tengah menggarap bisnis properti bersama calon suaminya Cy Williamson atau Mas Eka yang dikenal sebagai pengusaha di bidang properti dan eksplorasi emas & tembaga di Papua.

Berbeda dengan bisnis properti lainnya yang mengutamakan keuntungan, di bawah naungan PT Royal Cipta Properti Rea dan Mas Eka bercita-cita menghadirkan hunia bersubsidi bagi kalangan menengah ke bawah. Rea mengaku memetik banyak ilmu properti dari calon suaminya.

“Saya belajar gimana cara pengembangannya (properti) sehingga bukan hanya rumah-rumah. Awalnya dari rumah Town House dari rumah-rumah menengah ke atas sampai pada saatnya kita jalan sendiri, cari lahan sendiri untuk membangun rumah-rumah subsidi. Jadi lebih sosial,” tutur perempuan yang memiliki motto ‘never give up’ ini.

Meski tidak dipungkiri dalam berbisnis Rea dan Cy tentunya menginginkan keuntungan, namun ia terdorong untuk menghadirkan hunian terjangkau bagi kalangan yang berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah.

“Kita ingin membantu banyak orang yang gak punya rumah seperti karyawan pabrik, guru-guru yang belum PNS. Itu kan mereka butuh rumah tinggal dan milik sendiri. Daripada ngontrak misalnya lebih baik rumah sendiri dengan harga menengah ke bawah,” ujarnya.

Diakui Rea hunian subsidi yang akan mereka kembangkan ini sangat terjangkau yakni Rp99 juta dan menyasar keluarga muda. “Kalau tipe kita buat 36, ya buat keluarga muda,” ujar Mas Eka.

Bagi Rea usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Hasil yang diperoleh bergantung seberapa besar usaha yang telah kita lakukan. Standar gaji pekerja di Jakarta menjadi salah satu alasan dibalik ambisi Rea menggila di dunia bisnis.

“Kalau jadi pengusaha, berapa pun yang mau kita dapatkan tergantung sama usahanya kita gitu kan. Tapi kalau kita bekerja di perusahaan orang, segi manapun kita kerja mati-matian tetap aja segitu-gitu juga dapatnya,” jelas Rea.

Ia memberikan contoh, jika kita punya perusahaan sendiri, mengembangkan perusahaan sendiri dan membesarkan sendiri maka hasilnya tentu kita yang menikmatinya.

“Jadi saya lebih memilih menjadi pengusaha, banting setir dan memang saya menikmati ya sampai sekarang alhamdulillah,” ujar perempuan berambut panjang ini.

Dalam waktu dekat, Rea juga akan meluncurkan maklon kosmetik yang diberi nama EDME Indonesia. Berbeda dengan kosmetik maklon lain, merek kosmetik rintisan Rea ini tidak hanya menawarkan manfaat estetika, tapi juga bagaimana memberikan benefit lebih mirip multi level marketing (MLM).

“Kita lagi bener-bener bikin konsep yang tidak orang punya gitu kan dan harga memang spesial tapi kualitas itu sama dengan harga-harga menengah ke atas,” terangnya.

Disamping itu Rea juga mencoba melebarkan sayap ke industri fashion. Ia sudah melakukan penjajakan dengan desainer untuk custom pakaian. Sesuai dengan mottonya Keep Trying, bagi Rea tidak ada kata untuk menyerah dan berhenti dalam berusaha.

Pepatah mengatakan ‘belum menjadi miliarder bahkan biliarder jika belum memiliki tujuh usaha’. Inilah pepatah yang selalu memacu semangat Rea. Ia ingin selalu menangkap peluang yang ada agar menjadi pengusaha sukses.

“Kalau ada pepatah yang bilang belum menjadi miliarder jika kita nggak punya tujuh (bisnis), jadi ini berapa nih kita? harus tambah lagi nih, apa nih? gitu kan. Ya kalau selagi bisa digarap bisa dijadikan acuan saya sih sampai kapanpun kerja,” tutur Rea dengan penuh semangat.

Kunci utama sukses dalam berbisnis kata Rea adalah seseorang harus punya keberanian besar. Jatuh bangun dalam berbisnis adalah harga mati. Jatuh ketika berbisnis bukan lantas membuat Rea menyerah, tapi sebagiknya ia menjadikan itu sebagai pelajaran untuk lebih baik lagi.

“Kalau saya pribadi karena saya ambisius sama-sama berdua (Mas Eka) kita punya karakter yang maju…maju…maju… karena kegagalan itu adalah kunci kesuksesan buat saya. Jadi ketika kita gagal, oke kita gagal dengan hancur misalnya segini kita suatu saat akan naik lebih dari kehancuran, karena saya percaya itu,” jelas Rea.

Berbeda dengan Rea, Cy memulai berbisnis sejak masih di bangku kuliah. Ia mulai investasi properti rumah dengan mengambil pinjaman di bank. Meski pun awalnya sulit karena untuk mendapat pinjaman di bank tidaklah mudah. Bank juga melihat cash flow rekening bank nasabah selama 3 bulan terakhir apakah layak untuk mendapatkan pinjaman bank.

Ia pun akhirnya berhasil mendapat pinjaman dari bank. Dan lama-kelamaan ia dipercaha oleh bank sehingga bisa menaikkan plafon pinjaman. Perlahan tapi pasti, Cy pun akhirnya menjadi pengembang properti yang sukses.

Tidak hanya itu saja, Cy juga menjalankan bisnis pertambangan emas dan tembaga, PT Ekasa Makmur Perkasa. Ya, perusahaannya ini telah melakukan kegiatan eksploitasi dan eksplorasi tambang emas juga tembaga di bagian timur Indonesia.

Rea dan Cy yang awalnya hanya rekan bisnis. Mereka sering bertemu untuk membicaraka bisnis properti. Rea dan Cy bisa dibilang pasangan yang serasi. Keduanya mempunyai karakter yang sama, yaitu ambisius dalam hal positif.

“Kita sama-sam ambisius, karena kita juga sama sionnya sio kambing. Kita gak pacaran, awalnya kita sering ketemu untuk meeting urusan bisnis,” imbuhnya.

Suatu ketika, Cy bertanya kepada Rea, “mengapa kamu tidak punya pacar?” Rea menjawab “Di usia saya yang sekarang saya tidak butuh pacar, saya butuh pria yang datang ke rumah melamar saya langsung,”.

Cy yang mulai tertarik dengan Rea pun lantas bertanya kepada Rea, “Pria seperti apa yang kamu inginkan jadi suami?,”, Rea pun menjawab, “Yang utama adalah seiman,”.

Mendengar jawaban Rea, Cy akhirnya memantapkan hati untuk menemui orangtua Rea dan menyampaikan maksdunya untuk menikahi Rea.

“Mas Eka ke rumah dan ketemu orangtua saya, dia nanya ‘gimana kalau saya mau menikahi Rea? ‘. Orangtua saya bilang ya harus satukan keimanan. Dan Alhamdulillah Mas Eka menjadi mualaf hari Jumat. Dia sendiri yang mencari tempat untuk menjadikannya mualaf. Dan yang membuat saya terharu, jumat dia mualaf, sabtunya dia udah bisa solat,” tutur Rea.

Rea pun tidak ada alasan untuk menolak lamaran Cy. Rea harus konsisten dengan kata-katanya sendiri. Hubungan mereka pun mengalir seperti air. Tak berjalan lama, Rea dan Cy pun akan mengadakan resepsi pernikahan Minggu (17/11) di Grand Hyatt, Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *