Kembali Perankan Suzzanna, Luna Maya Tidak Lagi Jadi Sundel Bolong

WomanIndonesia.co.id – Setelah sukses membintangi film ‘Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur’, Luna Maya akan kembali menghidupkan karakter Suzzanna di film “Suzzanna: Santet Ilmu Pelebur Nyawa”.

Sama seperti di film Suzzanna sebelumnya yang ia perankan, Luna Maya akan terbang ke Rusia menemui makeup artist (MUA) andal untuk mulai mencetak prestetik wajah baru.

Seperti diketahui, pada film Suzzanna Bernapas Dalam Kubur wajah Luna Maya “disulap” nyaris 100 persen mirip dengan Suzzanna sang aktris legendaris horor. Film ini pun berhasil menyitah perhatian masyarakat Indonesia hingga berhasil raih 3.346.185 penonton.

“Persiapan suadah dimulai besok malam ke Rusia. Prosesnya cukup banyak, mulai dari cetak prestetik wajah baru, desain makeup baru sampai ke rambut. Akan ada makeup spesial effect dari Rusia,” ujar Luna pada peluncuran Judul dan Teaser Poster di Jakarta, Kamis (30/1).

Luna mengaku akan totalitas dalam memerankan karakter Suzzanna di film ini. “Saya siap dibakar hidup-hidup di kampung Karang Setan dalam salah satu adegan di film ini,” ucap Luna.

Menurut Luna, karakternya di filim ini lebih berbeda. Jika di film Suzzanna sebelumnya ia menjadi hantu kuntilanak, dengan riasan yang menyeramkan, kali ini ia akan tampil dengan riasan berbeda. “Kita akan lebih banyak diskusi look Suzzanna: Santet Ilmu Pelebur Nyawa. Filmnya lebih berbeda, ingin menampilkan tampilan yang berbeda,” ungkapnya.

Luna mengaku akan mendalami karakter Suzzanna dengan banyak reading serta nonton film Suzzanna: Santet Ilmu Pelebur Nyawa bahkan ia akan banyak mencari informasi terkait santet agar lebih realistik.

“Pastinya akan lebih banyak reading dan nonton film Suzzana lagi (Suzzanna: Santet Ilmu Pelebur Nyawa). Karena ini tentang santet, saya akan mencari informasi. Dan dipertemukan dengan hal yang menyantet bisa jadi serealistik mungkin, dan karakternya lebih dalam lagi,” jelasnya.

Mantan kekasih Ariel Noah ini mengaku tertantang dengan karakter lain Suzzanna yang akan ia perankan. Terlebih lagi film ini merupakan pengalaman baru bagi Luna sehingga menjadi daya tarik tersendiri. “Ini akan jadi challenging, perankan tokoh suzana yang berbeda,” tutur Luna.

“Orang lihat saya, beberapa orang sudah melekat terlihat seperti Suzzanna. Itu hal baik, itu compliment buat saya. Berarti cukup berhasil dalam meyakinkan orang-orang. Tidak ada celah orang melihat itu masih saya,” pungkas Luna.

Lewat tangan dingin sutradara Rocky Soraya, Suzzanna: Santet Ilmu Pelebur Nyawa” siap untuk kembali mengajak nostalgia sekaligus mengajak generasi muda semakin mengapresiasi ikon horor Indonesia tersebut.

Sesuai dengan judulnya “Santet” kata Rocky ia akan menggali informasi bahkan mempelajari cara dan metode santet. “Apa yang terjadi dengan orang yang melakukan santet dan apa yang terjadi. Proses penyantetan,” tuturnya.

Luar biasa juga dengan kreatifitas Sunil Soraya sebagai produser bisa membuat cerita dengan menggabungkan penghormatan pada karakter Suzzanna dengan kisah drama yang memikat generasi muda.

Sunil menyebutkan, tim sudah mulai develop cerita, ada tiga cerita yang dibuat. Tahap developmen itu, kata ia yang dicari adalah cerita apa yang cocok untuk diproduksi. “Tadinya mau tahun lalu (Suzzanna: Santet Ilmu Pelebur Nyawa), jadinya gak jadi. Dan tahun ini kita sudah cukup siap maju duluan. Arah cerita, karakter, dan skrip kalau sudah masuk, produksi tetapi cerita belom kita,” ujarnya.

“Penulis juga sudah ke Jawa Timur interview dukun santet. Bisa mendapat experience yang berbeda di cerita ini supaya memperlihatkan sesuatu yang utuh dan real,” lanjut Sunil.

Sunil masih merahasiakan siapa saja para pemain pendukung di film Suzzanna: Santet Ilmu Pelebur Nyawa. “Pemain lain masih dirahasiakan, walaupun ini adaptasi dari santet yang dulu, ceritanya beda. Orang yang nonton di 2020 bisa merasakan experience yang beda. Realism yang itu kita bicara dukun santet dll,” ujarnya.

Clift Sangra menceritakan bahwa di film Santet ini Suzzanna tidak lagi menjadi sundel bolong atau kuntilanak tapi menjadi human. Ia menuturkan betapa bahagianya ketika mendiang istrinya memerankan film Santet sebab ia tak lagi menjadi setan yang menyeramkan.

“Kalau bicara Suzzanna betapa bahagianya main film Santet. Suzzanan pernah bilang Suzzanan bosan main sundel bolon, bosen jadi setan,” kata Clift.

Lantaran sosok Suzzanna dianggap tidak tepat bermain di film komedi, hingga akhirnya ia dibuatkan film Santet. “Gak pantes main komedi. Kita diskusi akhirnya keluar Santet itu sendiir. Karena, film ini kembali mengingatkan lagi almarhum Suzzanna. Banyak penggemar filmnya yang medesak jangan berhenti di sini,” pungkasnya.

Menurut Sunil, seorang aktris harus bisa memerankan bermacam-macam karakter. Demikian pula dengan Suzzanna. Di film Suzzanna: Santet Ilmu Pelebur Nyawa bukanlah kelanjutan dari Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur melainkan karakternya berbeda.

“Film Suzzanna ini harus ada judul licence kita. Tidak menyambung tetapi karkaternya berubah,” pungkas Sunil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *