Pernah Diagnosa Depresi, Sophia Amoruso Kini jadi GirlBoss

WomanIndonesia.co.id – Sophia Amoruso adalah pemilik dan pendiri Nasty Gal, sebuah toko di eBay yang ia luncurkan di 2006 ketika usianya baru 22 tahun. Amoruso lahir di San Diego, California, 1984 lalu. Ia didiagnosa memiliki depresi dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) di masa kecilnya sehingga akhirnya ia keluar dari sekolah dan memulai homeschooling.

Pekerjaan pertamanya adalah bekerja di restoran Subway, yang kemudian dilanjutkan bekerja di toko buku dan toko kaset. Ia memulai usahanya saat bekerja sebagai penjaga keamanan di San Francisco Academy of Art University. Amoruso membuka sebuah toko online di situs lelang eBay bernama Nasty Gal Vintage, yang terinspirasi dari nama album Betty Davis di 1975. Tokonya sendiri menjual barang-barang dan pakaian vintage.

View this post on Instagram

Let’s talk about MONEY. Something I’ve made a lot of, lost enough of, and saved too little of. Quick stat: did you know that only 38% of U.S. women invest their money in the markets and more than half of us say investing is not for “people like me?” I remember the first time someone explained inflation to me. I mean, I knew what inflation was. It means things get more expensive, right? I didn’t realize, though, that by keeping my money in a plain old savings account that it was becoming worth LESS over time. Biz tip: to run a truly great business, print money in your sleep. Investing is the same: get it right and you can make your money MAKE money -nothing sexier and smarter than that! You don’t even have to get out of bed! Invested well, money is one of the few things, like good wine, that gets better over time. These eye-opening stats led me to partner with @blackrock to shed light on their Global #InvestorPulse Survey #ad

A post shared by Sophia Amoruso (@sophiaamoruso) on

Di 2008, Amoruso meninggalkan eBay dan memiliki situs retailnya sendiri, Nasty Gal. Nasty Gal pun berkembang pesat dan diikuti oleh banyak orang khususnya para perempuan muda.

Omset yang didapatnya pun melonjak tinggi, dari yang awalnya hanya sekitar 223,000 USD di 2008 menjadi hampir 23 juta USD di 2011. New York Times bahkan memberikan julukan untuk Amoruso sebagai Cinderella Teknologi. Di 2013, Business Insider memasukkan nama Sophia Amoruso sebagai salah satu CEO seksi yang masih hidup.

Kisahnya pun ia tulis dalam sebuah buku autobiografi berjudul Girlboss di 2014 yang diterbitkan oleh Penguin. Di 2017, Netflix merilis drama televisi berjudul serupa yang diadaptasi dari bukunya.

Sekarang kisahnya mengalami jatuh bangun kehidupan sangat menginspirasi para anak muda khususnya perempuan untuk menjadi bos dalam dirinya sendiri. Ia juga sering diundang menjadi pembicara di berbagai acara untuk menebarkan inspirasi.
(eka)